Beberapa jam berlalu.......
Alula saat ini telah bersiap dengan pakaian santai nya karena Ibunya bilang hanya makan siang biasa dan tidak ada yang spesial nya.
"Aku ngerasa akan ada sesuatu yang gak beres ini, tapi biarlah bagaimana nanti saja. "
gumam Alula yang telah selesai bersiap lalu membawa tas selempangnya dan segera keluar dari kamar untuk menghampiri Ibunya.
Alula berjalan dengan santai dan tangannya sibuk membalas pesan dari sahabatnya yang meminta bertemu saat mengetahui kalau Alula sudah ada di tanah air.
"Sayang...... ayo berangkat, Papa sudah sampai di Restoran loh. "
ucap Ibunya saat Alula berjalan menghampirinya dengan sangat santai.
"Yasudah kita berangkat sekarang Bu dan Lula gak mau nyetir yaa. "
ucap Alula dan Ibunya mengiyakannya lalu menggandeng tangan Alula menuju mobil yang sudah terparkir yang akan mengantarkannya menuju restoran.
.
.
Di restoran saat ini.....
Ayah Bisma ternyata beneran sudah sampai bahkan tamu jamuannya pun sudah sampai, tinggal menunggu yang lainnya.
"Kahfi bersedia datang kan?? "
tanya Ayah Bisma saat sahabatnya merangkulnya lalu mengajaknya duduk.
"Dia datang dan sedang di perjalanan kesini Bisma, Alula beneran sudah sampai di tanah air kan?? "
jawab Papa Robi dan Ayah Bisma mengiyakannya.
"Hai jagoan..... makin ganteng ajah dan mirip Leo banget. "
ucap Ayah Bisma saat Rinal mencium tangannya.
"Kan memang anaknya Papa Leo loh Opa. "
jawab Rinal dengan senyumnya dan Bisma hanya mengusap kepala cucu sahabatnya itu.
"Mba Lili masih dimana?? kenapa belum sampai juga?? "
tanya Mama Aliya sambil menyuapi Rinal cemilan pembuka.
"Sebentar lagi sampai dengan Alula juga, udah berangkat dari rumah. "
jawab Ayah Bisma dan Mama Aliya mengiyakannya.
Saat ketiganya asik berbincang ternyata Kahfi datang dan mengucapkan salam lalu mencium tangan ketiganya.
"Nanti makan nya malah kenyang loh kalau ngemil duluan gini. "
ucap Kahfi saat mengacak rambut keponakan nya dan Rinal hanya menjulurkan lidahnya.
"Sudah jangan ganggu Rinal deh. "
lerai Sang Mama karena nantinya putra nya itu akan membuat cucunya menangis.
"Tambah gagah dan ganteng banget kamu Kahfi, kalau Alula tahu pasti syok dia. "
ucap Ayah Bisma dan membuat Kahfi langsung terdiam karena mendengar nama gadis yang di tunggunya selama beberapa tahun ini.
"Malah Kahfi sangat ingin bertemu Alula saat ini tapi sayang sekali Alula masih gak mau kembali Om. "
ucap Kahfi dan Ayah Bisma tersenyum sambil menepuk bahu Kahfi.
"Sabar dan nanti kamu bicara langsung dengan Alula, Om yakin Alula memaafkan kamu. "
ucap Ayah Bisma dan Kahfi menganggukkan kepalanya.
Beberapa menunggu akhirnya Ibu Liliana dan Alula tiba di restoran lalu menyapa semuanya, Kahfi langsung terdiam mematung mendengar suara yang tidak berubah dan Kahfi tidak berani membalikkan tubuhnya.
"Alula...... Astaga Sayang kamu tambah cantik dan kenapa jadi berbeda sekali. "
ucap Mama Aliya yang heboh saat Alula menyapa dan mencium tangan Mama Aliya.
"Tante bisa saja, Alula jadi malu dengernya. "
ucap Alula dengan segurat merah di wajahnya karena di puji oleh Mama Aliya.
"Ayo duduk jangan menahan Alula terus kasihan berdiri terus. "
ucap Papa Robi saat melihat sang istri malah heboh menyambut Alula.
"Kahfi kamu kenapa diam?? ini Alula loh?? "
ucap Mama Aliya saat melihat putranya hanya diam.
Alula langsung mematung mendengar nama orang yang sangat di bencinya di sebutkan, Alula langsung menahan nafasnya saat Kahfi berbalik ke arahnya dan kedua matanya saling menatap.
