Hari-hari berlalu Tara tak kunjung kembali kerumah,Arion setiap malam menunggu kepulangan sang Tara.
jika Tara marah pada Arion,dia akan pergi berhari-hari hingga dia puas berpetualang di luar sana,Tara akan kembali dengan sendirinya jika ingin sesuatu dari Arion.
Ini adalah hari ke lima Tara pergi,karena sudah terbiasa Arion hanya bisa menunggu Tara di rumah,Arion pernah menjemput Tara di tempat pesta Namun Tara malah membuat Arion malu.
Saat pagi hari,Arion hanya sarapan sendiri di meja makan,begitu juga siang dan malam,cintanya yang sangat dalam membiarkan Tara hidup dalam kebebasan,Arion tidak bisa melarang Tara,karena Tara akan mengungkit kematian sang ayah yang di akibatkan oleh Arion yang tanpa sengaja menabrak sang ayah yang tengah mabuk di jalanan,membuat ayah Tara kehilangan nyawa setelah di rawat beberapa hari di rumah sakit,Arion merasa bertanggung jawab meski yang salah adalah ayahnya Tara,dia menikahkan Tara di rumah sakit,ayah Tara juga berpesan agar selalu tetap bersama Tara apa pun yang terjadi.
Ting..
Bunyi ponsel Arion berdenting,ternyata pesan dari sepupunya Brian.
[kak,aku melihat kak Tara keluar di klinik kasih ibu,apa kakak ipar sedang hamil?],tanya Brian.
[kirim alamat lengkapnya],balas Arion
[jalan HOS Cokroaminoto sebelah hotel Mahendra].
Brian segera mengirim lokasi di mana dia melihat Tara keluar dari sebuah klinik kandungan.
Arion segera berganti pakaian,dia ingin tahu kabar baik dari Tara.
apa mungkin Tara sedang hamil?.
Arion tak bisa membayangkan bagaimana bahagianya perasaan nya saat ini.
Saat tiba di depan klinik Arion segera turun dari mobilnya,dari kejauhan Brian melihat kakak sepupunya yang sedang tersenyum bahagia.
orang-orang yang sedang antre terus melirik ke arah Arion,ada juga yang mengelus perutnya sambil bergumam semoga kelak bayi mereka tampan dan terhormat seperti Arion Wilson.
melihat kedatangan Arion para penjaga kasir langsung menyambut kedatangannya,"ada yang bisa kami bantu pak?",tanya seorang kasir pada Arion.
mata Arion melirik ke sekitar ruang tunggu dia tidak melihat Tara di sana "di mana istriku Tara?".
Arion melihat ke arah para kasir dan karyawan yang terdiam,keningnya berkerut,ada perasaan yang tak bisa di Utara kan oleh Arion saat melihat karyawan yang gugup.
"pak,kami tidak melihat istri Anda",seorang karyawan menjawab dengan gugup.
Melihat karyawan yang tidak jelas dan mencurigakan Arion langsung menduga,sesuatu telah terjadi di dalam sana.
Arion dengan langkah cepat berdiri di depan pintu tempat dokter sedang memeriksa pasien.
Para wanita dan suaminya yang menemani hanya terdiam melihat raut wajah marah Arion,mereka hanya menyaksikan Arion yang sedang menahan emosinya.
Bukh..
Arion mengetuk pintu dengan kencang"buka pintunya".
"maaf pak,jika bapak ingin berkonsultasi silakan anda ikut mengantre",ucap salah seorang laki-laki yang sedang menunggu istrinya periksa kandungan.
Arion menatap geram,dia tak memedulikan ucapan laki-laki itu,dia langsung menendang pintu hingga terbuka lebar,saat pintu terbuka dia langsung masuk.
ibu-ibu yang sedang melakukan USG segera menutup perutnya,begitu juga dengan dokter segera menghampiri Arion,"maaf pak,kami sedang memeriksa pasien",dokter kandungan itu menunduk pada Arion,dia tahu jika Arion adalah orang penting di kota mereka.
"di mana Tara?",tanya Arion
"sejak tadi saya tidak melihat ibu Tara pak,mungkin ibu Tara masuk ke ruangan sebelah,bagian cek kesuburan ada di ruangan sebelah",Arion segera keluar,dia juga mengetuk pintu sebelah,mengabaikan orang-orang yang sedang berbisik tentangnya.
"Tara?",pekik Arion.
kriett....
seorang suster membuka pintu ruangan,"maaf pak mohon untuk tidak berbuat keributan di sini,karena kami sedang melaksanakan pemeriksaan terhadap pasien",namun Arion mendorong tubuh suster tersebut,dia masuk ke dalam ruang khusus untuk mengecek kesuburan,tidak ada siapa pun di sana,hanya ada dokter yang sedang melihat hasil laboratorium untuk pasiennya yang sedang berbaring di atas ranjang.
Arion keluar,dia mulai gusar,tidak mungkin Tara tidak ada di klinik ini,selain Brian dia juga melihat mobil Tara yang terparkir di depan klinik.
Arion memeriksa seluruh ruangan,dia terlihat panik ketika tidak menemukan Tara,para pengawal yang ikut mencari juga menggeleng kepala mereka ke arah Arion.
mendengar ada keributan pemilik klinik segera datang untuk menyudahi pencarian Arion,"pak kami mohon kami sama sekali tidak melihat istri Anda,tolong jangan berbuat keributan di sini,lihatlah para ibu-ibu yang sedang hamil terlihat ketakutan",Arion juga melirik ke arah ibu-ibu yang memang tampak ngeri melihatnya.
"periksa CCTV klinik ini",ucap Brian yang baru saja tiba,dia mengetahui dari pengawal Arion jika Arion tidak bisa menemukan keberadaan Tara.
"maaf pak,kami tidak bisa memeriksa CCTV jika tidak ada tujuan mendesak,kami juga tidak bisa menunjukkan hasil CCTV kami jika bukan pemilik klinik yang memintanya",ucap seorang laki-laki yang bertugas untuk mengawasi CCTV dan keamanan klinik.
Arion segera mencengkram leher pemilik klinik "cepat katakan padanya".
"b.baik lah tetapi lepas kan saya pak saya masih ingin hidup",mereka sangat mengetahui siapa Arion,pria berwajah dingin dan berbahaya ini akan sangat berbahaya jika sedang dalam kemarahan.
Brian dan pengawalnya juga ikut mencari keberadaan Tara,dia tahu betul apa yang kakak iparnya lakukan jika di sini.
"kakak lihat tangga itu".
Arion mengurungkan niatnya mengecek CCTV,dia berlari ke lantai atas di ikuti oleh pengawal yang menerobos masuk, orang-orang yang sedang menunggu tadi segera keluar pergi,sebelumnya seorang pengawal Arion sudah mengingatkan jangan ada yang berani membuka mulut mengenai kejadian ini,semuanya mengangguk paham dan segera keluar.
"Brian urus pemilik klinik juga para dokter yang terlibat",pekik Arion,Brian segera melaksanakan perintah Arion.
Tak.tak.tak.
Sepatu Arion berbunyi nyaring,di lantai atas sangat sepi,tidak seperti di bawah,ada beberapa orang yang akan melahirkan dan para wanita hamil yang sedang memeriksa kandungannya.
hanya ada tiga ruangan di lantai itu,yang paling sudut berisi tempat berkas-berkas lama yang di tumpuk yang satunya lagi hanya digunakan sebagai gudang persediaan alat-alat medis seperti obat dan barang lainnya.
Brak..
Arion segera menendang satu ruangan yang tersisa,dia melihat seorang dokter dan perawat yang sedang mengemas semua alat-alat medis yang mereka gunakan,ada beberapa plastik bekas darah dan sampah medis lainnya yang sedang di kemas oleh seorang perawat.
Mereka sangat terkejut dengan kehadiran Arion,dokter yang sepertinya sudah selesai melakukan tugasnya juga berubah pucat,seluruh tubuhnya bergetar hebat saat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini,seorang Arion dengan wajah merah dan mata berair sangat terlihat menakutkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments