"maaf kak Sofian sepertinya aku harus segera pulang," ucap Maudy merasa sudah sangat tidak nyaman dengan pertemuan ini.
Maudy segera berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari Cafe.
Sementara itu Sofian merasa kaget dengan respon Maudy,dia pikir kalau buku catatan tersebut sama sekali tidak salah dia baca namun kenapa sikap Maudy terhadap nya sangat berbeda.
Ia pun segera menyusul Maudy keluar dari Cafe tersebut.
"Maudy tunggu," Sofian memegang pergelangan tangan Maudy yang saat ini sudah berada di luar cafe menunggu sopir nya yang sebelumnya sedang pergi mengisi bensin.
Segera saja Maudy menepis tangan Sofian yang memegang pergelangan tangan nya bagi Maudy sekarang yang boleh menyentuh dirinya hanya Elgara suaminya bukan pria lain.
"Maudy,ada apa dengan mu? Kenapa kau menghindari aku?" tanya Sofian kebingungan.
"Kak Sofian, aku tidak tau kenapa kita harus bertemu dan kenapa tiba-tiba saja Mona menghubungi ku untuk bertemu dengan kalian, aku benar-benar tidak tau," ucap Maudy kebingungan.
"Bukan lah kau menyukai ku? Aku juga menyukai mu, dan kau juga ingin bertemu dengan ku kan? Mona hanya membantu kita, untuk bertemu," ucap Sofian menjelaskan.
"Apa? Menyukai mu? Kau mungkin salah paham kak Sofian, aku ini tidak menyukaimu dan aku sudah menikah," ucap Maudy yang kemudian menunjukkan cincin yang ada di jari manisnya.
Seketika Sofian terbelalak melihat semua itu, dia tidak menyangka kalau Mona akan membohongi dirinya.
Ia tidak tau apa sebenarnya motif Mona melakukan itu yang jelas Sofian sekarang merasa sangat di permainkan oleh Mona dan Maudy.
"Lalu jika kau sudah menikah, kenapa kau mau bertemu dengan ku? Maudy aku sudah lama mencari mu aku menyukai mu, aku pikir kau juga merasakan hal yang sama pada saat pertama kali kita bertemu kau adalah cinta pertama ku," ucap Sofian lagi.
"Itu dulu kak, tapi sekarang maaf aku Benar-benar sudah tidak bisa, aku sudah punya suami, aku permisi," Maudy pun masuk ke dalam mobil nya kebetulan pada saat itu mobil sang sopir sudah tiba.
Mereka pun melaju pergi dari Cafe tersebut, dengan Sofian yang tertegun tak habis fikir.
"Aku tidak menyangka kalau Mona membohongi ku dan mempermainkan perasaan ku," batin Sofian.
Tidak lama kemudian Mona pun menghampiri Sofian dia juga terlihat sangat kesal karena sikap Maudy barusan, padahal dirinya berharap kalau Maudy akan tertarik juga kepada Sofian setelah mereka bertemu, ternyata sama sekali tidak, Maudy tampa ragu menyatakan dia sudah menikah dan menunjuk cincin yang ada di jari manis nya.
"Sofian, aku benar-benar minta maaf aku tidak tau ini akan terjadi," ucap Mona memasang wajah sedih.
"Apa? Kau tidak tau ini akan terjadi kata mu? Tapi tidak mungkin kan kau tidak tau kalau dia sudah menikah!?" Sofian terlihat sangat marah kepada Mona.
"Iya tapi kau harus mendengarkan penjelasan ku dulu," kata Mona lagi tak bisa membiarkan rencana nya hancur begitu saja.
"Penjelasan apa lagi? Semuanya sudah jelas bagi ku," ungkap Sofian sambil mengusap wajah kasar.
"Sebenarnya aku memang sudah tau kalau Maudy menikah, namun dia menikah karena menggantikan aku, dia menikah karena terpaksa dan dia tidak mencintai suaminya, apalagi suaminya adalah seorang pria koma." jelas Mona.
"Apa? Mengantikan mu menikah dengan seorang pria koma? Apa kau bercanda?" tanya Sofian lagi.
