...🔥🔥🔥🔥...
Agaknya istrilah Selesaikan masalah rumah tangga di atas kasur itu ada benarnya.Nyatanya Anton dan Bella memang sedang melakukannya saat ini. Keduanya asik bertukar keluh hingga tidak menyadari jika Dona keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Anton.
"Ahh, Ahh" Desahan Bella tak sengaja terdengar oleh telinga Ibu Bella yang baru saja keluar dari kamarnya.
Deg
Kaget tentu pasti. Jantung ibu Dona berdetak lebih cepat mana kala dirinya mendengar suara yang tidak asing baginya, suara khas Percintaan Panas antara dua orang manusia yang asik mencari surga dunia. Tangan Dona mengepal erat Mala kala hatinya sesak mendengar suara itu berasal dari kamar Anton dan Bella, Dengan cara mengendap-endap Ibu Dona berusaha untuk mendekat ke arah pintu kamar milik Anton dan Bella. "Sialan, lagi-lagi Anton melakukannya dengan Bella! Pokoknya aku harus bisa merebut perhatian Anton agar tidak mau lagi menyentuh Bella."Batin Ibu Dona mulai berfikir licik.
Malam harinya. Di saat Anton sedang asik merokok di teras rumahnya, tiba-tiba datanglah ibu Dona dengan membawa secangkir kopi buatannya. Agaknya Ibu Dona ingin mulai melancarkan aksinya untuk menarik perhatian Anton sepenuhnya.
"Di minum ton!"Ucap Ibu Dona sembari menaruh secangkir kopi buatnya di atas meja.
Anton menoleh padanya dengan menghembuskan kepulan asap rokok telat ke arah Ibu Dona hingga membuatnya terbatuk. "Uhuk-uhuk".
"Eh maaf Bu gak sengaja!"Ucap Anton sembari menahan tawa kala melihat Wajah Dona memerah menahan batuk.
"Ih kamu ini kebiasaan ton, bauk tau. awas saja ya jika kamu minta jatah tapi gak sikat gigi dulu, ogah aku Ngelayani kamu!"Ujar Ibu Dona sembari mencebikkan bibirnya.
Deg.
Bella yang baru saja datang, setelah mengambil ponselnya dari kamar sangat terkejut mendengar ucapan ibu mertuanya. "Maksud ibu apa ya?Jatah melayani?"Ucap Bella sedikit meninggikan suaranya.
"Bell, kamu ini kenapa?"Bentak Anton sembari bangkit dari duduknya. Sebenarnya ia tidak ingin membentak Bella, hanya saja ia takut jika rahasianya selama ini akan terbongkar jika ia tidak bermain drama di depan Bella saat ini."Maksudmu apa datang-datang berteriak seperti itu Bella?"Ucap Anton dengan nada serendah mungkin. Lalu ia bangkit dari duduknya menghampiri bela yang nampak sedih saat ini."Dengar ya bell, kamu itu salah paham. Ibu bilang seperti itu karena selama ini kan ibu yang memasak untuk kita, beberes rumah juga ibu yang lakukan. Itu sama saja dengan ibu melayani kita kan?" Ucap Anton membela diri. Ia berharap jika Bella tidak akan curiga lagi padanya setelah ini.
"Oke kalau itu mungkin aku bisa terima, lalu bisakah menjelaskan mengenai Jatah?" Ucap Bella dengan nada naik turun. Ia berusaha menguasai dirinya agar tidak marah, berlebih Yang saat ini ada di hadapannya adalah mertuanya, walau statusnya hanya sebagai ibu tiri dari sang suami.
"Oh itu, kalau itu mah maksud ibu perkara jatah Warisan Bella."Bukan Anton yang menjawab tapi ibu Dona.
" Nah kan, udah jelas sekarang. Apa kamu masih mau curiga sama suamimu sendiri?" Ucap Anton.
