"Om Saga galak!!"

Mereka keluar dari kediaman Lingga dan sekarang telahnya masuk kedalam mobil. Nada duduk di jok depan di samping jok Saga yang mengemudikan mobilnya.

"Ngapain kamu duduk disini?" tanya Saga dengan dingin.

"Ya mau duduklah Om, memangnya mau ngapain lagi?" Nada menarik seat bealt.

"Turun!" Tutur Saga dengan nada memerintah.

Mata Nada membulat sempurna "apa?"

"Saya bilang turun, apa kamu gak denger?" dengan suara galaknya.

Nada menautkan kedua alisnya bingung melihat Saga.

Apa yang terjadi dengan Om-om satu ini?

Karena tidak mendapat respon dan Saga malah diam saja membuat Nada kesal. "Iiih, galak banget sih!" kesal Nada bukannya turun ia malah bersedekah dada dan membuang wajahnya ke sebelah kiri, bibirnya cemberut pertanda ia sedang kesal.

Saga berdecak "saya suruh kamu turun itu untuk pindah ke belakang" Saga menggaruk sebelah alisnya.

Mata Nada kembali membulat sempurna "apa bedanya sih Om Nada duduk di jok depan sama di belakang, kan sama-sama duduk!! Gak usah aneh-aneh deh!!"

"Kamu yang aneh, cepat turun!!!" kini suara Saga sedikit membentak.

"Dasar om Saga galak!" Nada akhirnya keluar dari dalam mobil dan menutup pintu mobil itu dengan cara di banting yang terdengar sangat keras karena terlalu kesal. Nada langsung pindah ke belakang dengan wajah cemberut yang terlihat tidak karuan sangking kesalnya dengan Saga.

Saga mulai menjalankan mobilnya, ia sedikit melirik Nada melalui rear-vision mirror yang ada di hadapannya. Saga tersenyum kecil melihat mulut Nada yang mengerucut, lihatlah wajah misuh-misuhnya itu malah terlihat lucu. Saga seakan gemas di buatnya.

"Nada" panggil Saga.

"Hm" deheman Nada masih terdengar jengkel.

"Maafin saya" mungkin ia harus meminta maaf karena sudah membuat kesal anak komandan yang sebentar lagi akan menjadi istrinya ini.

"Om mah galak banget. Kenapa coba Nada disuruh pindah ke belakang? Kan sama aja, sama-sama duduk."

"Saya cuma mau jaga semuanya sampai kita menjadi muhrim Nada"

Blushing.

Nada melihat wajah Saga melalui rear-vission mirror yang ada di depan. Moodnya kembali baik, hatinya berbunga-bunga saat mendengar ucapan Saga.

"Jadi kalau udah muhrim Nada boleh duduk di depan dong Om?"

Saga menganggukkan kepalanya.

"Emmm... Boleh pegang tangan juga?" tanya Nada malu-malu.

Saga mendelikkan matanya namun ia tetap menganggukan kepalanya seraya tersenyum tipis.

Pikiran Nada mulai berkeliaran. Ia mulai membayangkan itu semua terjadi.

"Emmm... Boleh lebih juga dong om?" nah! Mulai gak tau malunya sih Nada.

Saga menautkan kedua alisnya mendengar perkataan Nada yang terlampau kejauhan. Tapi Saga pura-pura tidak mengerti.

"Lebih itu maksudnya apa?"

Nada memutar matanya malas "Pura-pura goblok deh."

"Lah, saya memang gak tau maksud kamu apa."

Nada berdecak kesal "kayak pelukan, cipika-cipiki gitu."

Astaga, Nada mulutnya apa gak bisa di rem sedikit?

Saga menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Nada yang pikirannya bisa sampai kesana.

"Kalau udah muhrim apapun yang mau kamu lakuin dan buat sama saya itu boleh, malah jadi pahala."

Mendengar ucapan Saga membuat Nada semakin tidak sabar ingin cepat-cepat menikah dengan Saga. "Ah, rasanya pengen cepet-cepet di halalin Om satu ini dah" batin Nada.

Mereka akhirnya sampai di sebuah studio foto dan mulai melakukan pemotretan untuk foto pengajuan. Nada benar-benar kelelahan karena sedari tadi fotonya selalu gagal karena harus mensejajarkan tinggi badan dan bahu mereka.

"Om, Nada capek" ucap Nada.

"Istirahat aja dulu" walaupun sedikit perhatian tapi terkesan dingin karena suara beratnya.

"Om, Nada haus" keluhnya.

Saga bergegas keluar dan membelikan air mineral dan memberikannya pada Nada.

"Om, Nada kepanasan" keluhnya lagi yang membuat Saga sedikit kesal.

"Kamu tu cerewet banget ya, ngeluh Mulu dari tadi. Gerak juga gak!" bentak Saga.

Oke, Saga kembali ke setelan pabrik, mode galak on.

"Maafin Nada Om" ucap Nada dengan suara bergetar. Ia membalikkan tubuhnya menghapus air mata yang mulai tumpah. Bukan bagaimana Nada tuh gak pernah di bentak sama papanya, gak pernah denger orang ngebentak dia. Dan Saga adalah orang pertama.

Oke, bagus. Lanjutkan Saga.

"Galak banget sih" batin Nada. Nada pun beranjak pergi menjauh dari Saga meninggalkannya masuk kedalam mobil.

Merasa bersalah, Saga mengejar Nada yang telihat memasuki mobil.

"Berengsek! Bukan cuma ngeselin, dia itu galak banget. Syukur ganteng, tapi apa harus segalak itu sih?! Apa gak bisa ngomongnya itu pelan-pelan" Nada menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Papa Om Saga jahat, hiks."

Saga masuk kedalam mobil, ia semakin merasa bersalah melihat Nada yang malah sesenggukan di sana.

"Maaf jika ucapan saya menyakitimu" ucap Saga. Nada tidak merespon sama sekali.

Karena tidak di respon, Saga menunggu sampai Nada selesai menangis.

Beberapa menit berlalu, Nada menghapus jejak air mata yang membasahi pipinya. Saga memberikan tisu yang ada di dashboard mobil tanpa melihat Nada dan Nada langsung meraihnya tanpa bersuara.

"Saya minta maaf sekali lagi" ucap Saga yang merasa bersalah. Nada hanya mengangguk saja.

Tiba-tiba seseorang mengetuk jendela mobil dan itu ternyata sang fotografer menyuruh mereka untuk melanjutkan pemotretannya.

Nada menyuruh Saga untuk turun terlebih dahulu, sementara Nada memperbaiki riasannya yang luntur akibat menangis.

Mereka akhirnya melanjutkan pemotretan itu sampai sore hari baru selesai.

Selesai foto, Nada dan Saga sekarang berada di dalam mobil untuk mengantarkan Nada pulang. Tapi saat di perjalanan terdengar suara azan magrib berkumandang.

"Kita mampir ke masjid dulu ya, udah azan tu."

"Iya om."

Saga memasuki kawasan masjid dan memarkirkan mobilnya.

"Kamu gak sholat?" tanya Saga melihat Nada yang masih anteng duduk sambil bermain ponsel. Ia melapas seat bealtnya.

"Gak Om" masih fokus main ponsel.

"Kenapa?"

"Nada gak bawa mukena" Nada berdalih padahal dia malas.

Saga menggelengkan kepalanya "jangan alesan, di masjid pasti udah di sediakan mukenah. Ayo sholat."

"Ah, males om" tolaknya.

"Nada hukum sholat itu wajib bagi kita umat muslim. Kamu gak takut dosa apa?"

Akhrinya Nada mengentikan bermain ponselnya dan mendengarkan Saga.

"Iya iya, Nada sholat."

Mereka masuk ke tempat wudhu masing-masing dan menjalankan 3 rakaat mereka.

Selsai sholat mereka kembali ke mobil melanjutkan perjalanan. Namun suara perut Nada tidak bisa di ajak berkompromi ia sudah sangat lapar.

Melihat Nada yang mengelus elus perutnya Saga tersenyum kecil. "Kita cari makan dulu, saya laper" ucap Saga.

Saga memacu mobilnya dan berhenti di sebuah rumah makan Padang. Mata Nada berbinar melihat rumah makan Padang yang ada di hadapannya.

"Kita makan disini aja ya, kamu mau kan?"

Nada mengangguk antusias "mau bangetlah om. Ini mah makanan favorit saya" Nada langsung melepas seat bealtnya dan melompat keluar dengan segera.

Saga melihat itu hanya tersenyum kecil sambil geleng-geleng kepala.

Pesanan mereka akhirnya datang. Tidak, lebih tepatnya pesanan Nada saja, karena Saga tidak memilih satupun makanan disana. Tidak tahu kenapa, Nada juga tidak terlalu ambil pusing, di pikiran dia hanya makan, makan dan makan.

"Kamu makan dulu saja, saya mau ke toilet sebentar" ucap Saga lalu berlalu dari hadapan Nada setelah mendapat anggukkan kepala dari gadis itu.

Nada mulai menyantap makanannya terlebih dahulu. Saat sedang nikmat-nikmatnya menyantap nasi Padang tersebut, tiba-tiba saja 2 orang duduk dihadapannya tanpa permisi dan menatap Nada penuh tanya. Mereka adalah Tasya dan Dimas.

"Kan bener, gue bilang juga apa. Ini si Nadadodol" ucap Dimas sedikit menggebrak meja dan menunjuk wajah Nada. Dimas menatap Nada meminta penjelasan melihat gadis itu memaki pakaian Persit.

"Lo ngapain pakai baju beginian? Jangan bilang lo mau nikah sama tu om-om yang papa lo jodohin" tebak Dimas yang pasti memang benar.

"Hehehe" Nada malah tertawa tanpa dosa.

Tasya memang sudah tahu hanya diam saja, tidak ingin banyak bertanya.

Dimas membulakan matanya tidak percaya "labil banget nih bocah."

"Padahal kemarin lo bilang gak mau sama anggota bokap lo. Ini kenapa sekarang jadi berubah?" ucap Dimas "yakin lo mau nikah muda? Apa lagi sama tentara. Siap-siap dah lo jadi janda" timpalnya lagi.

Nada mendelikkan matanya mendengar kalimat terakhir yang terlontar dari mulut Dimas.

"Nada" sebelum sempat Nada mengeluarkan suara, seseorang tengah memanggilnya. Yang ia tau suara itu suara siapa. Nada menoleh ke pemilik suara tersebut.

Saga yang berdiri tegap, memasang wajah datar itu pun berjalan menghampiri Nada duduk dengan 2 orang yang asing di mata Saga. Saga berdiri di samping Nada. Dengan segera Nada menarik tangan Saga yang berdiri di sampingnya.

Saga mendelikkan matanya menatap tangan Nada yang menyentuh lengannya secara langsung.

"Astagfirullah!" batin Saga berteriak.

Terpopuler

Comments

Heny Janitasari

Heny Janitasari

🧡

2024-05-28

1

Dini Lestari

Dini Lestari

panggilan nya jgn om ath ,boleh ganti kaka aja gimana ,kalau om kayak ktuaan ,kn wajah nya juga kelihatan msh muda d profil nya.

2023-12-23

2

lihat semua
Episodes
1 "Yang penting baik agamanya"
2 Pahlawan
3 "Bukan cuma ganteng, Soleh lagi"
4 "Ajhussi rasa oppa-oppa"
5 "Pria yang gak bisa jadi milikmu sepenuhnya"
6 "Om Saga galak!!"
7 Calon suami
8 Ijab kabul
9 pedang pora
10 "karena itu hak saya"
11 Makmum
12 Transparan
13 Kesiangan
14 Bocil
15 Bukan sekedar pelepas nafsu
16 Hujan
17 Dokter ganjen
18 "Kalau mau kasih stempel tu disini "
19 Piyama dinosaurus
20 "Lewat satu detik kamu tidur di luar"
21 Kelewat sempurna
22 "Saya gila karena kamu"
23 Tamu bulanan
24 Mendapat tugas
25 Saingan terberat itu negara
26 Semua pekerjaan memiliki resikonya masing-masing
27 Berangkat
28 MERIANG!!
29 Sementara menjanda
30 Dikejar babi hutan
31 Bertemu kembali
32 Bincang-bincang
33 "Buat baby"
34 saingan bocil
35 roti sobek bertebaran
36 Aisyah
37 Manja
38 Pamit
39 Tanpa Om Saga
40 Tanah longsor
41 "Saya menemukanmu"
42 Trauma
43 Pertama dan terakhir
44 Kerja keras
45 Tugas darurat
46 Rumah sakit
47 Siuman
48 Cobaan
49 kentang
50 Ibu-ibu tidak beradab
51 Godaan
52 "Kamu milik saya "
53 Warteg
54 Ibadah subuh
55 Pelatihan
56 Kacang ijo sialan!!!
57 kabar bahagia
58 Para saudara
59 lagi-lagi
60 pelepasan
61 Kue putu
62 Wisuda
63 Kembali
64 Demi boneka beruang
65 Saga selingkuh?
66 Tidak terduga
67 Kehilangan
68 Penyesalan
69 Kekal abadi
70 Mulai koas
71 Suapan cinta
72 Teringat kembali
73 Terciduk
74 Cemburu melanda hati
75 Begal
76 Perkara cincin
77 Latihan
78 Latihan 2
79 Bandara
80 BOOM!!
81 Gugur pahlawan
82 Cahaya yang telah pergi
83 Nasehat Lingga
84 Gemas pingin punya satu
85 Cerita baru
86 UKMPPD
87 misi
88 Kabar bahagia dan kabar buruk
89 Misi penyelamatan
90 Seperti mimpi
91 Vitamin dari buk dokter
92 Perkara mangga muda
93 Hari bahagia Tasya
94 'Ndut'
95 Bintang iklan obat nyamuk
96 Kontraksi palsu
97 Pesawat hilang kontak
98 Dikira masuk angin
99 Detik-detik
100 Tiba disaat yang tepat
101 Hadirnya
102 Bapakable
103 Ketinggalan di masjid!
104 BIMANTARA SQUAD
105 Story Bimantara squad
Episodes

Updated 105 Episodes

1
"Yang penting baik agamanya"
2
Pahlawan
3
"Bukan cuma ganteng, Soleh lagi"
4
"Ajhussi rasa oppa-oppa"
5
"Pria yang gak bisa jadi milikmu sepenuhnya"
6
"Om Saga galak!!"
7
Calon suami
8
Ijab kabul
9
pedang pora
10
"karena itu hak saya"
11
Makmum
12
Transparan
13
Kesiangan
14
Bocil
15
Bukan sekedar pelepas nafsu
16
Hujan
17
Dokter ganjen
18
"Kalau mau kasih stempel tu disini "
19
Piyama dinosaurus
20
"Lewat satu detik kamu tidur di luar"
21
Kelewat sempurna
22
"Saya gila karena kamu"
23
Tamu bulanan
24
Mendapat tugas
25
Saingan terberat itu negara
26
Semua pekerjaan memiliki resikonya masing-masing
27
Berangkat
28
MERIANG!!
29
Sementara menjanda
30
Dikejar babi hutan
31
Bertemu kembali
32
Bincang-bincang
33
"Buat baby"
34
saingan bocil
35
roti sobek bertebaran
36
Aisyah
37
Manja
38
Pamit
39
Tanpa Om Saga
40
Tanah longsor
41
"Saya menemukanmu"
42
Trauma
43
Pertama dan terakhir
44
Kerja keras
45
Tugas darurat
46
Rumah sakit
47
Siuman
48
Cobaan
49
kentang
50
Ibu-ibu tidak beradab
51
Godaan
52
"Kamu milik saya "
53
Warteg
54
Ibadah subuh
55
Pelatihan
56
Kacang ijo sialan!!!
57
kabar bahagia
58
Para saudara
59
lagi-lagi
60
pelepasan
61
Kue putu
62
Wisuda
63
Kembali
64
Demi boneka beruang
65
Saga selingkuh?
66
Tidak terduga
67
Kehilangan
68
Penyesalan
69
Kekal abadi
70
Mulai koas
71
Suapan cinta
72
Teringat kembali
73
Terciduk
74
Cemburu melanda hati
75
Begal
76
Perkara cincin
77
Latihan
78
Latihan 2
79
Bandara
80
BOOM!!
81
Gugur pahlawan
82
Cahaya yang telah pergi
83
Nasehat Lingga
84
Gemas pingin punya satu
85
Cerita baru
86
UKMPPD
87
misi
88
Kabar bahagia dan kabar buruk
89
Misi penyelamatan
90
Seperti mimpi
91
Vitamin dari buk dokter
92
Perkara mangga muda
93
Hari bahagia Tasya
94
'Ndut'
95
Bintang iklan obat nyamuk
96
Kontraksi palsu
97
Pesawat hilang kontak
98
Dikira masuk angin
99
Detik-detik
100
Tiba disaat yang tepat
101
Hadirnya
102
Bapakable
103
Ketinggalan di masjid!
104
BIMANTARA SQUAD
105
Story Bimantara squad

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!