Angin berhembus menyapu padang rumput landai saat Satou melewatinya, bercampur cahaya matahari yang menghangatkan gadis di punggungnya mulai membuka matanya.
Sudah sejak lama dia berjalan dan hutan dan sebentar lagi kemungkinan sudah berubah menjadi sore hari.
"Kau sudah bangun gadis kecil."
"Ah, itu..."
"Tidak perlu menjelaskan, aku sepertinya sudah tahu semuanya."
Menurut prajurit sebelumnya, gadis ini bernama Emily, semenjak kematian ibunya dia dianggap sebagai gadis bencana yang membawa kehancuran kepada kerajaan Vermilion, dia diasingkan namun setelah beberapa bulan dia malah diburu untuk dihabisi, konon jika dia masih hidup bukan hal aneh kerajaan ini akan hancur.
Emily mempelajari sedikit sihir untuk memanggil roh, namun tidak terduga bahwa Satou lah yang terpanggil ke tempat ini.
Semua yang terjadi sesungguhnya hanya sebuah kebetulan.
"Ngomong-ngomong gadis kecil, tidak, aku harus memanggilmu nona Emily, apa ada cara untuk aku kembali ke dunia lamaku?"
"Hm? Maaf."
Emily terlihat akan menangis kapan saja namun bagi Satou dia tidak mempermasalahkannya, dibandingkan hidupnya dia lebih simpati dengan gadis yang digendongnya, di usianya dia harus dikejar-kejar untuk dibunuh terlebih tuan putri yang harusnya hidup bergelimang harta malah menjadi seorang gelandang yang terkadang mengais-ngais sisa sampah untuk makan.
"Jangan khawatir, bukan berarti aku akan marah.. kurasa hidup di dunia ini juga tidak terlalu buruk. Namaku Satou, panggil saja demikian."
"Tuan Satou?"
"Tidak perlu memanggilku tuan, cukup Satou saja nona Emily."
Emily terlihat terkejut karena dipanggil demikian, dia sebisa mungkin membantahnya namun Satou sendiri tidak keberatan, dia orang yang memangilnya jadi sudah sewajarnya dia memperlakukannya sebagai tuannya, Satou adalah seorang yang berfikir terbuka jadi hal-hal seperti itu bukan sesuatu yang dipermasalahkan.
Dia ingat telah mengambil banyak uang dari prajurit yang dia bunuh, seharusnya itu cukup untuk membeli beberapa pakaian baru bagi dirinya maupun Emily.
Emily mengeratkan tangannya sembari menyembunyikan dirinya saat mereka tiba di sebuah kota yang dijaga seorang penjaga.
Penjaga itu memiliki tubuh besar, botak dan punya bekas luka khas di pipinya.
Dari sudut pandangnya, Satou jelas terlihat mencurigakan, selain pakaiannya yang aneh dia memiliki rambut hitam acak-acakan yang dibilas warna putih serta anting di sebelah telinganya.
Dia merupakan murid terpintar dan disiplin namun jelas dandannya lebih ke arah seorang pembuat onar.
"Kenapa dengan gadis di belakangmu?"
Emily sedikit khawatir dan Satou menyela.
"Gadis ini tergeletak di hutan, aku hanya membawanya kemari... jika tidak keberatan kami mencari tempat istirahat."
"Begitu, kamu tinggal berjalan ke sana saja lalu belok kanan, di persimpangan jalan ada tanda sebuah penginapan."
"Terima kasih, ngomong-ngomong apa nama kota ini?"
"Kota Anes."
Meninggalkan penjaga, Satou memasuki sebuah toko pakaian, dia memilih sesuatu yang cocok untuknya maupun Emily yang tampak kebingungan.
Dia sempat menanyakan apa tujuan selanjutnya dari Emily dan ia hanya mengatakan ingin keluar dari kerajaan ini lalu mulai berpetualang. Maka dengan itu Satou merekomendasikan sebuah pakaian yang memudahkan dia bergerak, itu merupakan celana pendek yang ditambah dengan bagian atas t-shirt sederhana yang ditutup kembali dengan Hoodie berwarna merah muda.
"Dia terlihat imut."
Si pelayan juga mengangguk setuju tanpa keberadaan, untuk Satou dia hanya membeli mantel untuk mengganti blazernya.
"Tolong siapkan baju ganti juga seperti piyama serta pakaian sehari-harinya juga.
"Baik tuan."
"Apa dengan uang ini cukup?"
Si pelayan terkejut bahwa Satou memberikannya koin emas yang setara dengan 50 koin perak.
"Lebih dari cukup, bagaimana kalau saya tawarkan tas sihir juga untuk menyimpan barang-barangnya."
Satou memiliki skill penyimpanan dari layarnya, meski begitu akan jauh lebih baik jika Emily menyimpan barang-barangnya sendiri.
"Kalau begitu aku ambil itu."
"Terima kasih sudah berbelanja di sini, mohon datang kembali."
Keduanya meninggalkan toko, mendengar bahwa perut Emily keroncongan, mereka singgah di kedai sebelum akhirnya menyewa penginapan lebih awal.
Emily terlihat sedikit takut walau demikian Satou sendiri tidak terlalu memperdulikannya, dia berdiri menghadap jendela dan yakin tidak ada orang yang mengikuti setelah apa yang terjadi di dalam hutan.
Dia beralih ke arah Emily yang duduk di atas ranjang.
"Kita perlu rencana untuk pergi dari kerajaan ini, apa nona sudah memilikinya?"
Emily menggelengkan kepalanya sebagai balasan, wajar karena dia hanya gadis kecil berusia begitu muda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
dark sistem
11 dari 100 wkwkwk
2024-12-10
0
Kang Comen
anes baswedan kah thor
😂😂😂😂😂
2024-07-12
0
just a dream
must a nice must a nice
2024-06-10
2