"Kalau mau kasih stempel tu disini "

"Nada kamu ngambek sama saya?"

"Gak tau!" ketus Nada sambil mengerucutkan bibirnya, ia membuang pandangannya dari pria tersebut, menghadap jendela mobil.

"Nada" panggil Saga dengan tutur lembut.

Nada seakan ingin meleleh setiap kali Saga memanggilnya seperti itu, tapi buru-buru ia menghilangkan pikiran itu dari kepalanya.

Nada masih ngambek.

Mereka akhirnya sampai di rumah. Nada buru-buru masuk ke rumah dan masuk ke dalam kamar, tapi tiba-tiba Saga menarik tangannya. Membalik tubuh istrinya menghadap dirinya, Saga memegang kedua pundak Nada, lalu menatap mata Nada dengan lekat.

"Kemu ngambek? Marah sama saya gitu hm?" Tuturnya masih sangat lembut.

"Gak tau!" Nada membuang pandangannya, sambil mengerucutkan bibir. Padahal hatinya udah porak-poranda di karenakan mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Saga dari mulai intonasi yang lembut serta tatapan mata yang membuat Nada ingin jungkir balik sangking bapernya.

"Nada"

"Gak usah panggil-panggil aku" ketusnya.

"Nada"

Masih diam.

"Nada"

"Iih Om Saga! Aku bilang jangan panggil aku" aku marah sama Om Saga!"

Saga malah tertawa melihat wajah istrinya yang sangat imut ketika marah.

"Diih malah ketawa lagi, lepasin aku" Nada menepis tangan Saga yang berada di kedua bahunya.

Tapi Saga buru-buru mencekal tangan gadis itu. Memeriksa kening gadis tersebut dengan punggung tangannya, memastikan apa gadis itu masih demam.

"Jangan marah-marah lagi. Badan kamu masih panas ni. Entar kamu makin sakit"

"Gak usah pedulikan aku!"

"Nada!"

"Lagian Om juga yang buat aku makin panas! Bisa-bisanya Om mengiyakan apa yang di bilang dokter itu. Malah cantik banget lagi tu dokter, bodynya juga mantep, kayaknya seumuran juga sama Om Saga, gak kayak aku masih bocil, badannya tepos." Nada pun akhirnya meledak. Ia menekankan kata bocil dan tepos. "Walaupun dia cantik, tapi masih juga cantikan aku, kecantikan ku itu gak ada yang nandingin!" pujinya pada diri sendiri, tapi masih marah-marah. "Om taukan bidadarinya Jaka Tarub?" Saga mengangguk "Nah itu aku!" tekannya kesal dan Saga lama kemudian menahan tawa karena itu."Om mau jadiin tu dokter istri kedua atau gimana?" finalnya emosinya sudah sampai puncak.

Saga terkekeh melihat istrinya yang sedang ngomel tiada henti. "Kamu cemburu?"

"Dih jelas dong, Om Saga kan suami aku. Aku istri Om Saga, masak iya aku gak cemburu liat Om Saga di godain cewek uler begitu!"

Saga lagi-lagi terkekeh.

"Iih malah ketawa lagi, gak lucu tau! Om Saga nyebelin banget, hiks" tiba-tiba suara wanita itu terdengar berubah bergetar, seakan ada lapisan kaca yang akan pecah di mata gadis itu.

Saga pun berhenti terkekeh, ia mengatupkan bibirnya dan menatap gadis yang ada di hadapannya.

"Hiks, Aku takut Om Saga kepincut sama wanita uler kayak begitu, hiks, jadiin dia yang kedua, atau hiks, bisa-bisa Om Saga ceraikan aku, karena kepincut sama itu uler. Aku gak mau kehilangan Om Saga hiks" tangis gadis itu akhirnya pecah.

Deg!

Mendengar ucapan gadis itu, membuat hati Saga bergetar, bagaimana tidak, gadis itu dengan gamblangnya mengatakan kalau takut akan kehilangan dirinya.

Saga pun mendekat dan membawa istrinya kedalam pelukannya. Tangis Nada semakin kencang dalam dekapan Saga. "Om Saga jahat, hiks, gak mau ngakuin aku tadi, hiks, biasanya juga Om Saga bilang kalau Nada istri Om. Kenapa kali ini Om gak ngomong apa-apa? Hiks"

"Maaf Nada" Saga mengelus punggung gadis tersebut dengan lembutnya.

Nada mengurai pelukan itu, dengan masih terisak gadis itu menatap Saga, dengan tangannya yang masih di pinggang gadis itu. "Om Saga kepincut ya sama itu uler?"

Saga tersenyum lalu menggeleng "gak tu"

"Nada" panggil Saga "waktu akad saya sudah bersumpah bukan hanya padamu dan komandan tapi juga dengan Allah, saya juga akan jadikan kamu satu-satunya sampai kapanpun. Karena kamulah orang yang pertama saya nikahi dan begitu pula seterusnya. Saya gak akan duakan atau bahkan menceraikan kamu, karena Allah juga membenci perceraian"

Nada terpana dengan tutur kata Saga, ia benar-benar terkesima dengan penuturannya.

"Terus kenapa tadi gak ngakuin aku kayak biasanya?" lirih Nada masih dalam rengkuhan pria tersebut.

Saga mendekatkan wajahnya ke wajah gadis tersebut. Membuat hidung mereka beradu dan Saga menatap mata sembab milik Nada. Oke, Nada menyerah, suaminya terlalu mempesona, dia tidak tahan lagi dengan ini semua. jantungnya sudah tidak aman sekarang.

"Biasanya juga kamu bakalan pasang duri kayak landak kalau ada wanita yang natap atau deketin saya, kenapa tadi enggak?"

Wajah Nada menjadi merona, jantungnya seakan mau copot sekarang, karena jarak mereka bahkan tidak ada sejengkal, hidung mancung milik mereka saling beradu. Ingin rasanya waktu berhenti pada saat itu.

Cup!

Entah keberanian dari mana yang ia dapatkan, Nada mencium pipi Saga.

"Om Saga milik aku, aku uda kasih setempel"

Saga yang mendapat ciuman di pipinya pun menatap Nada dengan penuh arti, jantungnya sekarang yang tidak karuan. Saga memiringkan kepalanya, dan

Cup!

Saga mencium tepat di bibir gadis itu, hanya sekilas membuat Nada terkejut. Dan mematung "Kalau mau kasih setempel tu disini" setelah itu ia melepas ciuman itu, lalu pergi meninggalkan Nada yang berada di kamar.

Seketika Saga ikut di buat gila oleh gadis itu, sampai ia kelepasan.

Otak Nada seketika bleng, ia tak mampu berpikir sejenak, mencerna apa yang barusan terjadi. Nada memegangi bibirnya yang baru saja mendapatkan ciuman dari Saga.

Astaga, apa raganya masih di tempatnya saat itu? Atau sudah melayang jauh sampai ke surga. Ah, Saga benar-benar membuatnya gila. Bahkan setelah menciumnya, Saga pergi meninggalkannya begitu saja.

Suhu tubuhnya yang tadinya panas kini semakin panas. Bahkan membuat wajahnya seperti kepiting rebus sekarang.

Nada duduk di atas ranjang menunggu Saga kembali, tapi ia tak kunjung kembali. Bahkan sudah di pastikan jantung Nada sudah berpindah tempat ke lambung.

Di sisi lain, Saga benar-benar tidak tau harus mengatakan apa-apa lagi pada Nada, ia benar-benar lepas kendali.

"Padahal kemarin saya bilang kalau saya tidak ingin membuatnya menjadi tempat pelampiasan nafsu saya, tapi sekarang saya malah kelepasan" gumamnya sendiri sambil berjalan menuju pos jaga di depan kesatuan.

Saga menyapu rambut cepaknya ke belakang. "Ya Allah maafkan saya" padahal itu bukan kesalahan, tapi ia tetap meminta ampun kepada Tuhannya. Lalu mengusap wajahnya.

Para tentara yang berada di pos jaga kaget melihat Saga menghampiri mereka.

"Malam let" sapa tentara yang berjaga bername tag Azka.

Saga hanya menganggukan kepalanya, dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana.

"Lah kayaknya tadi baru pulang, abis dari mana bang?" tanya Abhian rekan satu asrama bujang Saga dulu sebelum menikah.

"Nganter istri sakit" jawab Saga enteng.

"Lah istrinya sakit kok malah ke sini bukannya di temenin"  ucap tentara yang memiliki name tag Vikri.

"Lagian dia udah tidur, saya mau cari angin" kilah Saga lagi.

"Cari angin?" kompak ke 4 tentara yang berjaga di sana saling menatap. Bagiamana tidak? Hari itu habis hujan, cuacanya juga lagi dingin banget sekarang. Bahkan Saga yang katanya cari angin itu juga memakai Hoodie dan pakai celana training untuk menghangatkan tubuhnya.

"Gak dapet jatah kali dia, makannya keluar" bisik Abhian pada tentara lain yang  mengundang gelak tawa mereka. Bisikan itu bahkan mampu di dengar Saga yang memiliki telinga super duper tajam.

"Kamu barusan bilang apa?"

"Siap, tidak ada!"

"Mau bohong kamu sama saya?!"

"Siap, tidak!"

"Push up 100 kali"

Yang lain mentertawakan Abhian yang tengah di hukum oleh Saga.

"Ngapain ketawa? Lucu? Kalian ikut push up 100 kali"

"Lah kok kita jadi ikutan sih let?" keluh Vikri.

"Protes?! Karena kalian protes jadi saya tambah 200 kali"

Keempatnya berdecak kesal, mereka ikut kena hukum oleh Saga. "Kau si, orang gak di kasih jatah kau garai, ngamok jadinya diakan" bisik Yaman dengan logat bataknya.

"Saya suruh push up bukan gibah!"

Sampai tengah malam Saga berada di pos jaga, setelah dirasa Nada sudah pasti tidur, Saga baru kembali pulang.

Benar saja, ia sudah mendapati istrinya tertidur di atas ranjang. Saga menghampiri Nada yang sudah tertidur, memegang kening gadis tersebut memastikan apa Nada masih panas atau tidak. "Demamnya susah turun" gumamnya "maafkan saya Nada" lalu menyelimuti tubuh Nada.

Terpopuler

Comments

Erna M Jen

Erna M Jen

ternyata nada yang kau nikahi itu seorang ustad...ya bukan seorang tentara

2024-10-16

1

Fithriy Al Fairuz

Fithriy Al Fairuz

parah banget 2 orang ni
bikin senyam senyum

2024-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 "Yang penting baik agamanya"
2 Pahlawan
3 "Bukan cuma ganteng, Soleh lagi"
4 "Ajhussi rasa oppa-oppa"
5 "Pria yang gak bisa jadi milikmu sepenuhnya"
6 "Om Saga galak!!"
7 Calon suami
8 Ijab kabul
9 pedang pora
10 "karena itu hak saya"
11 Makmum
12 Transparan
13 Kesiangan
14 Bocil
15 Bukan sekedar pelepas nafsu
16 Hujan
17 Dokter ganjen
18 "Kalau mau kasih stempel tu disini "
19 Piyama dinosaurus
20 "Lewat satu detik kamu tidur di luar"
21 Kelewat sempurna
22 "Saya gila karena kamu"
23 Tamu bulanan
24 Mendapat tugas
25 Saingan terberat itu negara
26 Semua pekerjaan memiliki resikonya masing-masing
27 Berangkat
28 MERIANG!!
29 Sementara menjanda
30 Dikejar babi hutan
31 Bertemu kembali
32 Bincang-bincang
33 "Buat baby"
34 saingan bocil
35 roti sobek bertebaran
36 Aisyah
37 Manja
38 Pamit
39 Tanpa Om Saga
40 Tanah longsor
41 "Saya menemukanmu"
42 Trauma
43 Pertama dan terakhir
44 Kerja keras
45 Tugas darurat
46 Rumah sakit
47 Siuman
48 Cobaan
49 kentang
50 Ibu-ibu tidak beradab
51 Godaan
52 "Kamu milik saya "
53 Warteg
54 Ibadah subuh
55 Pelatihan
56 Kacang ijo sialan!!!
57 kabar bahagia
58 Para saudara
59 lagi-lagi
60 pelepasan
61 Kue putu
62 Wisuda
63 Kembali
64 Demi boneka beruang
65 Saga selingkuh?
66 Tidak terduga
67 Kehilangan
68 Penyesalan
69 Kekal abadi
70 Mulai koas
71 Suapan cinta
72 Teringat kembali
73 Terciduk
74 Cemburu melanda hati
75 Begal
76 Perkara cincin
77 Latihan
78 Latihan 2
79 Bandara
80 BOOM!!
81 Gugur pahlawan
82 Cahaya yang telah pergi
83 Nasehat Lingga
84 Gemas pingin punya satu
85 Cerita baru
86 UKMPPD
87 misi
88 Kabar bahagia dan kabar buruk
89 Misi penyelamatan
90 Seperti mimpi
91 Vitamin dari buk dokter
92 Perkara mangga muda
93 Hari bahagia Tasya
94 'Ndut'
95 Bintang iklan obat nyamuk
96 Kontraksi palsu
97 Pesawat hilang kontak
98 Dikira masuk angin
99 Detik-detik
100 Tiba disaat yang tepat
101 Hadirnya
102 Bapakable
103 Ketinggalan di masjid!
104 BIMANTARA SQUAD
105 Story Bimantara squad
Episodes

Updated 105 Episodes

1
"Yang penting baik agamanya"
2
Pahlawan
3
"Bukan cuma ganteng, Soleh lagi"
4
"Ajhussi rasa oppa-oppa"
5
"Pria yang gak bisa jadi milikmu sepenuhnya"
6
"Om Saga galak!!"
7
Calon suami
8
Ijab kabul
9
pedang pora
10
"karena itu hak saya"
11
Makmum
12
Transparan
13
Kesiangan
14
Bocil
15
Bukan sekedar pelepas nafsu
16
Hujan
17
Dokter ganjen
18
"Kalau mau kasih stempel tu disini "
19
Piyama dinosaurus
20
"Lewat satu detik kamu tidur di luar"
21
Kelewat sempurna
22
"Saya gila karena kamu"
23
Tamu bulanan
24
Mendapat tugas
25
Saingan terberat itu negara
26
Semua pekerjaan memiliki resikonya masing-masing
27
Berangkat
28
MERIANG!!
29
Sementara menjanda
30
Dikejar babi hutan
31
Bertemu kembali
32
Bincang-bincang
33
"Buat baby"
34
saingan bocil
35
roti sobek bertebaran
36
Aisyah
37
Manja
38
Pamit
39
Tanpa Om Saga
40
Tanah longsor
41
"Saya menemukanmu"
42
Trauma
43
Pertama dan terakhir
44
Kerja keras
45
Tugas darurat
46
Rumah sakit
47
Siuman
48
Cobaan
49
kentang
50
Ibu-ibu tidak beradab
51
Godaan
52
"Kamu milik saya "
53
Warteg
54
Ibadah subuh
55
Pelatihan
56
Kacang ijo sialan!!!
57
kabar bahagia
58
Para saudara
59
lagi-lagi
60
pelepasan
61
Kue putu
62
Wisuda
63
Kembali
64
Demi boneka beruang
65
Saga selingkuh?
66
Tidak terduga
67
Kehilangan
68
Penyesalan
69
Kekal abadi
70
Mulai koas
71
Suapan cinta
72
Teringat kembali
73
Terciduk
74
Cemburu melanda hati
75
Begal
76
Perkara cincin
77
Latihan
78
Latihan 2
79
Bandara
80
BOOM!!
81
Gugur pahlawan
82
Cahaya yang telah pergi
83
Nasehat Lingga
84
Gemas pingin punya satu
85
Cerita baru
86
UKMPPD
87
misi
88
Kabar bahagia dan kabar buruk
89
Misi penyelamatan
90
Seperti mimpi
91
Vitamin dari buk dokter
92
Perkara mangga muda
93
Hari bahagia Tasya
94
'Ndut'
95
Bintang iklan obat nyamuk
96
Kontraksi palsu
97
Pesawat hilang kontak
98
Dikira masuk angin
99
Detik-detik
100
Tiba disaat yang tepat
101
Hadirnya
102
Bapakable
103
Ketinggalan di masjid!
104
BIMANTARA SQUAD
105
Story Bimantara squad

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!