Tara yang tak mengerti makin penasaran mendekat dan meremas milik Arion yang sedang berdiri tegak,belum sempat Tara menyentuhnya Arion langsung menghindar.
"Tara aku sedang batuk dan flu setelah di periksa aku terinfeksi virus x yang setahun lalu viral kini masih tersebar lagi meski tidak banyak,mungkin semalam aku bertemu dengan kolega dari luar negeri",Arion segera masuk ke dalam kamar mandi,dia harus menahan hasratnya.
"UPS",Tara langsung menjauh dari Arion.
"sialan,mengapa tidak bilang dari tadi".
Tara langsung berbalik badan meninggalkan Arion yang setengah mati menahan hasratnya.
Arion hanya kasihan pada Tara yang baru saja menggugurkan kandungannya,tentu sebagai laki-laki dewasa Arion tahu rahim Tara pasti masih rentan,lagi pula Arion masih terbayang bagaimana pamannya meniduri Tara,dia sangat membenci itu.
setelah menuntaskan hasratnya di kamar mandi Arion segera beristirahat dan tidur, sebelum itu dia memandangi foto Tara yang ada di ponselnya,dia tersenyum dan berdoa semoga Tara akan berubah suatu saat nanti,mata Arion mulai meredup dan akhirnya terlelap.
sedangkan Tara di dalam kamar sedang menelpon sang mama.
"sudah ma,vila di pantai Marina sudah Arion beli untukku,dia sudah memberikan surat dan membalikkan atas nama Tara".
Terdengar suara histeris di seberang sana,"waahhhh bagus Tara,kamu harus mengambil semua harta kekayaan Arion",nyonya Diana sangat senang mendengar kabar dari Tara.
"lalu bagaimana dengan harta yang lain?".
"Restoran Atar,perumahan mewah Atar sepuluh rumah Arion berikan kepadaku,hotel bintang lima di depan pantai indah juga sudah dia tandatangani ma", Tara duduk di depan cermin sambil memakai skincare untuk merawat wajahnya di malam hari.
Nyonya Diana menghela napas, "itu masih kurang Tara,bahkan sampai saat ini satu perusahaan pun belum kau kuasai,bagaimana mungkin seorang Arion yang banyak bisnis dan perusahaan begitu pelit dengan istri yang dia cintai".
"Arion bilang semua perusahaannya adalah milik Kakek,dia hanya mengelolanya saja ma,harta kekayaan mendiang ayahnya sudah di serahkan semuanya pada om Jona",Tara meraih kapas untuk membersihkan bibirnya dari lipstik,"yang di kelola Arion adalah perusahan Kakek".
Mata Nyonya Diana membelalak,"memang tidak berguna, untung saja kau mencintai orang yang tepat,tuan Jona memang serasi dengan mu,dia kaya raya,belum lagi warisan dari burung beo itu nanti,pasti akan dilimpahkan semuanya pada Jona",suara Nyonya Diana meledak.
Tara tersenyum,dia bergaya anggun di depan kaca,"tentu saja ma,cintaku tidak akan singgah pada orang yang salah".
mereka terus berbincang hingga larut malam,mengenai burung Beo,Nyonya Diana selalu berkelahi dengan tuan Wilson Kakeknya Arion,dia sangat membenci kakek Arion yang sangat usil padanya,mulut kakek tak pernah berhenti bicara jika bertemu dengan Nyonya Diana,selalu saja ada pertengkaran yang mereka ciptakan bila bertemu,itulah sebab tuan Wilson dipanggil nyonya Diana dengan burung Beo.
pagi hari Arion sudah bangun,dia tahu kesehatan Tara belum begitu pulih,Arion menyiapkan berbagai macam jenis hidangan agar Tara bisa mendapatkan nutrisi dan gizi yang baik untuk pemulihannya.
"Arion?setiap kali mama ke sini kau pasti memasak,Apa para pembantu di rumah ini sudah tidak bisa melayani mu lagi?",nyonya Diana baru saja tiba langsung masuk ke dapur,dia tahu saat Arion dan Tara di rumah Arion akan membuatkan makanan untuk Tara di pagi hari.
"mama?mau ke mana pagi-pagi begini sudah cantik sekali",puji Arion ia sengaja ingin mengubah pembicaraan yang menurutnya tak bermutu dan hanya buang-buang waktu.
Nyonya Diana tersenyum lebar,dia merasa tersanjung dengan pujian menantunya yang bergelimang harta kekayaan itu "ah kau ini bisa saja,mama mau pergi bersama Tara,kami mau belanja,karena itulah mama datang pagi-pagi kesini".
Arion mengangguk sambil menghidangkan makanan di atas meja,dia sengaja mengalihkan pembicaraan,setiap kali mama Diana datang dia selalu bersikap sombong pada para pekerja di rumah Arion,padahal keluarganya bukan berasal dari keluarga kaya raya,ayah Tara adalah seorang mafia bayaran yang sangat terkenal akan kekejamannya,namun dia tewas kecelakaan saat Arion mengejarnya karena mereka memang bermusuhan saat itu,tetapi Arion benar-benar tak sengaja menabraknya.
"hum,Arion mama ingin sekali mengganti berlian,apa di toko mu ada perhiasan dari berlian terbaru?",nyonya Diana mengubah raut wajahnya menjadi manja pada menantunya.
Arion mengangguk dan tersenyum
"ada ma,ambil saja apa pun yang mama suka di toko,ajak Tara sekalian".
Tara yang baru saja turun langsung mengajak mamanya untuk pergi "ayo ma".
"makanlah dahulu kesehatanmu masih belum pulih Tara,aku tak mau terjadi sesuatu padamu",Arion menyendok makanan menyuapkannya pada Tara.
Wajah Tara terlihat memerah,dia mengepalkan tangannya "Arion aku sudah bilang,aku tidak suka makanan seperti ini,semua ini akan membuatku gemuk, keterlaluan",Tara segera meninggalkan meja makan dia hanya minum air putih sambil menatap tajam pada Arion yang terlihat kecewa,"ayo ma".
melihat ekspresi wajah Arion yang berubah suram nyonya Diana tidak tega "sebentar mama sarapan dahulu Tara,Arion masakanmu sangat enak",nyonya Diana melahap makanan yang di masak Arion.
Arion tersenyum tipis,entah berapa banyak luka yang telah Tara perbuat,tapi Arion tetap bersabar.
Saat di dalam mobil nyonya Diana langsung memarahi Tara "apa apaan kamu?,menolak masakan Arion,kau harus ingat dengan tujuan kita Tara".
"aku sangat tidak suka makanan ma,mengertilah,semua makanan yang dimasak Arion berlemak,daging,Ikan,bagaimana aku bisa hidup lebih lama dengan orang bodoh seperti dia?",Tara melipat kedua tangannya,dia memandangi ke arah luar jendela mobil.
nyonya Diana menggeleng "untuk lain kali jaga bicara mu pada Arion",nyonya Diana mendorong dahi Tara dengan telunjuknya,"bagaimana mau mendapatkan seluruh hartanya jika kau selalu membuatnya kecewa,apa salahnya kau mengulum makanan yang ia suap tadi?,kau bisa membuangnya di toilet".
Wajah Tara berkerut,dia berdecak tak setuju,namun Tara malas melayani mamanya,dia terpaksa diam meskipun moodnya telah berubah.
Arion yang sangat kecewa sama sekali tidak menyentuh makanan yang dia masak,dia membagikannya pada pekerja di rumah.
Saat di kantor para sahabatnya telah menunggu,mulai hari ini orang suruhan dari kelompok Arion akan memantau Tara dan tuan Jona,Arion ingin tahu apa saja yang Mereka sembunyikan selama ini,sejak kapan Tara dan tuan Jona berhubungan.