Bella tak menjawab, ia lebih memilih menatap ke arah suami dan mertuanya bergantian. Ia ingin mengetahui dari sorot mata keduanya apakah memperlihatkan kebohongan di sana. Kesal tentu saja, ia merasa malu pada dirinya sendiri karena mencurigai sang suami ada main dengan mertuanya sendiri. "Maaf mas, aku kebawa emosi tadi. Habisnya pembicaraan kalian serius sekali hingga tidak mengetahui aku ada di sini?"Ucap Bella penuh penyesalan..
"Gak Apa-apa bel, aku mengerti. Itu tandanya kamu cemburu, kalau kamu cemburu artinya kamu cinta banget sama aku kan!"Goda Anton sembari memeluk tubuh sang istri. Tidak lupa ia memberi kode pada Ibu Dona untuk segera masuk ke dalam rumah menggunakan kode mata dan juga kepalanya.
Ibu Dona menghentakkan kakinya dengan kasar. Sebal sekali rasanya lagi-lagi harus mengalah pada Bella. "Ck. Dasar gadis manja, paling bisa dia mencari perhatian Anton. masak ia aku hanya bebas bersama Anton kalau dia pas kerja aja? itupun jika dia shift malam, kalau shift pagi mana bisa aku berduaan sama Anton?" Lagi-lagi Ibu Dona Menggerutu kesal.
Setelah ibu Dona masuk ke dalam rumah. Tak berapa lama Anton dan Bella menyusul masuk juga ke dalam rumah. Anton juga tidak sempat meminum kopi buatan Ibunya karena memilih merayu Bella agar tidak semakin curiga. setelah Anton dan Bella sudah masuk ke dalam kamar, dan terdengar suara pintu di kunci dari dalam, Ibu Dona mengendap-endap keluar dari kamarnya menuju ke ruang tamu untuk mengambil Ponselnya yang ketinggalan di atas nampan kopi yang ia pakai untuk membawa kopi Anton tadi.
"Loh pintunya kok gak di tutup sih? Kebiasaan ya Anton ini, gimana coba kalau ada yang masuk?" Ucap Ibu Dona dengan sewot. Namun ia lebih memilih mengabaikan rasa sebalnya demi menjaga kewarasannya, untuk memikirkan bagaimana caranya memisahkan Anton dengan Bella dengan cepat. "Nah ini dia!" Gumam Ibu Dona sembari mengambil Ponselnya yang masih ada di tempatnya semula."Loh kok gak di minum sih? Ck. Jangan-jangan Anton sudah di pengaruhi sama Bella hingga ia dengan berani tidak meminum kopi buatanku?"Batin ibu Dona bermonolog.
*
*
Duduk dulu bel, ucap Anton yang ingin memberikan kabar baik untuk bella. Sebelum menyusul bella yang duduk di atas ranjang, angin lebih dulu menuju ke meja rias yang ada di samping kasurnya untuk mengambil ponselnya untuk memberi tahu Bella jika besok ia sudah mulai bekerja.
"Lihat ini Bella!" Ucap Anton sembari menunjukkan ponselnya ke arah Bella.
"Apa sih mas?"Ucap bela Sewot sembari mendorong tangan suaminya menjauh dari hadapannya. Ia yang masih sedikit kesal pada suaminya, tidak mau semudah itu percaya lagi dengan ucapan suaminya. Soalnya entah kenapa untuk kali ini Bella sulit sekali yakin dengan apa yang di ucapkan Anton dan juga Ibu dona.
"Kok kamu gitu sih Bell. Kamu masih marah sama aku?" Ucap Anton sembari memilih duduk di samping Bella."Lihat dulu ini Bella, aku yakin setelah ini kami gak akan marah-marah lagi sama aku!" Ucap Anton sembari menyodorkan Ponselnya, namun kali ini terdapat Seperti surat online yang di kirim ke e-mail.
Bella yang penasaran langsung menerima ponsel yang di berikan suaminya. Ia mulai membaca dengan seksama apa isi dari pesan yang ada di ponsel Anton saat ini. Matanya melebar tak percaya, akhirnya sang suami mendapatkan pekerjaan yang di inginkannya. "Ini benar mas?" Ucap Bella dengan tersenyum bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments