"karena itu hak saya"

Nada melihat rumah yang berwarna hijau army tepat berada di hadapannya & diatas pintu itu jelas tertulis nama Lettu Saga Bimantara.

"Apa kita akan tinggal disini?" tanya Nada pada Saga yang sedang menurunkan beberapa koper dari dalam mobil.

"Hm" Saga menjawab hanya dengan berdeham.

Nada memandang lingkungan kesatuan tempat ia akan tinggali, begitu asri dan bersih. Jelas ia mengingat kalau waktu kecil dia juga pernah tinggal di kawasan militer seperti itu.

"Apa kau tidak suka karena kita akan tinggal disini?" tanya Saga.

"Gak, aku malah suka. Aku pun juga pernah tinggal di lingkungan militer waktu aku kecil."

"Benarkah?" tanya Saga meyakinkan.

"Iya, kalau gak salah, aku masih SD, umur 9 tahun. Aku ikut papa tugas, karena papa gak punya siapa-siapa untuk jaga aku. Eyang udah lama meninggal sejak papa baru masuk militer, sedangkan Mama juga meninggal saat melahirkan aku, sementara nenek dan kakek dari Mama juga gak lama meninggal waktu aku baru berumur 5 tahun." Nada tersenyum pedih menceritakan kisah hidup dia dan papanya. "Makannya aku cuma punya papa san papa juga cuma punya aku, papa adalah milikku yang paling berharga. Dan sekarang aku memiliki satu orang lagi yang berharga bagiku," lanjut Nada dengan menggantung ucapannya.

"Siapa?" tanya Saga penasaran.

"Om Saga" lirih Nada pelan.

Saga pun menatap Nada.

"Diih sekarang aja, terang-terangan kalau natap aku, dulu aja bukan mahram katanya"

Saga memalingkan wajahnya, lalu mengangkat koper-koper itu masuk ke dalam rumah dinasnya.

"Malah diem aja lagi di ajakin ngomong" ucap Nada kesal.

"Hm" Saga berdeham, "Nada" panggil Saga.

Nada pun menoleh menghadap Saga yang berada di luar sedang memasukkan koper yang masih berada di halaman.

"Kamu tau, Islam mengharamkan pandangan, apa lagi jika berkaitan dengan pandangan seorang laki-laki kepada perempuan, begitu pun sebaliknya" ucap Saga.

Nada pun menautkan kedua alisnya.

"Mata itu kunci hati, dan pandangan adalah jalan untuk membawa fitnah dan sampai ke perbuatan zina, saya tidak ingin kalau-kalau itu terjadi pada saya. Saya berusaha sebisa mungkin menjaga pandangan saya dari kamu san juga perempuan lain saat itu" tuturnya lagi. "Tapi sekarang sudah beda, kamu mahram saya dan begitu pula saya yang juga mahramnya kamu. Bahkan saya bisa berbuat lebih dari sekedar memandang, karena itu hak saya, malah akan jadi pahala jika kita melakukannya, karena saya sudah menjadi suami kamu sekarang" lanjutnya.

Nada benar-benar takjub oleh pria yang resmi menjadi suaminya mulai dari kemarin. Begitu baiknya dia menjaga pandangannya dari yang bukan muhrimnya. "Memang bener ya Om yang di bilang papa Om bakalan jadi imam yang baik buat aku."

"Insyaallah, semoga begitu."

"ehm, melakukan lebih dari sekedar memandang itu gimna Om maksudnya?"

Saga hanya diam tidak menjawab.

Nada yang tau bakalan di cuekin menatap sekeliling ruangan itu, "Om kamar Nada mana?"

"Disini" pekik Saga.

Nada menatap sekitar. Melihat di rumah itu ada 2 kamar. "berarti Om Saga tidurnya dikamar satu lagi?"

Saga menggeleng "gak, itu untuk ruang kerja saya."

"Jadi Om Saga tidurnya dimana?"

"Ya di sinilah, masa saya di halaman."

Nada membulatkan matanya sempurna. "Jadi kita tidur satu kamar lagi" tanya Nada.

"Iya memangnya kenapa? Kamu gak mau?"

"Bukan begitu, tapi kayaknya Om gak nyaman sama aku" ucap Nada sambil menundukan kepalanya.

"Bukannya kamu yang gak bisa tidur tadi malam, kenapa jadi saya yang di bilang gak nyaman?" Saga bersedekap.

Skakmat !!

Nada tidak mungkin berkata jujur kepada Saga, kalau dia terlalu canggung dan berdebar karena satu kamar dengannya.

Malam hari pun tiba, Nada juga sudah menyiapkan makan malam di meja makan. Nada memanggil Saga yang sedari tadi berada di kamar entah sedang apa.

"Om makan malamnya uda siap" ucap Nada.

Saga pun keluar dari dalam kamar.

"Masak apa kamu?" tanya Saga, sambil berjalan menuju meja makan.

"Ayam goreng sama tumis kangkung" Nada pun menarik bangku untuk ia duduki.

Tok! tok! tok!

Seseorang mengetuk pintu rumah mereka.

"Assalamualaikum" salam mereka.

Nada bangkit dan membuka pintu "waalaikumsalam" jawab Nada.

"Eh mbak Ajeng" ucap Nada spontan, melihat Ajeng dan suami datang berkunjung.

"Hai Nada, eh sekarang udah jadi buk Saga ya" sapanya, sambil bergurau.

Nada pun terkekeh. " eh silakan masuk mas, mbak" ucap Nada sambil memberi jalan.

Mereka pun Nada ajak duduk bersama di meja makan.

"Eh mas Gibran sama Mbak Ajeng toh rupanya. Duduk-duduk mas, mbak. Ikut makan malam sama kita" ucap Saga dengan ramahnya.

"Maaf ya Nada, kita jadi ngerepotin" ucap Ajeng tak enak.

"Gak papa kok mbak, santai aja" Nada pun menoleh ke arah Saga "mas mau makan apa?" Tanya Nada dengan mencoba memanggil Saga dengan sebutan mas.

Saga yang mendengar Nada memanggil dengan sebutan 'mas' itu pun langsung menoleh menatap istrinya yang tepat duduk di sebelahnya.

Nada mencoba memejamkan matanya memberi isyarat, Saga pun paham.

"Ayam goreng, sama tumis kangkung."

"Nasinya segini cukup?" tanya Nada lagi.

Saga pun menganggukkan kepalanya, Nada pun mengambilkan lauk untuk Saga dan memberikan pada sang empunya.

"Makasih" ucap Saga setelah menerima makanannya.

"sama-sama."

Mereka pun makan bersama dengan senang. Gibran dan Ajeng juga begitu.

Setelah selesai makan Nada & Ajeng mencuci piring di dapur, Ajeng ini orangnya ramah dan baik.

"Maaf loh Nad, saya jadi ngerepotin kamu" ucap Ajeng yang masih sungkan.

"Iih gak papa lo mbak, saya juga seneng mbak Ajeng Dateng kemari. Jadi gak sunyi-sunyi amat."

Mereka pun menyelesaikan cuci piring mereka dan pergi ke ruang tamu untuk bergabung dengan suami mereka yang sedang asyik berbincang disana.

"Kita kemari sebenarnya mau bantuin kalian pindahan, ehh ternyata uda siap. Kalian yang kerjain berdua?" tanya gibran.

"Ya iyalah mas, siapa lagi?" ucap Saga.

Gibran pun menganggukkan kepalanya.

"Cuti berapa lama kamu?" tanya gibran lagi.

"Eumm...lusa saya uda masuk" jawab Saga.

"Cepet banget kamu cuti."

"Lama-lama cuti juga ngapain mas? Udah biasa kerja cuti lama kayaknya gak enak."

"Ya tempur di rumah sama istri dong" ucap gibran, Ajeng pun menyenggol suaminya itu yang omongannya malah kemana-mana.

Nada si anak sok polos itu mengerti apa yang gibran bicarakan. Ia pun tersenyum garing dan duduk diam di samping Saga.

"Jadi kuliah kamu gimana Nad aman?" tanya Ajeng mengalihkan pembicaraan.

"Aman mbak" ucap Nada.

Hari semakin larut. Gibran dan Ajeng pun pamit pulang. "Kita pamit pulang dulu, uda malam banget ni, anak-anak juga di tinggal dirumah. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Akhirnya Gibran dan Ajeng sudah pergi, rumah kembali menjadi sunyi. Saga pun mengunci pintu, sementara Nada sudah masuk ke kamar duluan dan di susul oleh Saga. Mereka kembali canggung.

Nada kembali tidak bisa memejamkan matanya, ia mengambil laptopnya melihat tugas-tugas kuliahnya.

Sementara Saga dia sedang merapikan selimut, pria itu akan tidur di bawah, tidak di atas ranjang lagi.

"Tidur kamu, jangan malah bergadang lagi" ucap Saga sambil melirik istrinya yang memainkan laptopnya.

"Iya om, masih periksa tugas kuliah dulu, entar kalau masuk, tugas kuliah aku ternyata belum selesai."

Saga membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.

setelah beberapa menit, Nada pun menutup laptopnya dan melihat Saga lagi-lagi sudah tidur duluan.

Tapi syukurlah mata Nada malam ini terasa mengantuk karena mungkin kelelahan baru selesai pindahan. Nada akhirnya pun tertidur.

Terpopuler

Comments

Heny Janitasari

Heny Janitasari

🙄

2024-05-28

1

Mamah Kekey

Mamah Kekey

suami yg sabar mas saga...

2023-12-25

2

Pricecilia Doom

Pricecilia Doom

tadi mas sekarang om

2023-12-23

1

lihat semua
Episodes
1 "Yang penting baik agamanya"
2 Pahlawan
3 "Bukan cuma ganteng, Soleh lagi"
4 "Ajhussi rasa oppa-oppa"
5 "Pria yang gak bisa jadi milikmu sepenuhnya"
6 "Om Saga galak!!"
7 Calon suami
8 Ijab kabul
9 pedang pora
10 "karena itu hak saya"
11 Makmum
12 Transparan
13 Kesiangan
14 Bocil
15 Bukan sekedar pelepas nafsu
16 Hujan
17 Dokter ganjen
18 "Kalau mau kasih stempel tu disini "
19 Piyama dinosaurus
20 "Lewat satu detik kamu tidur di luar"
21 Kelewat sempurna
22 "Saya gila karena kamu"
23 Tamu bulanan
24 Mendapat tugas
25 Saingan terberat itu negara
26 Semua pekerjaan memiliki resikonya masing-masing
27 Berangkat
28 MERIANG!!
29 Sementara menjanda
30 Dikejar babi hutan
31 Bertemu kembali
32 Bincang-bincang
33 "Buat baby"
34 saingan bocil
35 roti sobek bertebaran
36 Aisyah
37 Manja
38 Pamit
39 Tanpa Om Saga
40 Tanah longsor
41 "Saya menemukanmu"
42 Trauma
43 Pertama dan terakhir
44 Kerja keras
45 Tugas darurat
46 Rumah sakit
47 Siuman
48 Cobaan
49 kentang
50 Ibu-ibu tidak beradab
51 Godaan
52 "Kamu milik saya "
53 Warteg
54 Ibadah subuh
55 Pelatihan
56 Kacang ijo sialan!!!
57 kabar bahagia
58 Para saudara
59 lagi-lagi
60 pelepasan
61 Kue putu
62 Wisuda
63 Kembali
64 Demi boneka beruang
65 Saga selingkuh?
66 Tidak terduga
67 Kehilangan
68 Penyesalan
69 Kekal abadi
70 Mulai koas
71 Suapan cinta
72 Teringat kembali
73 Terciduk
74 Cemburu melanda hati
75 Begal
76 Perkara cincin
77 Latihan
78 Latihan 2
79 Bandara
80 BOOM!!
81 Gugur pahlawan
82 Cahaya yang telah pergi
83 Nasehat Lingga
84 Gemas pingin punya satu
85 Cerita baru
86 UKMPPD
87 misi
88 Kabar bahagia dan kabar buruk
89 Misi penyelamatan
90 Seperti mimpi
91 Vitamin dari buk dokter
92 Perkara mangga muda
93 Hari bahagia Tasya
94 'Ndut'
95 Bintang iklan obat nyamuk
96 Kontraksi palsu
97 Pesawat hilang kontak
98 Dikira masuk angin
99 Detik-detik
100 Tiba disaat yang tepat
101 Hadirnya
102 Bapakable
103 Ketinggalan di masjid!
104 BIMANTARA SQUAD
105 Story Bimantara squad
Episodes

Updated 105 Episodes

1
"Yang penting baik agamanya"
2
Pahlawan
3
"Bukan cuma ganteng, Soleh lagi"
4
"Ajhussi rasa oppa-oppa"
5
"Pria yang gak bisa jadi milikmu sepenuhnya"
6
"Om Saga galak!!"
7
Calon suami
8
Ijab kabul
9
pedang pora
10
"karena itu hak saya"
11
Makmum
12
Transparan
13
Kesiangan
14
Bocil
15
Bukan sekedar pelepas nafsu
16
Hujan
17
Dokter ganjen
18
"Kalau mau kasih stempel tu disini "
19
Piyama dinosaurus
20
"Lewat satu detik kamu tidur di luar"
21
Kelewat sempurna
22
"Saya gila karena kamu"
23
Tamu bulanan
24
Mendapat tugas
25
Saingan terberat itu negara
26
Semua pekerjaan memiliki resikonya masing-masing
27
Berangkat
28
MERIANG!!
29
Sementara menjanda
30
Dikejar babi hutan
31
Bertemu kembali
32
Bincang-bincang
33
"Buat baby"
34
saingan bocil
35
roti sobek bertebaran
36
Aisyah
37
Manja
38
Pamit
39
Tanpa Om Saga
40
Tanah longsor
41
"Saya menemukanmu"
42
Trauma
43
Pertama dan terakhir
44
Kerja keras
45
Tugas darurat
46
Rumah sakit
47
Siuman
48
Cobaan
49
kentang
50
Ibu-ibu tidak beradab
51
Godaan
52
"Kamu milik saya "
53
Warteg
54
Ibadah subuh
55
Pelatihan
56
Kacang ijo sialan!!!
57
kabar bahagia
58
Para saudara
59
lagi-lagi
60
pelepasan
61
Kue putu
62
Wisuda
63
Kembali
64
Demi boneka beruang
65
Saga selingkuh?
66
Tidak terduga
67
Kehilangan
68
Penyesalan
69
Kekal abadi
70
Mulai koas
71
Suapan cinta
72
Teringat kembali
73
Terciduk
74
Cemburu melanda hati
75
Begal
76
Perkara cincin
77
Latihan
78
Latihan 2
79
Bandara
80
BOOM!!
81
Gugur pahlawan
82
Cahaya yang telah pergi
83
Nasehat Lingga
84
Gemas pingin punya satu
85
Cerita baru
86
UKMPPD
87
misi
88
Kabar bahagia dan kabar buruk
89
Misi penyelamatan
90
Seperti mimpi
91
Vitamin dari buk dokter
92
Perkara mangga muda
93
Hari bahagia Tasya
94
'Ndut'
95
Bintang iklan obat nyamuk
96
Kontraksi palsu
97
Pesawat hilang kontak
98
Dikira masuk angin
99
Detik-detik
100
Tiba disaat yang tepat
101
Hadirnya
102
Bapakable
103
Ketinggalan di masjid!
104
BIMANTARA SQUAD
105
Story Bimantara squad

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!