"bukti ini saja tidak cukup, hanya berpegangan tangan seperti ini mana bisa di berikan kepada nyonya Mulia nanti dia malah berfikir kalau aku ingin mempermainkan nya," batin Mona sambil menatap layar ponselnya yang terdapat sebuah foto di mana Sofian yang sedang memegang tangan Maudy kemarin saat di Cafe.
Mama nya, Lolita menghampiri Mona yang terlihat sedang kebingungan.
"Ada apa sayang? Apa rencana mu berjalan dengan lancar?" tanya Lolita sambil duduk di sebelah Mona.
"Hmm tidak lancar sama sekali ma, aku pikir kalau Maudy bertemu dengan Sofian dia akan mengingat bagaimana dia jatuh cinta, tapi di luar dugaan ku dia malah marah-marah kepada Sofian dan aku, aku hanya mendapatkan satu foto ini, aku tidak yakin nyonya Mulia akan percaya atau tidak kalau hanya begini," ucap Mona lemah.
"Mana fotonya sini coba mama lihat," ucap Lolita kepada Mona.
Mona menyerahkan ponsel nya kepada sang mama dengan wajah di tekuk.
"HM ini lumayan, besok pergi lah ke kantor nya nyonya Mulia dan perlihatkan ini kepada nya, meskipun nanti dia tidak percaya tapi setidaknya ada sedikit keraguan dari nya untuk Maudy kan?" tutur Lolita dengan senyum jahat nya.
"Hmm, mama ada benarnya juga, yasudah besok aku akan menemui nyonya Mulia," ucap Mona kembali bersemangat.
"Nah, gitu dong jangan menyerahkan secepat kilat," ucap sang mama yang memberikan semangat untuk anak nya yang jahat.
Keesokan harinya,
Benar saja, pagi-pagi sekali Mona telah bersiap-siap untuk pergi ke kantor mama Mulia dia tau kalau siang mungkin mama Mulia akan sangat sibuk di kantor tidak akan ada di rumah nya.
"Aku harus dengan benar-benar menjalankan rencana ini," ucap Mona yang kemudian masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan rumah.
Sementara itu di kediaman Maudy.
"Bosan sekali, apa yang harus aku lakukan?" Maudy berfikir keras untuk kegiatan apa yang dia lakukan saat ini agar tidak bosan.
Dia keluar dari kamar nya setelah selesai mandi dan berdandan, ia menuruni tangga menuju lantai bawah lalu berjalan ke arah dapur.
Terlihat Yani dan Tuti sedang membereskan dapur dan membuat sarapan pagi.
"Selamat pagi," sapa Maudy kepada kedua pelayan nya.
"Pagi nyonya," jawab mereka secara bersamaan.
Sarapan sudah tersedia di atas meja makan, Maudy duduk untuk menikmati sarapan yang telah mereka sajikan untuk nya.
"Yani, Tuti apa kalian tau kenapa mama jarang datang ke sini akhir-akhir ini? Aku jadi sangat kesepian," ungkap Maudy sambil mengunyah sedikit makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
"Kami tidak tau nyonya, tapi sepertinya nyonya Mulia sedang sangat sibuk dengan pekerjaan nya, kan sekarang nyonya mengantikan posisi tuan muda Elgara di perusahaan," jelas Yani.
"Jadi mama menangani perusahaan sendirian?" tanya Maudy lagi.
"Iya begitu lah," jawab Tuti.
"Emm apa kalian tau di mana kantor nya?" tanya Maudy lagi.
"Perusahaan Elgara grup, jika nyonya ingin ke sana sebut saja itu kepada pak sopir dia pasti akan langsung mengantarkan nyonya ke sana," ucap Yani.
"Benar," sambung Tuti.
"Baik lah aku akan ke sana nanti tapi sebelum itu aku akan buatkan sarapan untuk mama di bawa ke kantor kalian tolong siapkan bahan ya," ucap Maudy yang kemudian melanjutkan makan nya.
"Siap nyonya," ujar Tuti dan Yani secara bersamaan.
Sementara itu di sisi lain.
"Huh, akhirnya aku tiba, wahhh betapa besarnya perusahaan ini, bodoh sekali kau Mona seharusnya jika kau yang menikah mungkin seluruh kekayaan akan di berikan kepada mu, huh aku tidak boleh menyerah aku harus mengambil posisi Maudy," batin Mona berbicara dan menyemangati dirinya sendiri.
Ia kemudian melangkah menghampiri security yang sedang menjaga pagar kantor.
"Selamat siang pak," ucap nya berlagak sopan santun.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya Security tersebut.
"Aku ke sini ingin bertemu dengan nyonya Mulia, apakah beliau ada di kantor?" tanya Mona lagi.
"Maaf sebelumnya anda ini siapa? Dan ada keperluan apa?" ujar security tersebut.
Sejujurnya Mona sangat kesal karena security terlalu banyak tanya.
"Saya ini adalah kakak nya Maudy, anda tau kan Maudy? Dia adalah menantunya nyonya Mulia saya ingin bertemu dengan beliau karena ada kepentingan," jelas Mona.
"Oh baik lah kalau begitu silahkan masuk," security itu pun membuka pintu gerbang dan membiarkan Mona masuk ke dalam.
Sesampainya di dalam kantor Mona masuk sambil celingak-celinguk. Ia kemudian menghampiri resepsionis untuk bertanya di mana ruang kerja mama Mulia.
"Permisi mbak, bisa saya tau di mana ruangan nyonya Mulia?" tanya Mona tudepoin.
"Maaf sebelumnya anda ini siapa nya apa sudah membuat janji dengan beliau untuk bertemu?" tanya sang resepsionis.
"Saya ini kakak nya Maudy, dan saya ke sini ingin bertemu dengan nyonya Mulia ada hal penting yang harus saya sampaikan anda tidak mungkin tidak mengenali siapa Maudy kan?" ucap Mona yang mengunakan nama Maudy untuk mempermudah aksinya.
"Oh baik lah kalau begitu tunggu sebentar ya," sang resepsionis pun kemudian memangil seorang OB di kantor tersebut untuk membantu nya mengantarkan Mona ke ruang kerja mama Mulia.
OB itu pun mengantar Mona ke ruangan mama Mulia, tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di ruangan tersebut setelah menaiki lift.
"Ini ruangan nya nona," ucap sang OB.
"Baik, kau boleh pergi," ucap Mona tanpa terima kasih.
Sang OB yang tidak ingin banyak bicara segera pergi meninggalkan Mona yang menurut nya sangat sombong.
Setelah OB tersebut meninggal kan nya, Mona pun mulai mengetuk pintu ruangan mama Mulia.
Tok ... Tok ... Tok ...
Beberapa kali ia mengetuk dengan punggung tangannya.
"Silahkan masuk," jawab mama Mulia dari dalam yang berfikir kalau itu adalah karyawan nya.
Mona yang mendengar itu pun segera masuk ke dalam ruangan itu dengan perasaan yang berdebar.
"Maaf menganggu anda nyonya," ucap Mona.
Mendengar suara itu mama Mulia yang sedang asik memainkan laptop nya seketika menoleh menatap siapa yang masuk ke ruangan nya saat ini.
"Mona, apa.yang kau lakukan di sini?" tanya mama Mulia sambil menutup kembali laptop.
"Anu, nyonya ini saya bawakan kue, supaya pekerjaan nyonya terasa lebih enteng ketika makan yang manis-manis," ucap Mona dengan basa-basi nya itu ia menyerahkan boks berisi kue yang sempat ia beli di pinggir jalan sebelum tiba ke kantor.
"Ada apa? Tudepoin saja apa yang kau inginkan sampai-sampai datang ke kantor ku," mama Mulia mengambil kue tersebut dan meletakkan nya ke meja lalu duduk di sofa yang terletak tak jauh dari meja kerja nya.
Tampa malu-malu Mona langsung duduk di samping mama Mulia.
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
gak punya malu emg si mona lampir
2024-07-07
0
fee2
kok ada ya orang kayak mona...
2024-07-01
0
Yunerty Blessa
jelas² tidak tahu malu 😏
2024-06-27
1