Memulai kehidupan baru.

...🔥🔥🔥🔥🔥...

"Ayo turun."Ucap Anton sembari mengulurkan tangannya.

"Loh kenapa kita ke sini mas? Bukanya tadi mas berjanji akan membawaku ke hotel saja, lalu kenapa ke Apartemen mu?"

"Sudahlah bell, tidak usah banyak tanya. lagi pula jika ada rumah kenapa harus menginap di hotel?"Ucap Anton dengan tersenyum smirk.

"Tapi mas aku tidak enak jika dilihat oleh tetanggamu jika aku menginap di sini? Cepat antarkan aku ke hotel saja!" Ucap Bella dengan mantap.

"CK. Jika tidak mau ya sudah, lebih baik aku masuk sendiri saja!" Ucap Anton dengan menarik tangannya lalu berjalan meninggalkan Bella.

"Tunggu mas jangan tinggalin aku!" Ucap Bella dengan sedikit berteriak agar Anton mendengar ucapannya.

Berhasil, Anton kini berhenti dari jalanya lalu membalikan tubuhnya guna menatap Bella. Kali ini Anton kembali mengulurkan tangannya guna menggandeng tangan Bella untuk masuk ke dalam lift. Sesampainya di depan unit apartemen milik Anton, Bella merasa jika hatinya tidak enak. Entah apa yang di pikirkan nya saat ini?

Cklek

Pintu terbuka lebar, Anton dan Bella bergantian masuk ke Unit apartemen mewah milik Anton yang nampak nyaman. Bella mengendarakan pandangan ke seluruh sudut ruangan, ia tidak mendapati satupun foto yang menunjukkan keluarga sang kekasih itu seperti apa? Tidak mau membuat Anton tersinggung Bella memilih diam dan tidak mau berkomentar apa-apa!

"Di sana kamarmu."Ucap Anton dengan menunjuk ke arah pintu kamar kedua setelah kamarnya.

"Terimakasih ya mas. Kamu bersedia menampungku?"Ucap Bella dengan sungguh-sungguh.

"Sama-sama sayang. apa sih yang enggak buat kamu?"Ucap Anton dengan mencium kening Bella penuh sayang."Oh iya lupa, ini coba minum ini."Ucap Anton sembari memberikan satu kotak Anti angin untuk Bella.

"Ehhh apa ini?"Ucap bela dengan bingung.

"Itu biar kamu tidak masuk angin. Biarpun kamu Seorang dokter, tapi aku tau kalau kamu paling sulit yang namanya minum obat!"Ucap Anton sedikit kesal. Ia ingat betul jika kekasihnya itu sangat abai dengan kesehatannya sendiri.

"Hehehe"Bella menyengir kuda mana kala ucapan kekasihnya itu memanglah kenyataan.

"Cepat mandi sana. Lihat bajumu yang tadi basah kuyup kini sudah hampir kering."Sindir Anton seraya mengacak rambut kekasihnya dengan gemas.

"Ihh, jangan di acak-acakan dong yang"Pekik Bella seraya memukul tangan Anton yang masih mengacak rambutnya.

Keesokan harinya Anton memilih memasak sarapan terlebih dahulu untuk bela dan dirinya sendiri sebelum pergi ke kantor. Tidak lupa ia meninggalkan catatan di atas meja dengan di tindih oleh gelas air minum supaya bella dengan mudah menemukannya. "Selesai."Ucap Anton dengan menepuk-nepuk tangannya. ia lalu melepaskan celemek dari tubuhnya lalu dengan segera mengambil jas dan juga tas kerjanya dan dengan terburu-buru keluar dari apartemen miliknya.

...🔥🔥🔥🔥🔥...

30 menit kemudian, ia sudah sampai di perusahaan Bramantyo.Group. Dengan segera Anton menemui kepala divisi yang menaunginya guna menyerahkan sebuah amplop tanda pengunduran dirinya dari perusahaan tempat ia bekerja selama 3 tahun belakangan.

"Apa ini?"Ucap sang manager keuangan tempat divisi yang di naungi oleh Anton selama ini.

"Itu surat pengunduran diri saya pak. Saya memutuskan resign dari kantor ini karena akan kembali ke kampung melanjutkan bisnis dari orang tua saya di sana!" Ucap Anton penuh percaya diri.

"Baiklah aku terima pengunduran dirimu. Sebenarnya aku sangat berat melepaskanmu, mengingat pekerjaanmu selama ini sangatlah bagus. Tapi jika kau ingin kembali lagi ke sini jangan lupa hubungi aku!" Ucap Sang meneger sedikit menyesalkan keputusan yang di ambil oleh Anton.

Setelah selesai dengan urusannya. Anton memutuskan untuk pulang dan membicarakan kedepannya dengan Bella, mau bagaimanapun bela pergi dari rumah untuk mempertahankan dirinya, jadi sudah sewajarnya jika dirinya menampung bela untuk sementara waktu. Tidak mungkin kan dirinya bisa tinggal satu atap tanpa ikatan yang jelas di antara mereka.

Singkat cerita nyatanya Anton sudah sampai di dalam unit apartemen miliknya. Tidak lupa Anton juga membeli makan siang untuk mereka berdua.

Ceklek

Bella keluar kamar dengan merentangkan kedua tangan sembari mengusap lebar tanpa sadar nyatanya Anton sudah ada di sana. tepatnya di ruang makan.

"Ehemm, Makan dulu Bella. sudah sejak tadi keburu dingin."Ucap Anton menegur kekasihnya yang nampak sibuk sendiri sejak tadi.

lalu mereka makan dalam khidmat, di sela-sela makanya mereka menyempatkan diri untuk bertanda sebelum tiba-tiba Anton mengagetkan Bella dengan ucapannya.

"Ayo kita menikah?"Ucap Anton dengan expresi wajah seriusnya.

Deg

Bella terperangah tidak percaya jika Anton mengajaknya menikah saat ini. "Sayang kau serius kan? Kau tidak sedang bercanda kan?"Ucap Bella sedikit ragu.

"Tentu saja aku serius. Jadi mari menikah dan membuktikan pada orang tuamu jika kita bisa bahagia tanpa ada campur tangan mereka.

Bela mengangguk mantap tanpa pikir panjang lagi. Ia yakin bahwa setelah ini dirinya akan bahagia bersama pria pilihannya, dan tidak menyadari bahwa setelah menikahlah hari-hari berat penuh akan rasa sakit untuknya itu di mulai.

"Baiklah karena kamu sudah setuju, bagimana jika kita menikahnya di kampung ku saja?"Ucap Anton memberi solusi.

Bella semakin di buat tidak percaya dengan ucapan prianya. "Tapi sayang jika kita menikah di sana, lalu kita tinggal di mana?"Ucap Bella memberanikan diri.

"Ya di rumahku lah bel. Masak ia kita tinggal di jalanan, jangan suka bercanda Bella!" Ucap Anton sedikit kesal.

"Hehehe" Bella menyengir kuda seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Sudah bersihkan barang-barang mu dan kita akan pergi sekarang juga ke kampung halaman ku!" Ucap Anton sembari tersenyum puas. ka

"Setelah selesai membereskan bajunya yang akan di bawa Anton kembali ke desa. Kini mereka sudah turu kelantai satu. Sesampainya di mobil Anton nampak membantu bela memasukan tas dan koper ke dalam mobil.

"Sudah cepat masuk!" Gumam Anton.

"Sebentar mas, bukannya rumah di kampung ditinggali ibu. Lalu jika kita tinggal di sana berarti kita harus tinggal dengan ibu dong?"Ucap Bella.

"Memang iya, kenapa kamu keberatan tinggal sama ibu aku?" Ucap Anton.

"Tapi mas, aku merasa tidak enak sama ibu jika tinggal berlama-lama di dalam rumah yang sama dengan mereka!"Ucap Bella dengan expresi bingung.

"Sudahlah jangan merasa tidak enak kan, namun bagaimana lagi? Uangku belum cukup jika harus membeli rumah untuk kita tempati, jadi kamu mau tidak menikah denganku dan hidup sederhana dengan aku? Aku janji akan menjadi sosok suami yang penuh perhatian dan kasih sayang ke pada sang istrinya kelak!"Ucap Anton sembari menggenggam tangan Bella guna menyalurkan rasa bahagia yang mereka berdua rasakan saat ini.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!