Keluarga Rio akhirnya tiba di kediaman Sali, Rio menarik nafasnya saat keluar dari mobil lalu merapihkan kemeja yang di pakai nya.
"Semoga lancar semuanya. "
ucap tulus Rio saat melangkah mengikuti keluarganya memasuki kediaman Sali.
Ternyata kedatangan keluarga Rio di sambut hangat oleh keluarga Sali, Rio hanya tersenyum tipis saat di sapa kedua orang tua Sali.
"Silahkan duduk dulu, saya akan panggilkan Sali dulu soalnya tadi masih bersiap. "
ucap Mamanya Sali saat tamunya memasuki kediaman nya.
Ternyata di dalam kamar Sali sedang memakai hijabnya,
"Ya Allah Salii..... kamu dari tadi di kamar ngapain aja sih, calon suami kamu dan keluarganya sudah sampai, ini masih sibuk pakai hijab. "
protes Sang Mama saat masuk kedalam kamar putrinya yang masih memakai hijabnya.
"Mama ini selalu saja protes dan sangat sangat berisik Maa, biarin saja dia menunggu kan gak akan sampe tahunan nunggunya. "
jawab Sali dengan nada santainya dan membuat sang Mama hanya bisa mengelus dadanya penuh sabar.
"Kamu ini, ayo cepat selesaikan dan mama akan menunggu disini. "
ucap Mamanya dan Sali hanya mendelik lalu merampungkan hijabnya.
Sali selesai bersiap dan langsung mengikuti Mamanya yang mengajak nya keluar dari kamar, pintu kamar Sali terbuka dan Mamanya langsung membawa Sali menuju ruang tamu dimana keluarganya menunggu.
Sali menarik nafasnya saat akan masuk kedalam ruang tamu, Sali terdiam menatap punggung calon suaminya yang memang duduk menghadap ke arah pintu dan otomatis tidak terlihat wajahnya.
"Masya Allah cantik sekali calon mantu. "
puji Mamanya Rio saat Sali menghampiri dengan senyum manisnya.
Sali langsung mencium tangan kedua orang tua Rio dan Tante juga Om nya Rio yang turut hadir, Sali langsung duduk di samping Mamanya di himpit oleh kedua orang tuanya.
Sali langsung melototkan matanya saat melihat laki laki yang akan menjadi calon suaminya yang ternyata adalah sahabat dari suami nya Alula.
Rio hanya mengangguk menyapa Sali yang sedang syok dengan fakta kalau dirinya adalah calon nya, tapi Rio tetap berwajah biasa tanpa menampilkan aura dingin nya.
"Kita mulai saja acaranya, biar menghemat waktu karena sudah mau memasuki waktu sholat Dzuhur juga. "
ucap Papa nya Sali yang membuyarkan keterkejutan putrinya.
Sali hanya diam selama mengikuti serangkaian acara lamaran nya, Sali bahkan tidak mendengarkan setiap ucapan yang di ucap oleh orang tuanya bahkan ucapan Rio yang melamarnya pun tidak terdengar hingga tepukan di bahunya menyadarkan Sali dari lamunannya.
"Itu calon kamu bertanya, kamu bersedia menerima lamaran nya?? "
ucap Sang Mama dan Sali langsung menatap ke arah Rio yang sedang menatapnya menunggu jawaban darinya.
"Sali menerimanya. "
jawab Sali dan membuat semuanya lega mendengar jawaban dari Sali.
Mamanya Rio menghampiri lalu memasangkan cincin sebagai pengikat di jari manis Sali, sedangkan Mamanya Sali memakaikan cincin di jari manisnya Rio.
Ternyata Adzan Dzuhur berkumandang, Papanya Sali langsung mengajak para laki laki menuju mesjid di komplek rumahnya yang hanya tiga rumah dari rumahnya, sedangkan para wanita memilih Sholat di rumah.
Sali langsung menuju kamar nya dan akan melaksanakan sholat di dalam kamar, Sali melepas kembali hijabnya dan langsung terdiam di sisi ranjangnya memikirkan Rio yang ternyata adalah calon suami yang di pilihkan orang tuanya.
"Apa dia tahu kalau aku calon nya?? "
gumam Sali dalam hatinya sambil mengingat moment dua hari lalu bertemu Rio di kediaman Alula.
"Kayanya dia memang tahu, cuma aku saja yang memang gak mau tahu tentang nama dan rupa calon yang di pilihkan Mama, yasudah lah terima saja semuanya karena pilihan orang tua pasti sudah terbaik. "
gumam Sali kembali dan langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu lalu melaksanakan sholatnya.
.
.
Satu jam kemudian......
Masih di acara lamaran Sali dan Rio.
Semua keluarga saat ini berkumpul di ruang utama kediaman Sali, makanan sudah di sajikan di atas meja dan semua langsung menyantapnya.
Sali dan Rio pun ikut memakan makanannya karena memang saat ini sudah masuk jam makan siang, Sali memakan makanannya dan sesekali menatap ke arah Rio yang terlihat cuek tapi sebenarnya Rio tahu kalau Sali mencuri curi pandang ke arahnya.
Makan siang selesai, Mamanya Rio menyarankan Rio dan Sali untuk berbincang agar saling mengenal, ternyata di setujui oleh keluarga lainnya.
"Di halaman belakang saja, biar bisa di awasi juga kalian. "
ucap Mamanya Sali dan Rio mengiyakannya.
Sali langsung beranjak menuju halaman belakang setelah pamit pada keluarganya, Rio pun mengikutinya dari belakang.
Sali duduk di kursi taman yang biasa dia duduki kalau sedang malas ngapa ngapain, Rio bahkan dengan santai nya duduk di samping Sali.
"Kamu sudah mengetahui semuanya?? bahwa aku yang akan di jodohkan dengan kamu?? "
tanya Sali yang langsung bertanya pada intinya tanpa bertele tele.
"Benar. "
jawab singkat Rio dan Sali langsung mendelik mendengar nya.
"Irit sekali jawabannya. "
gumam Sali dengan suara pelannya namun Rio dapat mendengarnya.
"Jangan menggerutu dengan suara seperti itu, yang kamu bicarakan ada di samping kamu dan dapat mendengarnya karena indra pendengarnya kuat, Aku tahu kalau kamu calon yang di pilih Mama saat acara pernikahan Kahfi dan Alula, tapi Mama memberikan foto kamu jauh sebelum itu, hingga aku gak sengaja melihat kembali saat foto kamu terbuka di dalam buku agenda aku, aku langsung menanyakan nya pada Kahfi takut salah dan ternyata Kahfi membenarkannya kalau kamu Sali sahabat dari Alula, aku melarang Kahfi memberitahukan siapapun termasuk Istrinya karena kamu meminta kalau gak mau tahu siapa calon kamu bahkan nama pun kamu gak mau mengetahuinya, itu alasan aku kenapa meminta Kahfi menutup mulutnya. "
jelas Rio dengan panjang lebar nya dan menjadi rekor bicara dalam sejarahnya yang biasanya sangat irit berbicara.
"Lalu acara di rumah Alula dan makanannya itu, ada hubungannya sama kamu?? "
tanya Sali yang masih penasaran dengan semuanya.
"Iyaa, tadinya Kahfi gak akan ngundang kalian tapi aku yang minta, aku hanya ingin memperjelas kalau Salina itu adalah kamu, ternyata benar kamu dan Mama yang siapkan semua cemilan yang aku bawa khusus buat kamu. "
jawab Rio dan Sali langsung menghela nafasnya.
"Dunia ini seperti sempit sekali. "
gumam Sali dengan helaan nafasnya.
"Semua adalah takdir yang memang sudah terencana, aku hanya ingin kamu menerima semua rencana orang tua kita, aku akan berusaha membuat pernikahan nantinya abadi, kita berdua harus belajar menerima semuanya karena kalau hanya salah satu saja itu gak akan pernah berhasil, persiapkan diri kamu karena aku yakin pernikahan kita gak akan lama lagi. "
ucap Rio dan Sali hanya mengangguk pasrah karena semuanya gak bisa di tolak.
.
.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
Alhamdulillah..seperti saling lbh bisa menerima pernikahan ini di banding alula yg blm menerima kahfi
2023-11-26
1
Ilfa Yarni
Alhamdulillah sali menerimanya malah lebih bgs suami km tmn Kahfi sementara km tknnya alula
2023-11-16
1