"Aku tidak bercanda, saat itu aku sedang sedikit depresi karena kelaurga hampir bangkrut, lalu mama ku ingin menikah kan aku dengan seorang tuan muda dari keluarga Mulia yang sedang koma aku menolak tapi Maudy lah yang maju untuk menolong keluarga kami karena itu aku merasa bersalah dengan Maudy aku mempertemukan kalian untuk kembali menjalin hubungan dan aku akan mengambil posisi Maudy yang sekarang," ucap Mona sambil menitikkan air mata.
Seketika Sofian sekarang mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Mona, ia merasa sedikit bersalah karena sudah marah kepada Mona.
"Begitu rupanya, Mona aku minta maaf kalau aku sebelumnya marah-marah dan menyalahkan mu, tapi aku sekarang tidak bisa mendekati Maudy lagi karena dia tidak menyukai aku dan dia juga berstatus sebagai istri orang," ucap Sofian menyerah di depan Mona.
"Tidak, jangan bicara seperti itu,kau tidak mengerti ya? Maudy sebenarnya juga sangat mencintai mu hanya saja dia tidak mau melukai perasaan ku dia sekarang sedang menduduki posisi ku," ucap Mona penuh rasa takut karena Sofian tidak mau mengangu Maudy yang sudah menikah.
"Maksud mu dia sengaja bertingkah dan mengatakan seperti itu kepada ku barusan hanya karena ia sudah terlanjur terjebak dalam pernikahan tadi?" tanya Sofian lagi.
Mona mengganguk kan kepala nya sambil menyeka air mata palsu nya itu.
"Astaga Maudy, malang sekli nasip nya," ucap Sofian.
"Lalu sekarang apakah kau akan tetap menyerah meskipun sudah tau hal ini?" tanya Mona berharap Sofian mengatakan tidak.
"Jika kau bisa membantu ku untuk melepaskan Maudy dari pernikahan yang tidak dia inginkan ini, maka aku tidak akan menyerah begitu saja," ucap Sofian kembali masuk ke dalam perangkap Mona.
"Tentu, aku tentu akan membantu mu, selalu membantu mu, kita akan bekerja sama muka sekarang untuk mengambil posisi masing-masing," ucap Mona yang kini penuh semangat.
"Tapi kenapa kau mau mengambil posisi itu lagi?" tanya Sofian tiba-tiba.
Mona terdiam tidak mungkin dia mengatakan kalau dia ingin mengambil posisi itu karena iri dengan kehidupan bahagia Maudy yang sekarang.
"Aku, aku hanya merasa bersalah tak seharusnya Maudy terus berkorban untuk keluarga kami ya begitulah alasan ku ingin mengambil posisi itu kembali," ucap Mona dengan tampang sedih nya yang membuat Sofian sangat mudah percaya.
"Baik lah, kau sudah banyak berubah sekarang, kau sudah jauh lebih baik dari yang dulu ternyata," ucap Sofian lega.
Sementara itu di sisi lain.
"Menyebalkan, apa yang kak Mona rencanakan sampai-sampai dia mempertemukan aku dengan Sofian kembali? Aku sama sekali tidak pernah menyukai kak Sofian soal masa lalu itu aku hanya sedikit tertarik karena dia sangat baik bukan nya aku menyukai dirinya," ungkap Maudy kesal saat tiba di kamar sang suami ia terus ngedumel.
Maudy mati-matian berfikir alasan apa yang sedang di buat Mona sehingga dia mempertemukan mereka, padahal setahu Maudy yang menyukai Sofian adalah Mona.
"Apa dia? Ah sudahlah aku tidak ingin terus menerus membuat pikiran ku di penuhi hal yang tidak berguna, suamiku kapan kau akan bangun aku tidak ingin orang-orang mengangu ku, aku sudah nyaman menjadi istri mu," ucap Maudy yang kemudian menempelkan pipinya ke dada Elgara yang masih dalam keadaan koma.
Betapa sering nya Maudy berharap kalau Elgara akan segera bangun dari tidur panjang nya itu.
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
fee2
el dengarkan suara istri mu yang berharap kamu segera sadar....
2024-07-01
0
Sri mulyanah Mulya
El banguuun cepet jangan tidur terus
2024-06-29
0
Yunerty Blessa
semoga cepat sedar Elgara agar ada yang melindungi Maudy
2024-06-27
2