Ketiga sahabat Alula sudah pamit dan kembali ke rumah masing masing, Nathan masih berada di hotel menyambut beberapa tamu yang memang di kenalnya.
Alula dan Kahfi saat ini sedang makan siang yang terlambat, tapi Alula tidak peduli karena perutnya sangat lapar siang ini.
"Pengantinnya ternyata sedang makan, kita muter cari cari kalian. "
ucap Rio sahabat dari Kahfi.
"Maaf gak nyambut kamu dan Diki, sana coba makanan dulu nanti setelah aku selesai makan di samperin. "
ucap Kahfi dan kedua sahabatnya mengacungkan jempolnya.
"Bukannya Rio itu di luar Negeri yaa?? "
tanya Alula dan Kahfi tersenyum mendengarnya..
"Aku nanya malah senyum, kamu kesambet setan mana sih?? "
protes Alula dan Kahfi langsung tergelak mendengarnya.
"Kamu dari tadi gak pernah mengeluarkan suara loh, baru sekarang terdengar dan maaf aku senyum karena senang dengarnya. "
jawab Kahfi dan Alula mendelik mendengarnya.
"Gak lucu. "
sentak Alula dan langsung beranjak menuju stand makanan karena dia ingin mencoba es krim nya.
Kahfi memilih menghampiri kedua sahabatnya ternyata sedang berbincang dengan Nathan, karena Nathan memang sudah mengenal kedua sahabatnya itu.
"Kamu ini tega sekali ninggalin Lula mencari makanan sendiri. "
ucap Diki saat Kahfi menghampiri dan duduk di sampingnya.
"Alula enjoy sendiri kalau aku samperin nanti bertaring dia. "
ucap Kahfi dan ketiganya menggelengkan kepalanya.
"Gak nyangka kamu dan Alula menikah juga Fii.... gak ada angin dan hujan langsung nikah saja, bukannya kalian musuh bebuyutan?? "
ucap Rio dan Kahfi langsung menghela nafasnya.
"Aku hanya bisa menjawab semua adalah garisan takdir dan di jalankan oleh Mamah juga Ibu mertua aku, tanyakan sana sama mereka biar jelas. "
jawab Kahfi dan Rio hanya menggelengkan kepalanya.
"Fii.... ternyata perusahaan yang akan aku kelola tuh kerjasama dengan Rio, Rio akan menetap di tanah air mulai sekarang. "
ucap Nathan dan Kahfi langsung mengerutkan keningnya menatap ke arah Rio.
"Semua di atur sama Papa dan aku hanya menjalankannya, malah aku baru tahu kalau perusahaan itu milik Nathan. "
ucap Rio dengan nada terbilang santainya.
"Akhirnya kamu kembali juga Rio, ada ancaman atau kamu memang mau kembali?? "
tanya Kahfi dan Rio langsung terdiam.
"Mama sama Papa jodohin aku sama wanita pilihannya, itu artinya aku harus pulang dan menetap terus dengan perjodohannya juga, aku gak bisa nolak takut Mama kena serangan jantung lagi. "
jawab Rio sambil menyuapkan makanannya.
"Ternyata keluarga ningrat itu pasti jodoh itu sudah di atur. "
celetuk Diki dan membuat Kahfi mendelik.
"Aku doakan kamu juga sama Diki, DIJODOHKAN. "
ucap Rio dengan nada yang tegas membuat Diki mendelik.
"Gak ada yaa dalam kamus keluarga aku, lagian aku juga kan masih sibuk dengan pekerjaan dan harap maklum, sekertaris dan melengkap dengan asisten pribadi seorang Kahfi akan selalu sibuk, jadi gak mau memikirkan jodoh dulu. "
ucap Diki dan semua hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.
"Kamu cuti berapa lama Fii?? "
tanya Rio sambil memakan kembali makanan suapan terakhirnya.
"Satu minggu paling mentok nya, kalau bosan besok juga ngantor lagi. "
jawab Kahfi dengan nada entengnya dan Nathan langsung terbahak mendengarnya.
"Aku kasih saran ke kamu, ajak Alula ke pantai karena dia ingin ke pantai berlibur dengan suaminya, itu impian Alula. "
ucap Nathan dan membuat Kahfi tersenyum senang lalu mengacungkan jempolnya.
"Makasih Kakak ipar, akan aku siapkan liburan ke pantai nya. "
ucap Kahfi dan membuat kedua sahabatnya menggelengkan kepalanya.
"Sederhana sekali impian nya Alula, kalau aku jadi dia pasti akan mengajak Kahfi keliling dunia menghabiskan hartanya. "
ucap Diki dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kahfi.
"Sudah jangan bahas apapun lagi, aku pamit Fii dan jangan lupa oleh olehnya keponakan untuk aku yang manis. "
ucap Rio sambil beranjak dan memberikan sebuah kado kecil pada Kahfi.
"Tunggu.....aku curiga ini isinya obat perangsang. "
ucap Diki dan Rio langsung kesal mendengarnya.
"Gak ada dalam kamus obat laknat itu, sudah lah aku pulang mau tidur. "
ucap Rio sambil berjalan meninggalkan area Ballroom hotel.
Kahfi langsung beranjak meninggalkan meja lalu berjalan menghampiri Alula yang sibuk dengan ice cream di tangannya.
Tamu sudah berhenti berdatangan, hanya ada keluarga inti saja yang masih berada di area Ballroom hotel.
"Pengantin bukannya istirahat, ini malah makan terus. "
ucap Ibu Liliana saat melihat putri dan menantunya sedang makan.
"Pengantin juga manusia Bu dan butuh asupan makanan. "
ucap Alula dan membuat Ibunya tertawa mendengar kekesalan dari putrinya.
"Maksud Ibu itu kalian ke kamar untuk istirahat dan nanti makanan di antar ke kamar kalian, Ibu sudah siapkan kamar khusus untuk kalian dan Ibu harap gak ada derama tidur terpisah karena semua sudah di antisipasi oleh Ibu. "
ucap Ibu Liliana dan Alula hanya mendelik mendengrnya.
"Ini kunci kamar kalian, semua kebutuhan sudah di siapkan dan selamat menikmati malam pengantin nya, Mama harap segera setelah malam ini ada kabar baik. "
ucap Mama Aliya sambil menyodorkan kunci kepada Kahfi yang langsung di terima oleh Kahfi.
"Mama sama Ibu sangat sangat hebat sekali merencanakan semuanya dan Alula juga gak bisa menolak. "
sindir Alula dan Membuat kedua ibu itu tersenyum.
"Kahfi ayo ajak istri kamu nya, kamarnya ada di lantai teratas nomer 206. "
titah Mama Aliya pada Putranya dan Kahfi mengangguk lalu beranjak.
Kahfi mengulurkan tangannya ke arah Alula dan dengan terpaksa Alula menerima uluran tangannya, Kahfi langsung membawa Alula menuju lift yang akan mengantarkan nya ke lantai tertas dimana kamarnya di siapkan.
Mama Aliya dan Ibu Liliana langsung tersenyum melihat kepergian anak anaknya, keduanya langsung berbalik dan berkumpul dengan keluarga lainnya.
Di dalam Lift saat ini, Alula terdiam dengan tangan menggandeng lengan Kahfi karena memang dia merasakan lelah sekali, semalam tidurnya tidak nyenyak karena memikirkan pernikahan dadakannya ini, sedangkan Kahfi tetap tengan dengan tatapan ke arah pintu lift.
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Lift terbuka dan sampailah di lantai teratas hotel, Kahfi tersenyum karena dia tahu kalau kamar ini adalah kamar paling besar yang biasa di sewa oleh orang yang akan berbulan madu.
"Aku curiga semua kamu yang rencanakan, awas saja kalau di dalam kamar nya aneh aneh. "
ucap Alula dengan nada juteknya membuat Kahfi menghela nafasnya.
"Kamu selalu berfikiran jelek sekali, aku gak tahu masalah kamar ini bahkan semua pesta dan akad pun aku gak tahu apa apa, pagi pagi Mama bilang besok aku menikah sama kamu, aku juga sama seperti kamu kaget tapi aku gak bisa menolak karena mau hari ini, besok, lusa atau tahun depan pun pastinya pernikahan ini akan terjadi, jadi terimalah semuanya. "
jelas Kahfi dan Alula hanya tersenyum kecut mendengarnya.
.
.
Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Iya sih... Mau nikahnya kpn z tetep Kahfi yg banyak di untungin
2023-12-06
1
🌷💚SITI.R💚🌷
apa yg akan terjadi langsung tidur ngobrol atau yg lain kita serahkan sm allah jg kahfi😁😁
2023-11-25
1
Ilfa Yarni
udah alula terima toh udah nikah ini
2023-11-06
1