"Hai Alula....... "
sapa Kahfi dan Alula langsung terdiam mematung mendengarnya.
Alula langsung memalingkan wajahnya dan duduk dengan tenang mengatur semua reaksi nya saat Kahfi menyapanya.
"Alula kamu di sapa kenapa gak jawab?? jawab dong sayang. "
ucap Sang Ayah dan Alula hanya tersenyum menjawabnya.
"Sudah sudah kita lebih baik makan karena makanan sudah terhidang. "
ucap Papa Robi yang mengalihkan perbincangan karena melihat Alula kurang nyaman.
Kahfi saat ini sangat gugup sekali bertemu kembali dengan Alula setelah sekian lama, Alula bahkan benar benar berubah drastis sekali dimana Alula yang gendut dekil dan wajah mengkilap karena berminyak, saat ini Alula begitu cantik dan tubuhnya begitu langsing semampai.
Berbeda dengan Kahfi yang gugup, Alula malah ingin segera mengakhiri makan siang ini dan Alula sangat malas bertemu dengan laki laki yang dahulu begitu menorehkan luka untuknya.
Makan siang akhirnya selesai dan semua nya masih duduk di tempat masing masing karena acara intinya belum selesai.
"Kahfi dan Alula, maaf karena kami sebagai orang tua mengadakan acara makan siang ini secara dadakan, tapi percayalah semua sudah di atur dari jauh hari, kami berempat sebagai orang tua kalian sudah memutuskan kalau Kahfi dan Alula akan di jodohkan. "
jelas Papa Robi dan di benarkan oleh Ayah Bisma.
Alula langsung tersentak mendengarnya bahkan melototkan matanya karena tidak percaya dengan penjelasan yang di dengarnya.
"Ayah maksudnya apa ini?? Alula gak salah dengar kan?? "
tanya Alula pada sang Ayah dan Ayah Bisma menggelengkan kepalanya.
"Alula dengarkan Ayah Baik baik, kami melakukan ini demi kebaikan kamu karena Kahfi adalah laki laki yang tepat untuk mendampingi kamu. "
jawab Ayah Bisma dan Alula langsung terdiam mendengarnya bahkan air matanya tak terasa menetes.
"Ayah tahu kan Lula pergi jauh karena Apa?? kenapa Ayah tega sama Lula?? Lula gak mau di jodohkan. "
ucap Alula dengan tangisannya dan membuat Kahfi mematung ternyata akibat ulahnya membuat Alula terluka sangat dalam.
"Gak Sayang jangan bicara seperti itu, Kahfi menyesali semua yang dia lakukan sama kamu dan bukan Tante membela putra Tante, semua ada alasannya dan nanti Kahfi yang akan menjelaskannya sama kamu. "
ucap Mama Aliya dan Alula hanya diam sambil menangis.
"Alula kamu harus menerimanya dan gak ada bantahan, kamu sendiri sudah janji gak akan menolak lagi semua yang di ucapkan Ayah dan Ayah tagih janji kamu itu, Ayah mengajarkan pada kamu menjadi Gadis jujur dan bertanggung jawab, buka malah mengecewakan Ayah. "
ucap Ayah Bisma dan Alula langsung menghentikan tangisannya hanya sisa sesegukan.
"Tidak langsung menikah juga Alula, kalian akan saling mendekatkan dulu sebelum di resmikan, Om jamin kalau Kahfi gak akan membuat kamu terluka kembali. "
ucap Papa Robi dan Alula hanya diam mendengarnya.
Kahfi hanya mampu diam karena dia juga bingung harus berbicara apa, semua mendadak dan semua di luar kendali Kahfi, kedua orang tuanya begitu cepat memutuskan tanpa membicarakannya.
"Sudah jangan nangis lagi, wajah kamu jadi sembab kalau nangis dan sekarang senyum yaa sayang, percayalah pilihan Ayah dan Ibu gak akan mengecewakan kamu. "
ucap Ibu Liliana yang sedari tadi terdiam mendengar pembicaraan dan tidak sanggup mendengar tangisan Putrinya.
.
.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Kesannya maksa banget lho si papa. Jangan lah kejem" amat
2023-11-29
1
🌷💚SITI.R💚🌷
sabar ya allah smh kafir betul2 berubah menjadi lebih baik lagi..
2023-11-24
2