kemarahan paman Arion

"lain kali ganti saja lantai ini dengan tanah,agar aku bisa bercocok tanam di dalam rumah", kakek selalu saja membantah ucapan tuan Jona.

"jika ayah mau, aku sudah melakukannya sejak lama,pasti hewan seperti lintah dan kutu babi akan menggigit tubuh ayah",tuan Jona menjulurkan lidahnya.

"sekalian saja kau ajak vampir tidur agar darahmu kering tak bersisa".

Brian dan Arion hanya bisa menggelengkan kepala,mereka sudah terbiasa dengan candaan seperti ini.

Setelah selesai sarapan kakek langsung mengajak Arion ke ruang keluarga mereka akan bermain game atau menonton televisi.

Paman Jona yang bersiap untuk pergi ke kantor melirik ke arah Arion "bagaimana kabar Tara istrimu itu?".

"hum,dia baik",jawab Arion sambil mengubah siaran televisi.

"bagus,jangan sampai dia membuat masalah lagi,aku sudah sering mendengar tentang Tara di luar sana",tuan Jona melipat kancing lengan kemejanya.

Arion hanya diam,namun kakek menggeleng sambil tertawa kecil "kerusakan mata Arion sangat parah,bahkan lebih parah dari mataku".

"apa maksud kakek?",tanya Brian.

"pada zaman aku masih muda dahulu,wanita seperti istri Arion itu bukanlah tipe lelaki kaya raya seperti kami,wanita yang kurus kering seperti cacing begitu hanya laku menjadi tukang cuci baju di rumah kami,tidak ada artis dengan tubuh seperti papan begitu,semua wanita yang kami kejar mempunyai tubuh berisi di sini, Di sini dan di sini",kakek berdiri membusungkan dadanya dan bokong yang sengaja di tonjolkan.

Brian tertawa terbahak-bahak "benar juga",Brian memberi acungan jempol pada kakek.

"kau memang pria sejati,tetapi bagaimana bisa nenek mau dengan pria yang tak bisa menjaga ucapan seperti kakek?.

apa kakek dahulu sopan dan tak banyak bicara seperti sekarang?",Brian sengaja mengejek kakek.

"hey,aku tuan Wilson yang kaya raya dan berhati malaikat,selain tampan aku juga dermawan,siapa yang tak jatuh hati kepadaku?",kakek berdiri tegak menunjukkan sisa ketampanan dan kegagahan.

Tuan Jona hanya menggeleng membiarkan ayahnya bertingkah,dia tak kuasa melihatnya lagi.

"aku pergi dahulu ayah,Arion paman berangkat kekantor,pulanglah jika kau sudah tidak sanggup menghadapi kakekmu",ucap tuan Jona.

Tuan Jona segera menghindar jika tidak sandal karet kakek akan mendarat di pipinya.

"CK sudahlah berisik lihat ada berita kebakaran",Ucap Arion dia sangat jengkel pada kakek.

"aku tidak suka berita Arion,cari film kartun atau hal-hal yang menyenangkan",kakek mengalih siaran.

tangan Arion segera menghentikan kakek,dia melihat salah satu siaran televisi menayangkan saat dia keluar dari klinik tadi pagi,zaman sekarang serba canggih,semua berita akan cepat tersebar ke mana-mana.

"nyonya Tara tolong jelaskan mengapa anda dan pak Arion bertengkar di klinik kasih ibu tadi pagi?",para wartawan mengejar tara saat melihat Tara keluar dari salah satu studio pemotretan.

Tara segera berbalik badan menghadapi para wartawan yang menunggu klarifikasi darinya,dia membenarkan rambut dan kacamata terlebih dahulu "suamiku selama ini sangat ingin mempunyai keturunan,karena tak kunjung di anugerahi kami melakukan berbagai cara hingga mengikuti program kehamilan,satu Minggu lalu kami melakukan tes kesuburan,ternyata hasilnya Arion ..",Tara diam raut wajahnya menunjukkan kesedihan"yah begitulah,Arion mengamuk di sana hingga orang-orang yang menunggu jadi terganggu,tetapi kami sudah berdamai dengan pihak klinik jadi tolong jangan lagi bertanya apa pun mengenai hal ini pada Arion,terima kasih saya permisi",Tara segera pergi memasuki mobil mewahnya meninggal kan kerumunan yang tercengang dengan pernyataan dari Tara,ternyata Arion mandul.

tangan Arion yang bergetar dia tak menyangka Tara bisa memutar balikkan fakta seperti ini,padahal kenyataannya adalah Tara menggugurkan kandungannya.

pok.pok.pok

Brian bertepuk tangan "wah pantas saja dia menjadi seorang aktris,ternyata dia sangat pintar berakting".

kakek yang masih kebingungan hanya menatap wajah Arion,"benarkah apa yang di katakan cacing itu?",kakek menunjuk ke arah televisi yang masih menyala.

Arion menggeleng dia tak sanggup mengatakan apa pun pada kakek,nanti kakek pasti akan tambah membenci istrinya.

"dia berbohong kek,dia dialah yang mandul", sebenernya Brian ingin berkata jujur namun Arion memberikan kode padanya.

kakek tertawa mendengar ucapan Brian "itu sangat mudah Arion,kau tinggal menyewa lima gadis untuk kau buat hamil dengan begitu kau bisa membuktikan jika dirinya lah yang sebenarnya mandul".

kakek menepuk bahu Arion,melihat mata Arion berkaca-kaca kakek langsung memeluk Arion dengan erat,sebenarnya kakek juga merasa kasihan,dia hanya pura-pura bahagia di depan Arion,sejak Arion tiba di mention kakek sudah tahu ada sesuatu yang terjadi pada cucu kesayangannya ini,Arion selalu datang pada kakek jika dia sedang bersedih.

"aku tidak tahu apa yang telah kau alami saat di belakang ku,tetapi melihat matamu ada luka yang sangat dalam yang sedang kau sembunyikan",kakek membelai rambut Arion.

Arion melepaskan pelukannya "aku tidak apa-apa kek",Arion tersenyum pada kakek.

"tinggalkan Tara,apa yang kau kejar darinya?padahal kau bisa menikahi gadis lebih cantik darinya,lebih baik darinya".

Brian juga mengangguk membenarkan ucapan kakek,"aku banyak mengenal wanita cantik yang masih bersegel bukan kaleng bekas seperti Tara,mereka pasti sangat bersedia mendampingi kakak dengan tulus,melahirkan keturunan yang lucu-lucu,untuk apa hidup begini?apa ini yang namanya pernikahan,jika memang begini aku tidak perlu menikah,aku bisa menyewa perempuan sebagai pemuas nafsu ku tidak perlu menikah seperti kakak".

Bukh..

kakek menepuk bahu Brian"kau ini,tidak boleh begitu Brian,menikah adalah hubungan yang sakral bukan hanya urusan ranjang,tidak semua pernikahan bisa menyiksa,hanya pernikahan tertentu saja yang bisa bertahan sejauh ini,tetapi kalau kau menikah dan mencari wanita yang sama seperti isteri Arion entahlah",kakek menarik napas dalam dan membuangnya.

"aku harus memberi Tara pelajaran",ketiga pria yang sedang Asyik mengobrol menoleh pada suara,mereka sangat terkejut,wajah Arion memucat saat melihat tuan Jona ternyata berdiri di belakang mereka sejak tadi.

"papa?",ucap Brian,ia juga tahu bagaimana kemarahan ayahnya.

Tuan Jona menggeleng,"aku akan menghabisi Tara,aku sudah mendapatkan informasi yang benar",tuan Jona menggenggam ponselnya, rahangnya mengeras "kurang ajar".

dia segera meninggalkan mention bersama pengawalnya,tuan Jona di kenal sebagai lelaki yang sangat kejam bila dengan musuhnya,dia bisa saja membunuh Tara saat ini.

Arion segera bangun dari sofa untuk menyusul sang paman,"kakek aku harus pergi,aku takut paman akan melukai Tara".

Arion sangat mencintai Tara apa pun kesalahan Tara dia tidak pernah menghukum atau memarahinya dia tak ingin paman Jona ikut campur masalah rumah tangganya,terlebih orang itu adalah pamannya sendiri yang sangat kejam.

sejak awal hubungan Arion dan Tara memang sudah di tolak oleh keluarga Arion,karena cinta Arion tetap menikahinya,kakek juga sudah melarang sebab Tara adalah putri dari orang yang meninggal karena tertabrak oleh Arion,Tara hanya memanfaatkan Arion untuk membalas dendam atas kematian ayahnya,dia sengaja berbuat sesuka hati karena Arion tidak akan meninggalkannya Arion telanjur mencintai Tara dan bersumpah tidak akan meninggalkan Tara dalam keadaan apa pun,sumpah seorang pria sejati tidak akan pernah Arion lupakan,ia akan terus memegang sumpah itu hingga takdir yang memisahkan.

Di dalam mobil Arion sangat panik,dia meminta sopir untuk lebih mempercepat laju mobil,"pak tolong lebih cepat lagi",dia tidak tahu ke mana arah tuan Jona saat ini,Arion juga bingung ke mana jalan yang harus dia tempuh,Tara tidak pernah meninggalkan jejaknya, jadi Arion memang sulit jika mencari Tara.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!