melihat Tara yang hanya diam tak memberi jawaban,Arion menghela napas dia memasukkan kedua tangan nya di dalam saku celana sambil melangkah Arion berucap,"aku akan mengurus segera perceraian kita,setelah itu kau dan aku bukanlah siapa-siapa lagi,pengacara akan mengurus segalanya mengenai harta kekayaan yang ku miliki kau juga punya hak karena telah menikah denganku selama sepuluh tahun lebih,jadi aku akan memberikan hak yang sesuai untukmu".
Arion segera berlalu dari hadapan Tara,yang hanya bisa menatap punggung Arion tiba-tiba berubah dingin padanya,dia mengepalkan tangan.
"aku tidak akan menerima penghinaan ini",tara merasa terhina karena tiba-tiba Arion menceraikannya,seharusnya semua laki-laki bertekuk lutut padanya,mengapa Arion menjadi dingin?.
Arion membersihkan tubuh,dia mengganti baju jas yang biasa lekat di tubuhnya dengan setelan baju kaos dan celana Levis,Arion juga menepikan sepatu kantor berganti dengan. Sandal santai biasa,Arion juga menyisir rambutnya yang biasa ke samping kini ke belakang dan menguncir rambutnya yang mulai panjang ke belakang,dia juga menyambar Hoodie yang sudah lama dia beli namun tak pernah dia kenakan,Arion persis seperti anak-anak muda zaman sekarang,meski bersetelan santai baju dan aksesoris yang melekat di tubuh Arion tentulah bukan barang-barang biasa.
hari mulai malam,Arion yang patah hati tidak tahu ke mana arahnya melangkah,dia melirik sedikit ke arah pintu kamar Tara yang terbuka,namun hanya ada pelayan yang sedang membersihkan ruangan itu.
Arion menatap foto pernikahan yang terletak di dinding,foto itu memang sudah terlihat kusam dan berdebu,selama sepuluh tahun Arion membiarkannya tanpa mengizinkan siapa pun yang menyentuh foto itu.
dia perlahan melangkah menuju pintu keluar,dengan langkah gontai Arion memasuki mobilnya,"kalian tunggu saja di rumah atau pulang terserah kalian saja,biarkan aku sendiri malam ini",ucap Arion pada para pengawal yang siaga mengikutinya.
Arion melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya,meski sudah malam,para pengguna jalan masih banyak yang berlalu lalang,arion melajukan mobilnya di tepi pantai,dia menatap ke arah laut yang gelap,terdengar deburan ombak yang sedang menerpa pantai,Arion membuka bagasi mobil yang terdapat minuman memabukkan yang selalu menemaninya saat hatinya sedang kacau,dia mengambil sebotol minuman itu dan meneguknya,"tuhan apa aku tak layak bahagia",Arion mengoceh,dia mulai mabuk.
setelah tandas meneguk sebotol wine Arion kembali meraih botol minuman memabukkan yang harganya sangat mahal,dia kembali membuka botol itu dan menyesapnya sesekali dia bergumam tak jelas,sesekali Arion juga menangis terisak, orang-orang yang berada di tepi pantai hanya menatap Arion dengan heran,penderitaan apa yang pria ini alami bukankah dia memiliki segalanya.
Mereka hanya mengira seorang Arion yang kini mereka lihat sedang patah hati karena dia dan vonis mandul oleh Dokter,kekurangan ini selalu menyiksa orang-orang yang ingin memiliki keturunan akan merasa sangat menderita jika mengalami kemandulan,bahkan ada yang bunuh diri karena merasa tidak berguna.
Arion melihat seorang nenek bersama anak-anaknya sedang memegang tongkat berwarna cokelat,Arion berhenti minum,dia teringat sejak tadi siang belum menemui kakek yang sedang sakit "astaga kakek",Arion dengan sedikit terhuyung masuk ke dalam mobil,sambil menyetir dia meneguk kembali minuman yang ada di tangannya.
Sedangkan di rumah impian, Max dan Denis makin resah karena Arion tak kunjung menjenguk Kakek,mereka tak sampai hati untuk meninggalkan kakek sendiri bersama Elena.
"sudahlah tidak apa-apa kalian kembali saja ke rumah,kakek juga akan beristirahat dan tidur".ucap Kakek
Denis melirik ke arah jarum jam menunjukkan pukul dua belas tengah malam "tetapi kek bagaimana jika terjadi sesuatu pada kau dan Elena?".
kakek mengibaskan tangan ke udara "CK,tidak ada yang akan terjadi pada kami,setelah mengonsumsi obat aku merasa lebih baik saat ini, Elena juga terlihat sangat mengantuk".
"Elena,bisakah kau menggunakan ponsel ini?",tanya Max dia mengulurkan sebuah ponsel baru yang telah terpasang kartu di dalam nya.
Max mengajarkan Elena agar bisa menggunakan ponsel itu dengan baik,setelah mengulang beberapa kali Elena mengangguk paham.
"ingat Elena,beri tahu kami jika ada sesuatu,rumah ini sangat jauh dari gerbang tempat satpam berjaga,halamannya terlalu luas,akan sulit bagimu untuk memanggil Mereka,maka gunakanlah ponsel ini",ucap Max.
"nampaknya Arion tidak akan datang,dia pasti saat ini sangat kacau",Denis bersiap,dia memasukkan ponselnya ke dalam saku,dan memungut sebungkus rokoknya yang ada di atas meja.
"kami pergi dahulu Elena,jangan lupa beri tahu kami,kakimu juga belum sembuh bukan?minum obat dengan teratur,jika ada waktu nanti kami akan ke sini",ucap Max.
kakek memberengut kesal,"hanya Elena saja yang sakit?aku tidak?",tanya kakek.
"kau kan sudah tua,sudah paham harus minum obat dan menjaga dirimu,untuk apalagi kami berpesan?",Denis mencolek dagu Kakek,membuatnya geli setengah mati.
Kakek melirik kearah Denis dia masih sebal pada Denis "cihh,cukup tadi aku hampir mati karena kau terlalu lama menukar peti jenazah,aku sangat lemas".
Max terkekeh, sedang Denis menggeleng "siapa suruh pura-pura mati dan menghilang segala,harusnya Kakek menghadapi Om Jona,bukan malah memalsukan kematian".
"lagi pula Kakek sendiri yang tak mahu keluar dari dalam peti,padahal aku sudah bilang kita sudah aman, Kakek sudah ku pindahkan ke dalam mobil",ucap Denis.
"hum,aku tak bisa mendengarnya bocah,aku kan di dalam peti mati,ya sudahlah lekaslah kalian pulang,besok kalian harus bekerja,jaga diri kalian", Kakek menyuruh Max dan Denis.
"ya sudah kami pergi dahulu Elena Kakek",Mereka berpamitan dan segera menuju ke arah parkiran.
Kakek melambai pada Denis dan Max "jangan lupa datang kemari lagi ya?".
Max dan Denis mengangguk juga melambaikan tangannya,mereka segera masuk ke dalam mobil melaju meninggalkan rumah impian.
kini Kakek dan Elena hanya tinggal berdua,pembantu sudah pulang sejak sore karena memang bekerja pada saat siang hari,sedangkan Max dan Denis sejak tadi telah menunggu Arion,hingga mereka memutuskan untuk pulang karena telah larut malam,besok mereka harus kembali ke perusahaan masing-masing karena sudah beberapa hari libur.
Kakek segera di tuntun Elena untuk kembali ke kamar, setelah itu Elena mengunci pintu utama, dia juga mematikan lampu hanya menyisakan beberapa lampu saja sebagai penerang.
Sedangkan Arion masih di perjalanan,dia melanggar apa saja yang menghalanginya,dia tak peduli para pengguna jalan lainnya memaki dan menyumpahinya,Arion seperti orang yang hilang akal sehat,seorang Arion yang selama ini di kenal begitu tenang sekarang berubah menjadi seorang lelaki yang sangat kacau dan berantakan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments