Kahfi dan Rio sama sama keluar dari area perusahaan milik Kahfi dengan tujuan berbeda, Kahfi langsung menuju mobilnya untuk makan siang bersama Alula, sedangkan Rio akan menghadiri meeting sekaligus makan siang dengan klien nya.
Kahfi tersenyum saat Alula mengirimkan lokasi perusahaannya dan Kahfi langsung melajukan mobilnya menuju alamat yang sudah terdeteksi oleh Maps di hanphone nya.
"Ternyata di daerah yang sama dengan perusahaan cabang Papa. "
gumam Kahfi saat melihat alamat kantor Alula yang satu komplek dengan perusahaan cabang milik Papanya.
Kahfi yang sudah hafal dengan alamatnya pun tidak kesusahan dan hanya lima belas menit sudah tiba di sebuah gedung yang lumayan besar untuk ukuran kantor cabang.
Kahfi langsung memasuki lobi utama dan mengerutkan keningnya saat melihat Istrinya sedang berbincang dengan seorang pria bahkan istrinya itu tersenyum.
Kahfi langsung menghampiri dan dengan tidak tahu malunya merangkul pinggang Alula bahkan mendaratkan kecupan di Kening Alula.
"Kamu masih sibuk yaa Sayang?? "
ucap Kahfi dengan senyum manisnya dan membuat lamunan Alula buyar.
"Kamu ini gak punya malu, kita jadi bahan tontonan orang orang. "
protes Alula dan Kahfi hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu.
"Kalau begitu saya permisi Nona Alula, selebihnya di urus oleh asisten saya. "
pamit klien Alula dan Alula mengiyakannya saja tanpa mengantar karena memang saat ini sudah di lobi utama perusahaan.
Alula langsung menepis tangan Kahfi dan berjalan menuju lift, Kahfi mengikuti dan terus memperhatikan kemana Alula saat ini.
Lift terbuka di lantai teratas dah ternyata langsung menuju ruangan Alula tidak jauh dari Lift, Kahfi tersenyum karena dia tidak akan susah kalau harus menemui Alula tanpa janjian.
"Kamu memalukan tahu, dia itu rekan kerja aku dan dia baru pertama kerja sama dengan aku, kalau sampai ada apa apa aku akan marah sama kamu. "
kesal Alula saat memasuki ruangannya lalu duduk di sofa.
"Habisnya aku cemburu, kamu senyum manis begitu ke orang lain sedangkan ke aku terus saja ketus, jangan ketus terus dan luluhkan hati kamu. "
jawab Kahfi dengan nada sedikit memohon membuat Alula mendelik.
"Lebay kamu ini kaya anak yang baru gede dan mengenal wanita. "
ucap Alula yang langsung duduk tegak kembali.
"Mau makan di luar atau di ruangan ini?? "
tanya Kahfi sambil tersenyum menatap ke arah Alula yang terlihat begitu cantik menurutnya.
"Maka disini saja, aku sudah pesankan online makanannya. "
jawab Alula yang langsung mempersilahkan masuk setelah mendengar pintu di ketuk.
"Nona ini pesanan makanannya dan semua bahan minumannnya sudah saya lengkapi di dapur mini nya. "
ucap Amira saat menyimpan bungkusan di atas mejanya.
"Terimakasih Amira dan kamu juga boleh istirahat sekalian. "
ucap Alula dan Amira mengiyakannya lalu pamit keluar dari ruangan.
Alula langsug beranjak untuk mengambil piring dan peralatan lainnya, bahkan Alula sedang mendidihkan air untuk membuat teh hangat.
"Mau di buatkan minuman apa?? aku mau buat teh hangat soalnya. "
tanya Alula sambil membuka bungkusan makanannya.
"Sama saja biar gak kerepotan kamu nya. "
jawab Kahfi dan Alula menganggukkan kepalanya.
Selesai menghidangkan makanannya, Alula kembali ke dapur untuk membuat dua gelas teh hangat, selesainya Alula kembali duduk dan mengajak Kahfi untuk makan.
"Sesekali kamu juga harus ke kantor aku dan bawa makan nya, aku mau mengenalkan kamu ke orang kantor. "
ucap Kahfi di sela suapannya.
"Iyaa nanti kalau sempat, oh iya..... beneran kalau Rio itu calon suami Sali yang di jodohkan kedua orang tua mereka?? "
tanya Alula dan Kahfi hanya mengangguk menjawabnya.
"Maaf karena Rio mengancam, jadinya aku gak kasih tahu kamu awal awal dan semua salah teman kamu yang gak mau tahu nama bahkan wajah calon suaminya meskipun di foto, kalau Rio memang di berikan foto oleh Ibunya. "
jawab Kahfi dan Alula mengangguk menjawabnya.
"Nanti sore aku ijin yaa, mau kumpul sama anak anak di Cafe nya Sali. "
ucap Alula dan Kahfi langsung menatap ke arah Alula.
"Kumpul acara apa?? Sali kan mau menikah kenapa masih minta kumpul?? "
tanya Kahfi dan Alula langsung menghela nafasnya.
"Kepo banget kamu ini, pokonya aku mau datang karena aku sudah ijin sama kamu. "
jawab Alula dengan nada kesalnya dan Kahfi hanya menggelengkan kepala mendengar nya.
Selesai dengan makan siangnya, ternyata Kahfi malah setia menunggu Alula sambil rebahan di sofa yang ada di dalam ruangannya, bahkan Amira sampai sungkan saat masuk kedalam ruangan Alula.
"Masuk saja Raa dan jangan hiraukan suami saya, anggap gak ada saja. "
ucap Alula dan Amira mengiyakannya lalu mengambil berkas dari tangan Alula.
Amira langsung pamit keluar dari ruangan karena dia merasa sangat canggung dengan keberadaan Kahfi yang ternyata suami atasannya dan pengusaha muda yang sukses di kerajaan bisnisnya.
"Aku gak sangka ternyata Tuan muda dari keluarga Mahendra adalah suami dari Nona Alula, sangat dingin sekali auranya. "
gumam Amira yang sudah berada di ruangannya kembali untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya.
.
.
Sore menjelang......
Kahfi sudah pulang satu jam lalu saat mendapat telephone dari sekertarisnya yang memberitahukan kalau ada meeting dadakan di perusahaan rekan kerjanya dan akhirnya Kahfi pamit duluan.
Alula saat ini sedang mengemudikan mobilnya menuju cafe Sali dimana sahabatnya sudah tiba dan hanya dirinya yang belum tiba.
Alula mendadak banyak fikiran saat melihat status Kakak sepupunya yang hanya sebuah emoji, emoji menangis dan itu membuatnya aneh.
Tiba di cafe, Alula langsung menuju area cafe dan tersenyum saat sahabatnya melambaikan tangan di meja paling ujung dekat dengan kaca.
"Maaf telat yaa, barusan aku selesaikan berkas sisa soalnya. "
ucap Alula saat menyapa ketiga sahabatnya.
"Cha.... katanya masih di luar kota?? "
heran Alula saat Icha sudah duduk manis.
"Aku pulang awal dan ternyata liburan tanpa kalian sangat membosankan. "
jawab Icha dan Alula hanya terbahak mendengarnya.
"Aku ada kabar sedih. "
ucap Maya yang mengawali pembicaraan saat Alula meminum minumannya.
"Kabar sedih apaan?? jangan bikin orang panik sebelum waktunya. "
tanya Sali dan di angguki semuanya.
"Aku melihat Kak Nathan menangis saat di bandara, ternyata Kak Naumi sudah memiliki tunangan bahkan akan menikah. "
jawab Maya dan membuat Alula langsung terdiam.
"Pantas statusnya emoji menangis. "
ucap Icha dan Alula membenarkannya.
"Kamu ngapain di Bandara?? jangan bilang kamu ngikutin aktifitas Kak Nathan?? "
tanya Alula dan Maya menggelengkan kepalanya.
"Aku jemput Papa sama Mama yang baru tiba di Tanah air dan gak sengaja melihat kejadian itu, hanya selang tiga puluh menit kedatangan nya sama Orang tua aku. "
jelas Maya dan Alula mengganggukkan kepalanya.
.
.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Sekretarisnya Aluna bukannya Amira y. kok Amara
2023-12-14
1
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Masih dg kekakuannya sm Kahfi
2023-12-14
1
🌷💚SITI.R💚🌷
lanjuut
2023-11-26
1