Alula selesai dengan membersihkan tubuhnya dan keluar kamar mandi sudah dalam keadaan rapih hanya tinggal memoles wajahnya saja.
Kahfi beranjak dan langsung menghampiri Alula yang sedang duduk di depan meja riasnya, Alula mengerutkan keningnya saat Kahfi menghampiri tapi malah mengotak atik handphone di tangannya.
"Ini salah satu sahabat kamu bukan sih?? "
tanya Kahfi sambil memperlihatkan handphone nya dimana ada foto yang baru di kirim dari Rio.
"Iya...... itu Sali, memangnya kenapa?? "
jawab Alula yang langsung menghentikan kegiatannya.
"Nanya saja soalnya Rio nanyain, ini kiriman dari Rio fotonya. "
ucap Kahfi dan Alula hanya mengangguk tanpa membahasnya lagi membuat Kahfi lega.
Kahfi langsung merapihkan semua barangnya dan memasukkan kedalam tas kerjanya, Alula hanya sebentar memakai make up tipisnya dan segera merapihkan penampilannya.
"Sarapan dulu baru kita pergi, aku sudah minta Bibi buatkan sarapan ringan untuk makan pagi ini. "
ucap Alula saat merapihkan hijabnya.
"Iyaa gak masalah dan kamu mau undang sahabat sahabat kamu gak ke rumah baru kita hari ini?? biar mereka tahu dan hitung hitung syukuran kecil kecilan juga. "
ucap Kahfi dan Alula langsung terdiam sebentar mencerna ucapan suaminya.
"Nanti aku tanyakan mereka pada sibuk gak nya, ketiga sahabat aku kan punya kesibukan sendiri sendiri juga. "
ucap Alula dan Kahfi menganggukkan kepalanya.
"Nanti Rio sama Diki mau datang, aku gak mau cuma hanya ada kamu wanitanya, makanya aku minta kamu undang teman teman kamu. "
ucap Kahfi dan Alula hanya mengangguk tanpa menjawabnya.
Kahfi langsung mengajak Alula keluar rumah dengan tangan membawa satu koper barang penting milik Alula, sedangkan Alula hanya membawa tas kecil saja berisi handphone dan dompetnya.
Saat sampai di meja makan ternyata sarapan sudah siap, Alula langsung menyiapkan sarapan untuk Kahfi terlebih dahulu.
"Roti nya mau isi telur ceplok apa selai?? "
tanya Alula saat Kahfi duduk di sampingnya.
"Telor saja kayanya lebih baik dari pada selai. "
jawab Kahfi dan Alula langsung menyiapkannya.
Selesai dengan menyiapkan makanannya, Alula langsung menyiapkan untuknya sendiri, Alula memilih memakan telur saja yang di beri saus tomat.
Alula mengirimkan pesan pada ke empat sahabatnya untuk datang ke rumah barunya, syukuran kecil kecilan.
Ternyata ketiga sahabatnya akan datang dan mereka juga akan membawa makanan masing masing, bahkan Maya meminta Alula mengajak Nathan dan Alula terpaksa mengiyakannya.
"Teman teman aku semua mau datang, termasuk Kak Nathan juga akan datang. "
ucap Alula yang memecahkan keheningan di meja makan dan Kahfi tersenyum mengangguk mendengarnya.
"Alamat rumahnya dimana?? mereka meminta alamatnya. "
ucap Alula kembali dan Kahfi langsung membuka tas nya lalu memberikan sebuah catatan kecil yang bertuliskan alamat rumahnya.
Alula menerimanya dan langsung mengirimkan alamat pada grup sahabatnya, Alula menyudahi makannya dan langsung menyiapkan barang barangnya.
Kahfi masih menyelesaikan makannya dan tetap duduk di atas kursinya, membiarkan Alula yang sibuk dengan aktivitas nya.
.
.
Di kediaman Nathan saat ini.....
Ternyata rumah Nathan masih satu komplek dengan Alula dan membuat Nathan tersenyum, sepupunya itu belum tahu kalau rumahnya berdekatan.
Nathan kembali terdiam karena mengingat tingkah Maya, dia bukan gak mau menerima pernyataan Maya padanya tapi Nathan masih menunggu wanita nya yang sedang menyelesaikan study nya.
"Maya......pasti dia akan sering datang ke rumah Alula kalau tahu rumah aku berdekatan, biarkan saja lah sebentar lagi Naumi akan kembali. "
gumam Nathan sambil menyeruput kopi hitamnya pagi ini di kediaman barunya.
