Episode #18

"ke, kenapa bertanya seperti itu?" ujar Maudy sedikit menoleh ke arah Elgara.

"Aku hanya ingin mendengar jawaban mu secara langsung sekarang," jawab Elgara penasaran.

"Aku, aku tidak pernah menyesalinya karena dengan begini aku bisa keluar dari rumah yang bagiku adalah neraka itu, jadi aku sama sekali tidak terpaksa atas pernikahan ini," ungkap Maudy dengan jujur.

"Benarkah? Kalau begitu aku tidak akan sungkan," jelas Elgara sambil tersenyum.

"Sungkan? Maksud nya?" tanya Maudy kebingungan.

"Sudah, tidur lah, besok kita akan sangat sibuk dengan urusan perayaan yang akan di adakan mama," ucap Elgara lagi.

"Apa? Enak sekali dia meminta ku untuk tidur, aku sekarang berbaring seperti ini saja sudah berfikir mau mati dan tidak bisa bernafas dengan lega, ya tuhan cepat lah pagi," batin Maudy yang saat ini gelisah dan juga gugup.

Sementara Elgara hanya tersenyum melihat kepolosan istri nya itu.

Beberapa hari pun berlalu ...

Malam ini, adalah malam pesta perayaan yang telah di persiapkan oleh mama Mulia selama beberapa hari terakhir, ia membuat sebuah pesta perayaan untuk Elgara sekaligus mengumumkan kalau Elgara telah resmi kembali mengurus semua perusahaan.

"Ma, aku dapat surat undangan dari kediaman mama Mulia," ucap Mona berlari menghampirinya sang mama yang tengah menikmati teh sore.

"Surat undangan? Memang nya ada acara apa di kediaman mama Mulia?" tanya mama Lolita, mereka tidak mengetahui apapun tentang Elgara yang sudah bangun.

"Aku tidak tau ma, tulisan di sini hanya ada pesta kejutan dan perayaan," ucap Mona sambil membaca ia mengerutkan keningnya karena bingung.

"Ah begitu? Mungkin saja dia sedang bosan, kau tau kan orang kaya seperti nya itu sering bosan dan mereka akan melakukan apapun untuk mengisi kekosongan waktu mereka," ungkap Lolita acuh tak acuh.

"Tapi kenapa tulisan nya pesta perayaan dan kejutan? Apa terjadi sesuatu? Mama tidak penasaran sama sekali?" ujar Mona lagi.

"Hmm, sudah lah kita kan di undang tingal datang saja kan untuk melihat apa yang mereka rayakan dan apa yang menjadi kejutan, pilihlah gaun terbaikmu aku yakin nanti di sana akan ada banyak orang-orang kaya yang datang siapa tau kau mungkin punya kesempatan berkenalan dengan mereka," jelas Lolita yang tak lagi memikirkan tentang rencana sang anak untuk kembali merebut posisi menantu keluarga Mulia.

"Mama ini ada-ada saja, bukan kah aku sudah bilang aku ingin posisi Maudy kembali menjadi milikku, aku tidak mau yang lain lagi," bantah Mona.

"Yaudah terserah kau saja, sekarang sebaiknya kita bersiap-siap," ujar Lolita sambil tersenyum kepada Mona.

"Baiklah ma, ini kesempatan ku untuk menujukkan kepada semua orang kalau aku jauh lebih cocok dan jauh lebih cantik daripada Maudy. Aku ingin malam ini mama Mulia melihat ku dengan takjub dan mempertimbangkan kembali posisi menantu yang seharusnya dia berikan kepada ku karena aku lebih cantik," ujar Mona penuh percaya diri.

Sementara itu di sisi lain.

"Sayang, pilih lah semua gaun yang kau inginkan, ini adalah beberapa gaun yang sudah mama beli dari desainer terkenal ada beberapa pilihan kau perlu memilih untuk kau pakai malam ini," ucap mama Mulia memeprhatikan Lima buah gaun yang semuanya sangat indah dan bergemerlapan.

Maudy tercengang melihat semua itu, bagaimana ia harus memilih tidak ada yang simpel di sana semuanya bertahan perhiasan dan juga manik-manik gemerlapan.

"Istriku, apakah aku boleh membantu memilihnya?" tanya Elgara yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut dan menghampiri Maudy.

"Eh," kaget Maudy sambil melirik ke arah Elgara yang ada di samping nya.

"Bagaimana Maudy?" desak mama Mulia lagi.

"Emm, sepertinya biarkan mas El yang memilihnya ma," tutur Maudy sambil tersenyum cangung.

Deg ...

Jantung Elgara seketika tak karuan ketika mendengar panggilan dari sang istri yang menyebutnya dengan sebutan mas El.

Sungguh ia tidak pernah meminta atau membayangkan kalau ada panggilan semanis ini dari sang istri.

Pipi nya memerah dan itu di lihat oleh mama Mulia yang juga ikut tersenyum karena keharmonisan Maudy dalam memagil suaminya.

"Baiklah silahkan pilih-pilih mama mau keluar sebentar, mama juga ingin memilih gaun untuk mama," ujar mama Mulia beralasan untuk meninggalkan mereka berdua.

"Matilah, kau selalu mengerjai ku dalam beberapa hari ini kan? Sekarang giliran aku, kau pikir aku tidak bisa jahil seperti mu juga hmm?" batin Maudy yang ternyata sedang balas dendam.

Mereka pun mulai memilih dan Elgara memilihkan satu gaun yang menurutnya sangat cocok dengan Maudy.

Itu juga karena gaun tersebut senada dengan stelan jas milik nya, yang akan dia pakai malam ini.

Setelah selesai memilihnya Elgara dan Maudy kembali melanjutkan tugas mereka masing-masing, tak butuh waktu lama malam pun segera tiba.

"Nyonya muda, perias anda yang di pangil khusus oleh nyonya Mulia sudah tiba, beliau ada di luar," ucap Yani yang menghampiri Maudy di kamar nya.

"Baik lah, Yani suruh saja dia masuk," ujar Maudy yang tau kalau semuanya telah di atur dan dia tak akan bisa menolak peraturan mama mertuanya.

"Baik nyonya," Yani pun segera keluar dan mempersilahkan perias tersebut masuk ke dalam kamar Maudy.

"Selamat malam nyonya, saya datang untuk membantu nyonya tampil cantik malam ini," ungkap penata rias tersebut sambil tersenyum.

"Terima kasih, apakah akan di mulai sekarang juga?" tanya Nova kepada penata rias nya.

"Tentu, apakah nyonya sudah mandi?" tanya orang tersebut lagi.

"Ah, aku sudah mandi dari tadi," jawab Maudy cangung.

Ini pertama kalinya Maudy akan di tata rias oleh seorang yang mungkin saja penata rias terbaik keluarga mama Mulia, jelas saja hal ini membuat nya sangat cangung dan malu.

"Silahkan duduk Nyonya, saya akan memulai," ujar wanita tersebut ia terlihat jauh lebih tua dari Nova namun karena seorang penata rias ia terlihat cukup rapi dan cantik.

Sementara itu di ruang lain.

"Ma di mana istri ku?" tanya Elgara yang saat ini masih sama sekali belum berisap-siap.

"Di kamar nya, penata rias sedang membantu nya untuk bersiap-siap," ungkap mama Mulia kepada Elgara.

"Aku bagaimana? Siapa yang akan membantu ku bersiap-siap?" ujar nya seperti anak kecil.

Mama Mulia melongo melihat tingkah laku Elgara yang ternyata juga ingin di perhatikan.

"Kau juga mau di siapkan penata rias?" tanya sang mama lagi.

"Tidak aku mau istri ku," ungkap Elgara dengan nada angkuhnya.

Sang mama mendengus kesal karena mendengar ucapan Elgara barusan." Manja sekali," ucap sang mama yang kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut.

Sementara Elgara tetap dengan pendirian nya tidak mau bersiap-siap kalau bukan Maudy yang membantu nya.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

wasiah miska nartim

wasiah miska nartim

🤣🤣🤣🤣

2024-06-30

0

Sri mulyanah Mulya

Sri mulyanah Mulya

ish bucin bingiit di El nih

2024-06-29

0

Deliza Yuseva

Deliza Yuseva

manja kali kamu mas el

2024-06-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!