Anton kesal

...🔥🔥🔥🔥🔥...

Pagi hari di kota Jogja nan Asri.

"Bella sayang, ayok bangun cepat turun ini sudah sampai!"Ucap Anton sembari menggoyangkan tubuh Bella agar segera bangun dari tidurnya.

"Sebentar lagi Bu, Bella masih ngantuk!"Ucap Bella yang mengira Anton adalah ibunya, memang kebiasaan jika pagi hari ibunya lah yang membangunkannya dengan menggoyangkan tubuhnya.

"Bu, ibu siapa maksudmu?"Protes Anton dengan intonasi yang sedikit meninggi. agaknya ia menjadi sensitif jika di singgung mengenai keluarga Bella.

Deg

Bella terperanjat kaget karena teriakan Anton yang cukup keras. Ia bangkit dari tidurnya dan mulai mengerjakan mata sembari sesekali mengucek kedua matanya. "Eh mas Anton, Kenapa mas teriak-teriak begitu sih mas? Lagi pula kita ada di mana ini?"Ucap Bella yang masih berusaha mengembalikan kesadarannya yang belum genap 100%

Anton mendengus kesal, agaknya ia masih terbawa suasana kemarin menyoal ketidak setujuan orang tua Bella menyangkut statusnya yang berasal dari kalangan biasa. Tidak seperti Bella yang berasal dari keluarga kaya raya di kota, Bella adalah keturunan Tunggal Tuan Prayoga Hadi Tama pemilik PT. Haditama Group. "Sial kenapa aku sampai membentak Bella?"Batin Aton sedikit menyesal dengan perbuatanya, lalu ia mengusap kasar wajahnya guna menetralkan hatinya sebelum meminta maaf kepada Bella yang nampak kebingungan dengan sikapnya.

"Maaf bell, aku tadi kebawa emosi karena sangat lelah mengemudi sendiri dari jakarta sampai Jogja!"Ucap Anton berusaha merayu Bella.

"Tidak apa-apa mas, lagi pula aku maklum pasti mas capek. Aku juga minta maaf tidak bisa membantu mas sejak kemarin, jika mas capek seharunya bangunkan aku. Setidaknya aku bisa menggantikan mas untuk mengemudi selagi mas beristirahat sejenak!"Ucap Bella dengan nada menyesal. Agaknya Bella tidak enak hati sampai menundukkan kepalanya sejak tadi.

"Maaf bell, aku benar-benar tidak bermaksud kasar padamu. Tolong jangan marah padaku ya?" Lagi-lagi Anton berusaha bernegosiasi, ia juga sampai menarik tangan Bella untuk dirinya genggam. Lalu berapa saat tangannya terulur untuk mengangkat wajah Bella yang nampak masih menunduk, agar menatap ke padanya. "Kamu maafin mas kan bell?"Ucap Anton sekali lagi.

Bella Tersenyum seraya menganggukkan kepala. Lagi-lagi mudah sekali merayu Bella hanya dengan gombalan mulut manis dari Anton, maklum ini adalah kali pertama Bella jatuh cinta dan kali pertama pula Bella merasakan bagaimana di perhatikan oleh seorang pria. Dulu ayahnya selalu membatasinya untuk berdekatan dengan seorang pria dengan cara memberikan pengawalan extra pada Bella, hingga banyak teman laki-lakinya sedikit segan untuk dekat dengannya karena merasa minder.

Bella yang lebih suka berpenampilan sederhana selalu menutupi identitasnya kala kuliah, hingga ia bisa menjalin asmara dengan Anton yang notabene dari kalangan biasa-biasa saja. Namun suatu ketika ketika mereka sudah sama-sama bekerja, entah bagaimana caranya Anton bisa mengetahui identitasnya bahwa ia adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis PT.Hadi Tama Grub yang di dirikan Ayahnya Tuan Prayoga Hadi Tama. oleh sebab itu Anton merayu Bella untuk memasukkannya ke perusahaan milik ayahnya, awalnya Anton berharap mendapatkan jabatan yang cukup bergengsi di sana mengingat dirinya adalah kekasih dari pemilik perusahaan. Namun nyatanya bukan sambutan baik yang ia dapatkan, melainkan penolakan Tuan Prayoga pada dirinya yang menurutnya tidak sederajat dengan keluarga mereka. Namun tuan prayoga masih memiliki hati hingga mau menerima Anton menjadi pegawainya walau hanya menjadi pegawai biasa, tapi dengan syarat menjauhi Bella. Tidak pantang menyerah, Anton dan bella berusaha menipu Tuan Prayoga dengan berpura-pura memutuskan hubungan mereka demi Anton bisa bekerja dengan bebas di sana. Tapi nyatanya tuan Prayoga tau semuanya dengan sangat mudah hingga pecahlah pertengkaran anak dan ayah karena masalah perjodohan beberapa hari yang lalu.

-

-

Tok-Tok-tok

Anton berusaha mengetuk pintu rumahnya yang di tempati sendiri oleh Ibunya. Anton adalah anak tunggal jadi setelah ayahnya meninggal, Dona sang ibu tinggal sendiri di sana.

Clek

Pintu terbuka lebar menampakkan seorang wanita cantik yang berdiri di belakangnya.

Deg

Bala nampak termenung, Dia kaget melihat penampilan Ibu Anton yang layaknya ABG dengan kaos ketat dan celana Legging ketat yang menampilkan bentuk tubuhnya yang aduhai.

Berbeda dengan Anton yang nampak terpana melihat penampilan ibunya yang sungguh hot di mata pria yang melihatnya.

Glek

Anton menelan ludahnya dengan sangat kasar setelah melihat pemandangan indah yang ada di hadapannya. Wajar saja Anton adalah pria normal yang butuh penyaluran, sedangkan Bella tidak mau melakukannya sebelum mereka sah menikah.

"Eh Anton, kok kamu pulang tidak bilang-bilang sama ibu sih? Tau gitu kan ibu masak banyak tadi, og iya ini siapa Ton?"Ucap ibu Dona sembari bersedekap dada menatap ke arah Bella mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Deg

Lagi-lagi Bella merasa tidak nyaman di tatap seperti itu oleh ibu Anton. Ia merasa ada kejanggalan di sini, tapi apa? Buru-buru Bella mengikutiku arah pandang ibu Dona sejak tadi. Bella berusaha untuk mengoreksi tubuhnya, ia takut jika ada sesuatu yang tidak pas dengan dirinya yang membuat ibu Anton nampak tidak suka kepadanya, terlihat dari cara ibu Anton saat menelisik tubuhnya saat ini.

Ehem

Dehem Anton memecah keheningan di antara mereka bertiga. Ibu Dona nampak kembali tersenyum bahagia kala menatap pada sang Putra yang kini juga menatap lembut ke arahnya.

"Ayo masuk nak, Kita bicara di dalam saja. Tidak enak jika di lihat tetangga apalagi kamu pulang bawa-bawa Wanita segala!"Ucap Ibu Dona seakan menyindir keberadaan Bella.

Glek

Bella menelan ludahnya dengan sangat kasar karena merasa tersindir dengan ucapan yang di lontarkan oleh Ibu Dona, ia semakin yakin jika calon ibu mertuanya itu nampak tidak suka dengan dirinya. "Ya Tuhan jangan sampai setelah ini bayanganku tentang ibu mertua jahat benar adanya!"Batin Bella bergidik ngeri.

Setelah mempersilahkan masuk Putranya dan juga wanita asing yang baru saja ia kenal. Dona beranjak masuk ke dalam rumahnya untuk membuatkan minum untuk Putra dan juga tamunya. Waktu Bella sudah menghilang dari balik kelambu, buru-buru Bella protes ke pada kekasihnya yang masih saja menatap ke arah kelambu di mana ibunya tadi menghilang.

"Hus ngelihatin apa sih sampai segitunya?"Ucap Bella dengan nada sewot.

"CK. Kamu ini ngagetin aja sih Bell, mana ada aku ngelihatin siapa? Aku ini lagi sibuk mikir buat persiapan pernikahan kita! kamu tau kan di Jawa ini jika tinggal serumah tanpa adanya ikatan bisa-bisanya kita di gerebek sama orang kampung. Jadi sehabis ini aku akan buru-buru ke pak RT buat ngurus persiapan pernikahan Kita!" Ucap Anton Dengan berbohong, pdhl benar apa yang di bilang Bella jika ia tengah sibuk menatap ibunya, tepatnya menatap bongkahan indah yang ada di belakang ibunya yang nampak sangat menantang baginya. "Sial belum apa-apa Bella sudah curiga."Batin Anton sedikit kesal.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!