"ada apa?,pagi-pagi kalian sudah datang ke kantor ku",Arion duduk di kursi kebesarannya sambil membenarkan dasi di leher.
Melihat Arion yang baru saja tiba Denis dan Max segera berdiri "ada apa kau bilang?dasar teman sialan,saat berangkat ke sini aku melihat Tara dan ibu mertuamu yang mulutnya pedas seperti sambal itu pergi bersama tuan Jona".
Arion mengangguk "ya, berarti mama Diana mengetahuinya",Arion menghela napas berat "tak ku sangka".
"aku juga sudah memberi pelajaran pada Dokter dan para perawat yang ikut terlibat di klinik kemarin,jika aku menjadi dirimu bukan saja dokter itu yang harus di hukum tetapi Tara juga".ucap Max.
Arion mematikan rokoknya,"aku percaya Tara akan berubah,suatu yang saat nanti kami akan menjadi keluarga yang harmonis".
Max dan Denis saling berpandangan mereka tahu jika Arion memang telah di butakan oleh cintanya.
"aku melihat raut wajah para karyawan mu sangat prihatin terhadap pria mandul yang menjadi Bos mereka",kekeh Max.
Arion dan Denis juga memperhatikan kiri kanan,mereka sedang berjalan untuk pergi ke luar kantor,namun para karyawan memandangi Arion dengan raut kasihan,bahkan ada yang berbisik di belakang menyayangkan sikap Arion yang arogan hingga mengamuk karena tidak bisa menerima kenyataan saat di klinik kemarin,padahal mereka tidak mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya,jika mereka yang berada di posisi Arion,pasti mereka juga akan berbuat hal yang sama terhadap klinik terkutuk itu.
"aku sudah tahu siapa yang menyebarkan Video mu, hackers andalan kita sudah mengantongi namanya,tenang saja mereka akan di bawa ke markas untuk di beri pelajaran",ucap Denis.
mereka masuk ke dalam mobil untuk pergi ke markas besar.
"habisi saja mereka",ucap Arion datar.
tentu saja Max dan Denis akan melakukan itu, siapa pun yang menginjak kaki di markas itu akan di pastikan nyawa mereka akan melayang,termasuk para dokter yang membunuh benih Arion.
Saat tiba di markas Arion segera masuk di ikuti Denis dan Max di belakang nya,Arion melarang sahabatnya untuk membunuh Dokter-dokter itu,karena dia sendiri yang akan menghabisi nyawa mereka.
"tuan lepaskan kami",ucap pemilik klinik yang di ikat di dalam sel bawah tanah,para dokter juga berada di sana dengan keadaan mengenaskan.
rahang Arion mengeras "katakan kepadaku berapa kali Tara menggugurkan kandungannya".
"lebih dari tiga kali tuan ".ucap salah seorang dokter dari sudut ruangan.
mereka menangis menghiba,"tuan, lepaskan kami,setelah ini kami tidak akan pernah melakukan hal keji itu lagi tuan,lagi pula nyonya Tara bilang yang di buang itu bukanlah bayi tuan saja".
Mendengar ucapan itu Arion langsung mendidih dia langsung menembak satu persatu tahanannya termasuk penyebar video Arion di klinik kemarin,ia takkan memberikan pengampunan pada mereka yang berbuat jahat.
"berikan mereka pada buaya peliharaan kita",tubuh Arion di penuhi dengan darah,dia segera membersihkannya dan berganti pakaian.
Satu persatu orang-orang yang di bunuh tadi di lempar ke kolam Buaya.
"kelihatannya mereka sangat lapar",ucap Max.
Arion meneguk wine yang ada di atas meja mereka melihat para buaya dari jendela markas,dia merasa puas telah membunuh para penjahat yang selama ini menjelma jadi malaikat,entah berapa banyak mereka membunuh para bayi yang tidak bersalah,tentu saja perilaku itu juga sangat di larang oleh negara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments