Kahfi memilih kembali ke rumahnya dan masuk kedalam rumah, tidak ada yang tahu kalau Kahfi kembali karena rumah dalam keadaan sepi.
Kahfi langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, hari ini dia sengaja meliburkan diri dan gak mungkin harus kembali ke perusahaan.
"Alula apa kamu percaya kalau aku ceritakan semuanya. "
ucap Kahfi saat melihat foto Alula saat zaman masih SMA.
Kahfi yang lelah pun akhirnya memejamkan matanya dan akhirnya tertidur pulas, dia ingin mendinginkan otak dan hatinya yang memanas karena tingkah Alula yang begitu membenci nya.
Di tempat Alula saat ini......
Alula dan ketiga sahabatnya malah sedang berbelanja, Alula bahkan berbelanja banyak sekali barang karena mulai senin dia akan bekerja di cabang perusahaan Ayahnya.
"Belanjaan sudah banyak kita cari makan saja sebelum pulang ke rumah masing masing. "
ucap Maya saat ke empat gadis itu duduk di kursi tunggu.
"Boleh deh, aku juga laper lagi ini. "
ucap Ica dan yang lain pun menyetujuinya.
keempatnya langsung berjalan menuju sebuah pusat makanan yang ada di lantai teratas, Ica dan Sali yang memesan makanan sedangkan Maya dan Alula memilih memesan minuman.
Setelah makanan dan minumannya di pesan ke empat gadis itu langsung duduk di meja yang sudah di tempati barang barang agar tidak di ambil oleh orang lain.
"Ica kamu beneran jadi guru?? bukan bualan semata kan?? "
tanya Alula di sela kunyahannya.
"Yaelah Lula kamu gak percaya, nanti aku ajak deh ke sekolahnya. "
jawab Ica dan membuat Maya tertawa karena dia tahu kalau Ica memang mengajar tapi di sekolah TK.
"Lula kamu udah ketemu sama antek antek musuh kamu belum?? "
tanya Sali dan alula menggelengkan kepalanya.
"Baru juga kemarin sampai masa udah ketemu, ngarang kamu tuh Sali. "
jawab Maya dan Sali hanya mengerucut kan bibirnya.
"Aku sedang gak mau bahas masalah lalu, aku mau fokus ke perusahaan yang Ayah percayakan sama aku untuk di kelola. "
ucap Alula dan ketiga sahabatnya mengacungkan jempolnya.
"Aku pernah bertemu Kahfi sekali saat acara gala diner perusahaan teman Papa, Kahfi yang sekarang beda banget sangat dingin dan arogan tapi dia makin tampan di banding dua sahabatnya loh. "
ucap Maya yang memang sekali bertemu dengan Kahfi.
"Pasti berubah lah semua nya masa iya harus sama kaya pas SMA. "
ucap Sali dan di benarkan oleh Ica.
"Aku denger sih Rio yang sekolah ke luar sama kaya kamu Lula, kalau Diki malah jadi asistennya Kahfi. "
ucap Maya kembali dan Alula hanya mengangguk tanpa menjawabnya.
"Sudah lah kita fokus makan sekarang dan pulang, sudah mau malam gak kerasa. "
ucap Alula yang mengalihkan pembahasan Kahfi dan geng nya.
.
.
Malam menjelang.....
Kedua orang tua Alula baru tiba pukul delapan malam bersamaan dengan kedatangan Alula, Ayahnya memilih masuk terlebih dahulu sedangkan Ibunya Alula menunggu Putrinya.
"Malam Bu..... kenapa gak masuk?? "
sapa Alula saat menghampiri Ibunya.
"Kamu darimana Sayang?? banyak banget barang bawaannya. "
tanya Sang Ibu saat melihat putrinya begitu banyak membawa barang di dua tangannya.
"Habis ketemu sama temen terus belanja deh Bu, Ibu sama baru pulang juga?? "
jawab Alula yang mengikuti langkah Ibunya masuk terlebih dahulu.
"Ibu habis ikut acaranya Ayah, kamu istirahat jangan bergadang yaa Lula, Ibu mau langsung istirahat soalnya. "
ucap Ibunya Alula dan Alula mengiyakannya.
Ibunya Alula langsung masuk kedalam kamar ternyata suaminya masih duduk sambil membuka sepatunya.
"Alula marah gak yaa Ayah kalau minggu langsung acara pernikahan nya?? "
tanya Sang istri saat Ayahnya Alula selesai melepaskan sepatunya.
"Alula gak akan marah dan besok kita bicarakan ke anaknya, semua persiapan sudah beres bahkan tinggal akadnya saja. "
jawab Ayahnya Alula dan Ibunya menganggukkan kepalanya.
Ibunya Alula sebenarnya tidak terlalu mendukung dengan perjodohan putrinya tapi apapun yang di ucap suaminya tidak akan pernah bisa terbantahkan karena semua sudah di pikirkan matang matang.
Malam pun berlalu menjadi pagi, pagi ini Alula begitu malas membuka matanya karena semalam dia tidak bisa tidur, Alula langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena dia harus sarapan pagi ini.
Alula hanya dua puluh menit selesai dengan kamar mandinya, Alula langsung keluar dari kamarnya selepas memakai pakaian rumahannya.
Ternyata kedua orang tuanya sedang santai di ruang keluarga saat Alula keluar dari kamarnya, Alula langsung menyapa kedua orang tuanya.
"Kamu ini jam tujuh baru membuka mata, walaupun hari libur tetap saja harus di biasakan bangun pagi. "
ucap Ayahnya Alula saat putrinya duduk di sampingnya.
"Semalam Lula gak bisa tidur dan lagian Lula juga lagi libur sholat jadi tidurnya di bablas saja Ayah, mulai senin kan Lula ke kantor pasti harus bangun pagi juga kan. "
jelas Alula dan Ayahnya hanya menganggukkan kepalanya.
"Sana makan dulu semua sudah siap di meja makan dan setelah makan kesini lagi ya Sayang, ada yang mau di sampaikan sama Ayah dan sangat penting. "
ucap Sang Ibu dan Alula mengiyakannya lalu beranjak menuju meja makannya.
Alula langsung makan dengan menu yang tersedia tanpa protes karena memang makanannya itu adalah kesukaan nya.
"Mau di buatkan makanan tambahan gak Mba?? biar sekalian Bibi siapkan. "
tanya Pelayan dan Alula menggelengkan kepalanya.
"Gak usah Bibi dan makasih sudah nawarin, buatkan minuman pereda sakit haid saja yaa, kunyit asam. "
jawab Alula dan pelayan pun mengangguk lalu berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman pesanan Alula.
Selesai dengan makannya Alula langsung menuju ruang keluarga, minuman nya belum selesai di buat dan Alula sekalian menunggu saja sambil berbincang dengan kedua orang tuanya.
"Sini duduk di samping Ibu. "
pinta Ibunya Alula saat putrinya berjalan menghampiri ruang tengah.
"Memangnya mau bicarakan apa sama Alula dan Alula gak mau basa basi yaa Ayah. "
ucap Alula saat duduk manis di samping sang Ibu.
"Yasudah langsung ke intinya saja, hari minggu kamu dan Kahfi akan melangsungkan pernikahan dan gak ada penolakan. "
jelas Sang Ayah dan Alula langsung melototkan matanya karena seperti kabar yang sangat buruk di terimanya.
"Nah kan bener bakalan seperti ini, semalam Lula susah tidur dan jawabannya adalah pagi ini Alula dapat kabar pernikahan, yasudah lanjutkan saja lagian Alula juga gak bisa menolak dan membantahnya juga kan, semua sudah di atur juga oleh Ayah dan mau besok atau kapan pun semua sudah di atur juga kalau Alula harus menikah dengan Kahfi tanpa penolakan. "
ucap Alula dengan nada yang terdengar pasrah karena semua pasti bakalan terjadi padanya.
.
.
.
Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Secepat itu tanpa ada basa basi...Ckkk
2023-12-04
1
🌷💚SITI.R💚🌷
sabar ya alula ini pasti yg terbaik buat kamu dan kamu insya Allah bahagia sm kahfi
2023-11-25
1