Nathan akan datang ke rumah Alula sesuai permintaan Alula, dia tidak akan membuat sepupunya itu marah karena tidak menghadiri undangannya.
Di kediaman Rio malah sedang sibuk saat ini, Rio memberitahukan pada Mamanya kalau wanita pilihan Mamanya adalah sahabat dari Istrinya Kahfi dan Mamanya Rio langsung sibuk menyiapkan makanan untuk di bawa ke kediaman Kahfi karena tahu kalau calon menantunya akan datang.
Mamanya Rio tadinya akan ikut tapi Rio melarang karena nantinya Sali tahu kalau Rio lah yang akan di jodohkan dengannya.
"Pokonya kamu jangan jutekin calon mantu Mama yaa, awas saja kalau di jutekin. "
ancam Mamanya Rio saat memberikan dua kotak besar berisi makanan dan entah apa isinya membuat Rio hanya menghela nafasnya.
"Mama gak bosan memang nya dari tadi bilang itu terus yang di ucapkan, Rio bukan orang yang jahat yaa Mama dan lagian Sali disana banyak sahabatnya juga. "
protes Rio dan Mamanya hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu dengan ucapan sang putra.
"Sudah sana berangkat nanti kamu telat lagi, nanti kamu nilai Sali orangnya gimana?? menurut Mama dia baik dan sangat mandiri terus ceria loh point ceria ini bisa melengkapi kamu yang seperti kutub es yaa Rio. "
ucap Mamanya yang membuat Rio memutar bola matanya karena belum apa apa Mamanya sudah memihak pada calon istrinya.
"Mama ini menyebalkan dan gak sekalem Papa. "
ucap Rio sambil menerima kotaknya dan langsung pergi tanpa mendengarkan ocehan Mamanya.
"Astaga anak itu kenapa seperti itu sih, awas yaa kalau Mama sudah punya menantu nanti kamu Mama anak tiri kan. "
gerutu Mamanya Rio sambil berbalik melanjutkan mebuatkan makanan karena nanti siang akan ada arisan komplek rutin seperti biasa di kediaman Bu RW.
.
.
Kahfi dan Alula tiba di rumahnya yang ternyata sudah ada Diki yang sedang menunggunya bersama seorang wanita paruh baya, Alula langsung keluar dari mobil lalu mengikuti suaminya yang menghampiri ke arah pintu masuk.
"Alula kenalkan dia adalah Bibi yang bertanggung jawab nanti membantu kamu di rumah ini, ada pelayan lain juga nantinya bukan hanya Bibi. "
ucap Kahfi dan Alula langsung tersenyum ke arah Bibi yang di balas senyuman oleh Bibi itu.
"Bibi ini adiknya kepala pelayan di rumah Mama Aliya jadi sudah dapat di pastikan kinerja nya. "
ucap Kahfi kembali dan Alula hanya mengangguk saja.
Kahfi langsung mengajak Alula masuk untuk berkeliling rumah barunya, sedangkan Diki di bantu oleh keamanan depan mengeluarkan koper dari dalam mobil.
Saat tengah mengeluarkan koper ternyata ada mobil masuk karena pintu gerbang utama belum tertutup, Diki mengerutkan keningnya saat melihat mobil sahabatnya ternyata memasuki rumah dan di ikuti mobil lagi.
"Astaga tuan rumah baru sampe, ini kalian kepagian tahu datangnya. "
protes Diki saat melihat sahabatnya dan juga ketiga sahabat Alula yang turun dari mobil satunya.
"Ishh.....Kak Diki ini kan bukan Tuan rumahnya, jadi jangan protes. "
ucap Sali dengan tatapan tajamnya dan Diki hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah gadis di hadapannya.
"Ngapain kamu mesem mesem.... "
ucap Diki pada Rio yang tersenyum untuk pertama kalinya di hadapan orang lain.
"Kalian berdua....... COCOK...... "
ucap kompak ketiga sahabat Alula dengan tawanya dan membuat Diki berdecak saja.
.
.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Typo nama Kahfi, harusnya kan Rio
2023-12-10
1
🌷💚SITI.R💚🌷
diki sm saling cocok wah Rio bisa cemburu nih..
2023-11-26
1
🌷💚SITI.R💚🌷
ga tauy naumi sdh punya tunjangan gmn than
2023-11-26
1