"a-apa? Apa apaan, aku tidak suka bayi," jawab Maudy yang kini telah selesai memasangkan jam tangan Elgara.
"Apa? Kau tidak suka bayi? Tidak mungkin," bantah sang suami lagi-lagi mengoda.
Sementara itu di luar ruangan.
Acara terlah di mulai, para tamu sudah berdatangan dan menikmati suasana pesta yang indah dan terdapat banyak makanan lezat yang di sajikan.
Meskipun itu adalah pesta syukuran, namun tidak banyak yang tau kalau pesta syukuran apakah itu.
Dari banyaknya orang-orang yang datang, kini mama Lolita dan Mona juga sudah tiba di kediaman tersebut.
"Wahh ma, sangat besar ya dan juga mewah," ucap Mona sambil melirik sekeliling ruangan yang di dekorasi dengan cantik tersebut.
"Diam lah dan jangan banyak bicara seperti orang aneh," bisik Lolita kepada Mona.
"Mama ini, sama sekali tidak asik," ujar Mona sambil mendelikan matanya.
"Semuanya, terima kasih sudah bersedia menghadiri pesta yang telah saya selenggarakan, silahkan menikmati jamuan yang sudah tersedia, namun sebelum itu saya ingin mengumumkan sesuatu yang sangat penting," ujar mama Mulia sambil tersenyum.
Semua tamu bergumam dan melirik ke arah mama mulia yang saat ini sangat cantik dengan gaun pesta nya, jelas saja dia sangat memukau orang pesta ini milik nya.
Mereka juga saling berbisik penasaran atas pengumuman apa yang akan di umumkan mama Lolita.
Sementara itu ...
Tok ... Tok ... Tok ...
"Permisi nona muda dan tuan muda, sudah saatnya anda berdua keluar, pestanya sudah di mulai saya di minta oleh nyonya untuk memagil anda berdua, apakah anda ada di dalam?" tanya seorang pelayan yang saat ini berdiri di depan pintu ruangan tersebut sambil mengetuk-ngetuk pintu tersebut.
Sementara itu di dalam ruangan, Elgara sedang sangat asik mengoda dan membuat Maudy jadi kesal.
"Astaga sudah, itu kita sudah di pangil," ujar Maudy berjalan cepat meninggalkan Elgara dan berjalan membukakan pintu kamar tersebut.
"Istriku, tunggu aku!" pangil Elgara dengan manja.
"Astaga, menyebalkan," batin Maudy merasa malu atas tingkah sang suami di depan pelayan.
"Apa mama sudah memagil kami" ujar Maudy menanyakan kepada pelayanan tersebut.
"Benar nyonya muda," jawab sang pelayan.
"Ayo sayang kita turun sekarang," Elgara dengan sengaja mengandeng tangan Maudy berjalan pergi dari ruangan tersebut.
Sementara itu mama Mulia telah memulai pidato singkat nya sebagai tuan rumah.
"Pesta ini aku adakkan untuk memberi tahu kalian, kalau keluarga ku mendapatkan keberuntungan, ya itu, putra ku, putraku satu-satunya, Elgara telah bangun dari koma nya. Mulai besok juga seluruh perusahaan akan kembali di ambil alih oleh nya," jelas mama Mulia tampa ragu sedikitpun ia menjelaskan dan menuturkan kata-kata yang sedari tadi tidak sabar ingin ia lepaskan.
Semua orang seketika terdiam kaget mendengar pengumuman yang di ucapkan oleh mama Mulia barusan, termasuk Mona dan Lolita, mereka hampir saja jatuh pingsan dan berteriak.
Seluruh rekan kantor dan bisnis yang di undang sibuk berbicara dan tidak menyangka kalau putra tunggal mama Mulia yang selama ini koma akhirnya bisa bangkit kembali.
"Benar-benar mengejutkan," ujar salah satu dari tamu.
"Ya tapi aku masih belum percaya jika belum melihatnya," jawab yang lain.
"Maaf ma, kami sedikit terlambat," ujar Elgara yang saat ini berdiri di tangga lantai atas sambil mengengam erat tangan sang istri.
Semua mata akhirnya tertuju ke arah mereka berdua tampa terkecuali termasuk mama Mulia sendiri yang melihat anak dan menantunya sambil tersenyum puas.
"Astaga mereka benar-benar seperti raja dan permaisuri, beruntung sekali wanita itu menikahinya," ujar para tamu undangan yang terdengar kecil di telinga Mona.
Sementara itu Mona hanya bisa menganga melihat penampilan Maudy dan Elgara yang terlihat sangat mewah dan memukau.
"Ma, ini bukan mimpi kan?" Tanya Mona kepada sang mama.
Lolita segera mencubit dirinya dan juga Mona, mereka merasakan sakit bersama-sama. Dan mereka tau ini tentu saja bukan mimpi.
Maudy dengan gugup berdiri di samping Elgara, ia merasa kalau kakinya kini lemah untuk melangkah turun ke bawah.
"Tidak apa-apa, ada aku," ujar Elgara yang kemudian melangkah turun dan membimbing Maudy di samping nya.
"Ayo sini turun, sambut para tamu," ujar mama Mulia merasa bangga akan anak dan menantunya.
Kini Maudy dan Elgara berdiri tepat di samping mama Mulia, rasanya saat ini semua orang menatap ke arah mereka berdua yang jadi peran utama dalam acara malam ini.
"Ma kenapa dia bisa bangun? Aku bahkan belum mendapatkan posisi ku kembali seharusnya dia tidak bangun sebelum aku berhasil merebut posisi itu kembali, bagaimana ini," ujar Mona berbisik ke telinga mama nya.
"Ya mama juga tidak tau," jawab Lolita kebingungan.
"Selamat malam semuanya, aku dan istriku sangat berterima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk datang ke pesta yang di selenggarakan oleh mama ku,"ujar Elgara sambil tersenyum kepada para tamu.
"Ternyata dia sangat Tampan," batin Mona terkesima akan ketampanan Elgara.
Setelah beberapa menit memberikan kata sambutan untuk para tamu yang hadir di pesta, Elgara pun mulai berbicang dan berbaur dengan para tamu, begitu juga dengan sang istri Maudy.
"Pestanya sangat mewah," batin Maudy karena ia sama sekali tidak mengenali rekan-rekan bisnis kelaurga suaminya dan tidak ada temannya juga yang datang ke sana.
Namun tiba-tiba mata Maudy membelalak melihat seorang laki-laki yang berjalan menghampirinya dirinya dengan membawa segelas minuman di tangan nya.
"Maudy, kau terlihat sangat cantik malam ini, oh tidak bukan hanya malam ini, tapi setiap aku melihat mu kau selalu sangat cantik di mataku," ujar laki-laki tersebut saat setelah ia berdiri di hadapan Maudy.
"Kak Sofian, kenapa kau datang ke sini? Siapa yang mengundang mu?" tanya Maudy kebingungan dengan kehadiran Sofian bak tamu tak di undang.
"Aku salah satu rekan bisnis mama mertua mu, kau tidak tau itu?" tanya Sofian sambil tersenyum miring.
Maudy kaget mendengar ucapan Sofian barusan, ia merasa ada yang aneh kali ini, sifat Sofian telah banyak berubahnya sekarang dia terlihat sedikit lebih menakutkan dari sebelumnya.
"Sebaiknya kau pergi dari sini kak, jangan mengacaukan pesta nya," lirih Maudy setengah berbisik.
"Wah, nona Maudy mengusir tamu, apa itu tidak akan mencemari nama baik keluarga Elgara?" ujar Sofian semakin menjadi-jadi.
Maudy menatap tajam Sofian yang terlihat sedang memancing emosi nya.
"Kalau begitu menjauh dariku," ujar Maudy kehabisan akal.
"Maudy, sudah lah jangan terus menerus berpura-pura baik-baik saja, aku tau kau tidak bahagia kau juga tidak mencintai suamimu kan? Pernikahan ini hanya sebuah paksaan sebaiknya kau tidak terlalu mendalami peran," ujar Sofian lagi.
Semetara itu, dari kejauhan Elgara mengamati Sofian yang terlihat dekat dengan sang istri ia mengengam kuat gelas yang dia pegang sambil menahan rasa cemburunya ia hendak berjalan menghampiri Maudy.
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Desyi Alawiyah
lanjut kak...
2024-03-12
1
Desyi Alawiyah
ini yg aku takutkan...Sofian cari gara" 😩
2024-03-12
0
Desyi Alawiyah
nyesel kan...tp kamu jangan macam" yah Mona,Elgara udh menikah dengan Maudy...inget itu 😏
2024-03-12
1