awas saja jodohku akan datang!

"dahulu kami hidup sangat bahagia,aku di besarkan oleh ayah dan ibu yang sangat menyayangi ku, kehidupan kami sangat mewah,kakek sangat memanjakan ku,aku adalah Putri Duan Shirley,kami selalu jalan-jalan saat ayah sedang cuti bekerja,ibu sering mengajakku ke panti asuhan untuk berbagi bersama anak-anak yatim piatu,semua pelayan dan pengawal menyayangiku, saat itu aku duduk di bangku sekolah dasar kelas enam,setiap hari ayah dan ibu mengantarku pergi ke sekolah,mereka juga akan menjemput ku menunggu di depan gerbang sekolah,aku di sambut dengan sukacita,namun pada hari itu ayah dan ibu tak kunjung datang,hingga aku tinggal sendiri di depan gerbang sekolah,aku memandangi jalanan yang mulai sepi,pak satpam yang menjaga sekolah datang menghampiriku,dia menawarkan ku untuk di antar pulang ke mention,aku segera naik di belakangnya,saat tiba di depan mention yang kata ayah itu adalah milikku, motor pak satpam berhenti aku melihat ada bendera suka di gerbang mention kami,aku melihat orang-orang yang menangis,pelayan dan pengawal juga bersedih,tak biasanya mereka menyambut kepulangan ku dengan tangisan,aku meneruskan langkah hingga tiba di depan pintu, Kakek segera menyambut kepulangan ku,dia memeluk tubuhku dengan erat,aku sangat kebingungan apa yang terjadi,makin aku melangkah ke dalam makin aku melihat orang-orang mengenakan pakaian hitam silih berganti masuk dan keluar di ruang tengah.

Tak.tak.tak.

Sunyi sepi,mereka hanya terdiam melihat kepulangan ku,satu pun dari mereka tidak ada yang bicara atau menjelaskan apa yang terjadi kepadaku,begitu juga Kakek wajahnya penuh dengan airmata,makin aku melangkah ke dalam terlihatlah oleh ku dua pasang kaki sangat pucat terbujur kaku aku makin mendekatinya ternyata itu adalah tubuh ayah dan ibu yang sudah meninggal,mengapa mereka tidak menjemput ku,kakek bilang ini terjadi begitu saja, Kakek panik hingga tidak menjemput Elena di sekolah,aku memekik sambil mengguncang tubuh ibu dan ayah yang sama sekali tidak merespon,aku berharap ibu membuka matanya,ayah memanggil namaku,namun hingga tubuh mereka di kubur mereka tidak menyapaku,ternyata benar ayah dan ibu sudah meninggal,setelah itu suasana mulai berbeda Kakek yang terlalu berduka atas kematian ayah,dia juga sakit-sakitan hingga satu tahun kemudian Kakek juga meninggalkanku,paman Bram Shirley bilang dia akan menjagaku,dia tinggal bersamaku dan istrinya,setelah satu bulan tiba-tiba Paman memecat hampir semua pekerja di mention kami, Paman bilang perusahaan ayah mengalami kebangkrutan,paman menyuruhku untuk mengerjakan pekerjaan pelayan,setiap hari aku membersihkan seluruh isi mention,mencuci baju mereka dan memasak untuk mereka semua,aku sangat tersiksa hingga aku berusaha lari dari mention itu, malangnya pengawal Paman bisa membawaku kembali ke mention itu, sebagai hukuman Paman mengurung ku di dalam kandang anjing,aku hidup di kandang anjing selama bertahun-tahun,aku makan dan minum bersama anjing-anjing itu,karena kasihan Seorang pelayan baru memberiku sebuah sekop tanah yang berukuran kecil agar aku bisa membuat lubang untuk menembus ke luar kandang,aku menggali tanah setiap hari,hingga berhasil aku kembali mencoba lari sejauh mungkin sampai di dalam hutan,aku tersesat dan tak tahu arah jalan untuk keluar dari hutan itu,nahasnya lagi kaki ku tersangkut oleh akar dan kalian menemukanku".

"apa?Jhon dan Duan sudah tiada?",air mata Kakek jatuh tak tertahankan "selama ini aku mencari keberadaanya,kami berpisah saat Jhon memutuskan untuk pindah,karena sama-sama sibuk kami tak bisa berkomunikasi secara rutin,mungkin Jhon juga kecewa kepadaku karena", Kakek berhenti sejenak dia mengusap Airmatanya.

"dahulu keadaan perusahaan Kakek mengalami guncangan yang sangat dahsyat,hampir saja perusahaan itu runtuh karena banyaknya orang-orang yang curang memakan dana perusahaan, Kakek terlalu sibuk memikirkan bagaimana perusahaan bisa berdiri kembali,aku menolak bantuan dari Jhon Kakekmu karena saat itu aku masih mampu untuk berusaha sendiri,namun Jhon yang merasa aku tidak menganggapnya sahabat lagi menjadi marah dan tersinggung,dia memutuskan komunikasi,beliau sangat marah kepadaku".

"sebenarnya Elena dan Arion telah kami jodohkan sewaktu masih kecil,saat itu usiamu masih balita dan Arion juga dua tahun lebih tua darimu,kami janji untuk mempererat persahabatan kami akan menikahkan kalian saat kalian dewasa,perjanjian itu kami buat sebelum Kakek mu salah paham dan marah kepadaku,aku yang sangat memegang janji meminta Arion untuk mencari keluarga Shirley namun Arion menolak perjanjian konyol kami dahulu,dia lebih memilih Tara kekasihnya,aku yang sangat malu tidak berani lagi mencari keberadaan kalian,aku juga heran mengapa Jhon tidak pernah datang kepadaku lagi untuk membahas perjodohan itu, rupanya sahabatku telah lama pergi Bahkan saat kalian masih belum dewasa".

persahabatan Kakek Wilson dan tuan Shirley sangat dekat,seperti persahabatan Arion,Denis dan Max mereka saling mendukung satu sama lain,saling menyayangi hingga kekecewaan timbul di hati tuan Jhon karena tuan Wilson menolak bantuan darinya.

mata elena basah sejak tadi,dia baru tahu jika dirinya dan Arion adalah jodoh saat masih kecil,"pantas saja tuan Arion menolak ku,aku memang tidak layak untuknya",ucap Elena tersenyum getir.

"sebenarnya Kakek juga pernah bercerita kepadaku saat aku masih sekolah dasar kelas lima, Kakek bilang aku sudah memiliki jodoh", Elena tersenyum pahit "aku setiap hari duduk di pintu kandang menunggu jodohku datang untuk menjemput ku dari dalam kurungan", Elena menangis terisak,"tetapi tidak apa-apa setidaknya aku tidak perlu lagi menunggunya tuhan telah memberikan jawaban atas pertanyaanku selama ini".

Elena juga tak pernah menyangka ternyata Arion lah orang yang dia tunggu selama ini.

"apa?,kau menunggu jodoh yang di katakan Kakekmu?",tanya Kakek dia terkejut.

Elena mengangguk "hmm,tidak ada harapan lagi di hidupku selain menunggunya datang mengajakku pergi dari sarang penderitaan,itu juga yang menjadi sebab mengapa aku tetap tinggal di mention itu,aku takut jika aku pergi jodohku akan menjemput ku di saat aku tidak lagi tinggal di sana".

Kakek terdiam beberapa saat, "maafkan Kakek nak, maafkanlah Kakekmu ini,kau adalah cucuku aku dan Jhon adalah saudara sampai mati, begitu juga dengan dirimu,kau adalah cucuku sampai mati", Kakek menyeka airmata Elena.

"tidak apa-apa Kek,setidaknya aku bahagia sudah mendapatkan jawaban ini,jika tidak aku akan mengatakan pada orang-orang jodoh ku akan segera tiba,seperti yang aku lakukan dahulu", Elena tertawa terbahak-bahak dia mengingat setiap kali ada yang mengganggunya pasti dia akan mengatakan "awas saja jodohku akan segera datang!", Elena terus tertawa sambil menyeka airmata yang berjatuhan.

begitu juga Kakek ikut tertawa meski dia merasa sangat bersalah,dia memaksakan tawanya,mereka tidak tahu sejak tadi Arion mendengar semua apa yang mereka bicarakan,dia bukan menyesal karena tak menikahi Elena,tetapi kasihan dengan kehidupan Elena yang sangat menderita,harapan seorang gadis menunggu di jemput oleh jodoh yang telah menikah dengan orang lain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!