Kakek akhirnya bisa bernapas lega,"syukurlah kakek pikir dia hantu karena gaunnya berwarna putih".
Arion meraih tubuh gadis cantik itu dia menggoyangkan badannya "hey,bangunlah".
"Yon, gadis ini terluka dan pingsan sebaiknya kita bawa ke perkemahan,tidak mungkin kita meninggalkan dia sendiri di hutan seperti ini",ucap kakek.
Arion terdiam sejenak,mencoba berpikir untuk apa gadis ini seorang diri di hutan?,dia melirik ke kiri dan kanan seluas matanya memandang tidak ada rumah warga di dekat kaki gunung itu,hari sudah hampir gelap tidak ada waktu lagi untuk berpikir terlalu lama,dia segera membawa tubuh gadis yang terkulai lemah itu menuju perkemahan,tubuhnya yang tegap dan kekar tidak berpengaruh besar terhadap seberapa berat badan gadis yang ada di dalam gendongannya kini.
Saat tiba di perkemahan kakek terduduk lelah,dia menghempaskan tubuhnya di dalam kemah,Arion segera menurunkan gadis itu meletakkannya di dalam tenda,Max dan Denis segera mendekat pandangan mereka lekat pada seseorang orang Arion bawa.
Saat melihat wajah gadis yang masih terlelap itu Max dan Denis menutup mulutnya,mata mereka berkedip-kedip melihat seorang gadis yang sangat cantik,kulitnya putih mulus,dia bukan gadis dari kalangan biasa,dari mana Arion dan kakek mendapatkan gadis ini.
"apa dia bidadari",tanya Denis.
Arion menghembuskan napas kasar.
"kau terlalu banyak menonton dongeng ya?".
"apa ada lagi di sana?",mata Max terus menatap gadis itu hanya tangannya menunjuk ke arah di mana Arion dan kakek pergi tadi,jika ada Max juga akan membawakan untuk dirinya satu.
kakek merobek baju kaus bagian dalam di tubuhnya "ikat kaki gadis ini agar darahnya tidak makin banyak".
"lukanya lumayan dalam",ucap Arion,dia segera mengikat kaki mulus gadis itu dengan erat.
Terdengar suara gemuruh orang-orang dari dalam hutan,mereka membawa senjata dan berseragam hitam.
Gadis itu perlahan membuka matanya, mendengar suara orang-orang memanggil namanya dia segera bersembunyi di sudut tenda,keempat lelaki yang masih menatapnya mengerutkan kening,mereka baru memahami sesuatu yang terjadi pada gadis ini,dia di kejar oleh orang-orang yang sepertinya dari kelompok tertentu.
Karena melihat ada sebuah tenda,ketua kelompok itu mencoba bertanya,mereka mendekat ke arah tenda.
"maaf mengganggu tuan,apa anda melihat seorang gadis melintas di daerah sini?".
Max yang berada di depan pintu tenda segera keluar,begitu juga dengan Denis sebelum menjawab mereka melirik satu sama lain mereka bingung antara berkata ada atau tidak.
Mereka hanya bisa menggeleng tanpa bersuara,antara ingin mengiyakan atau tidak.
Melihat gelagat aneh kedua orang ini pengawal saling memandang satu sama lain,mereka curiga,"tuan,bisakah kami memeriksa ke dalam tenda kalian".
Mendengar itu Arion langsung keluar,"maaf kakek saya sedang beristirahat,dia tiba-tiba terserang demam",melihat ketegasan dan penampilan Arion seperti para pengawal itu paham,pengawal tersebut memang melihat kakek sedang terbaring di dalam tenda dengan mata yang terpejam,mereka ini mungkin juga memiliki kelompok,karena penampilan ketiga orang ini sungguh menunjukkan aura kepemimpinan yang kuat.
Sambil mengangguk para pengawal tersebut mundur,"baiklah tuan,maaf telah mengangguk waktu anda",mereka segera melangkah pergi ke arah lain,kakek mengusap dadanya lega.
Gadis itu masih meringkuk di sudut tenda dengan keadaan bergetar,keringat muncul dari pelipis dan dahinya.
"tuan,jangan katakan",dia terus bergumam ketakutan.
Melihat itu kakek segera mendekat padanya "mereka sudah pergi,lukamu ini sangat dalam",Kakek melihat darah yang merembes ke kain yang telah di diikat di kaki gadis itu.
Arion, Max dan Denis masih di luar sambil menghidupkan api unggun untuk penerangan,mereka juga membawa lampu emergency yang di letakkan di tenda.
"kemarilah bocah,gadis ini harus kita bawa ke rumah sakit,dia makin lemah",separuh badan kakek keluar dari tenda untuk memanggil tiga orang yang dia sebut bocah,hanya kakek yang bisa memanggil mereka dengan sebutan bocah.
Max dan Denis segera berebut untuk melihat keadaan gadis itu.
"biar aku beri dia napas buatan",Denis segera menarik baju Max dari belakang.
"sial,dia lemah bukan lemas karena tenggelam bodoh",Max menarik kaki Denis.
kakek tak bisa berkata-kata dia hanya heran dengan Max dan Denis yang selalu seperti anak kecil,mereka sangat di segani karena menjadi pemimpin ribuan tenaga kerja di perusahaan masing-masing, mereka berlagak seperti lelaki sejati,gagah,tampan,kaya raya, sangat memesona,padahal jika bergaul sesama mereka,Denis dan Max tak ubah seperti kucing dan tikus,sedangkan Arion adalah seekor anjing garang yang selalu memarahi mereka.
Arion segera mendorong kedua sahabatnya ke tepi, "CK,berhenti,atau aku akan menyerahkan gadis ini pada orang-orang tadi".
Arion juga melihat gadis itu terkulai lemah, wajah yang putih menjadi makin putih seperti tak berdarah,dia segera meraih tubuh gadis itu masuk ke dalam gendongannya.
"ayo cepatlah, kita harus membawanya ke rumah sakit".
mereka meraih tas masing-masing segera masuk ke dalam mobil,meninggal kan tenda yang masih berdiri,mereka akan memesan banyak lagi tenda yang lebih canggih,jika bisa tenda yang bisa berjalan mengikuti ke mana langkah kaki mereka.
tiga mobil hutan itu terus melaju memecah kesunyian,kiri kanan kawasan hutan yang mereka lewati sangat gelap,tidak ada cahaya lain kecuali cahaya lampu mobil yang terang benderang.
Arion tidak menuju ke arah rumah sakit miliknya,dia membawa gadis itu ke arah rumah sakit milik Denis,dia khawatir orang-orang yang bekerja di rumah sakit milik keluarganya itu ada yang berkontak dengan tuan Jona.
Saat tiba di rumah sakit,Denis segera memanggil para dokter untuk memeriksa gadis itu,"Dokter!!,Cepat periksa gadis ini".
mereka membawanya ke dalam ruang pemeriksaan,Arion,Denis,Max dan kakek menunggu di depan ruang pemeriksaan dengan cemas.
Saat pintu terbuka mereka segera berdiri padangan mereka tertuju pada Dokter yang keluar dari ruangan itu "dokter bagaimana dengan keadaan gadis itu".
Dokter tersenyum melihat raut wajah keempat laki-laki itu terlihat sangat cemas "gadis itu sudah sadar tuan,luka di kakinya sudah kami jahit dan kami perban,dia hanya sedikit lemah kami telah memberikan obat dan menyuntikkan beberapa cairan agar dia tidak mengalami syok berat".
Mereka mengangguk sambil bernapas lega,"terima kasih Dokter",ucap Denis.
Dokter mengangguk dan segera pamit "baiklah tuan,jika ada sesuatu saya ada di ruang sebelah,tekan saja tombol darurat kami akan datang untuk memeriksanya kembali,saya permisi tuan",Dokter membungkuk memberi hormat pada keempat laki-laki yang sangat di segani di seluruh penjuru kota.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments