Kantor Jeremy

Lafiza sedang memasak dengan hati-hati, terlihat tangannya banyak yang tergores kecil dan belum di obati.

Di dapur hanya ada dirinya saja karena ia yang menyuruh para koki untuk keluar dari dapur.

sekarang ia sudah bisa memasak dan ia sangat senang memasak walaupun dia sedikit tak ahli dalam hal motong memotong tetapi itu cukup menyenangkan baginya apalagi memasak untuk sang suami.

Walaupun saat ini ia belum mencintai Jeremy tetapi ia akan mencobanya dan bersikap seperti suami dan istri pada umumnya.

Pernikahan di dalam novel sangat menyenangkan baginya karena kalo mereka menikah karna perjodohan dan gak saling mencintai keduanya tak melakukan ekhm ekhm yang sangat di takutinya.

Sangat berbeda saat di dunia nyata, walaupun mereka menikah atas perjodohan tetapi mereka tetap melakukan ekhm ekhm yang membuatnya tidak mau di jodohkan karena sering kali kedua orang tuanya berniat menjodohkannya.

Saat masih di bangku SMP ia sering kumpul bersama teman-temannya dan bercerita dan lama kelamaan cerita mereka makin kesini makin kesana dan kebanyakan teman-temannya banyak yang mau menikah muda karna menonton Drakor.

Memikirkan itu membuat lafiza kangen teman-temannya saat masih SMP.

Selesai memasak ia pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap, setelah selesai mandi ia memilih baju apa yang akan dipakai.

Setelah selesai memasang pakaiannya ia langsung menyambar tasnya yang sedikit besar dan berjalan ke dapur untuk mengambil bekal tadi lalu memasukkan ke dalam tas nya, setelah itu ia langsung pergi ke kantor suaminya menggunakan motor Scoopy yang berada di garasi.

Setelah sampai di kantor suaminya, lafiza langsung masuk ke dalam dan banyak karyawan yang menatapnya dengan pandangan berbeda-beda, mereka bertanya-tanya siapa gadis cantik nan mungil itu pikir nya.

Tanpa ada drama-drama yang menghalanginya seperti drakor-drakor yang pernah di tontonnya lafiza langsung masuk ke dalam lift.

Untung saja karyawan Jeremy tidak ada yang spek Mak lampir dan kalau saja ada pastinya lafiza akan kelamaan masuk ke dalam karena membasmi mereka.

Lafiza mencari pintu yang berwarna gold karena itu ruangan suaminya, kata suaminya tidak ada pintu yang berwarna gold selain pintu ruangannya dan semua pintu di kantor Jeremy berwarna hitam kecuali ruangan suaminya.

Setelah empat menit akhirnya lafiza menemukan ruangan jeremy, ia berdiri di depan pintu dan mengeluarkan bekal tadi kemudian mengetuk pintu dengan pelan. pelan.

"Om ini aku lafiza istri cantik om"ucap lafiza pelan dan pastinya tidak di dengar oleh jeremy yang berada di dalam.

Lafiza mengetuk sekali lagi dan tak membutuhkan waktu lama pintunya terbuka menampilkan seorang pria yang tampan.

Lafiza menutup mulutnya shock melihat pria itu sehingga bekal di tangannya terjatuh tetapi untung saja pria di depannya langsung menangkap bekal tersebut.

"Nyonya anda sudah datang, mari masuk, tuan Jeremy udah menunggu anda di dalam"ucap justin sopan tetapi lafiza masih sangat terkejut melihat pria di depannya.

"ASTAGA MIMPI APA GUE SEMALEM SAMPE BISA BERTEMU BIAS GUE!"teriak heboh lafiza dengan mulut yang menganga lebar dengan perasaan syok yang seketika membuat Justin bingung.

"WOI HAECHAN BOCIL KEMATIAN AKHIRNYA GUE BISA KETEMU LO TANPA BELI TIKET KONSER! ADUH SENENG BANGET GUE!"

Sementara Justin melongo melihat istri tuannya yang berteriak heboh dan memanggilnya haechan bocil kematian sambil menatapnya terpesona.

Lafiza mengambil ponsel dari tasnya dan mengarahkan kameranya menjadi depan dan berfoto bersama Justin yang masih melongo dengan tingkah istri tuannya.

"Anjir melongo aja Lo ganteng banget!"pekiknya sambil menatap kagum foto mereka berdua, bahkan lafiza hampir mau jungkir balik kalo dia tak sadar kalo biasnya ada di depan, dia harus terlihat kalem oke.

"Ada apa ini? Kenapa kamu teriak-teriak lafiza?"tanya Jeremy yang tiba-tiba keluar dari ruangannya dan Justin langsung bergeser untuk memberi Jeremy jalan ke arah lafiza.

Plak

"Om kok gak bilang sih kalo haechan ada di sini?"tanya lafiza dan langsung menatap Justin yang terkekeh pelan melihat lafiza yang sangat berani menggeplak lengan tuannya.

"Haechan siapa?"tanya Jeremy bingung dan lafiza langsung menunjuk Justin.

"Mana ada dia namanya haechan, dia sekretaris saya mamanya Justin"ucap jeremy yang membuat lafiza ngebug dan beberapa detik kemudian ia baru sadar akan sesuatu, ia sadar kalo ini dunia novel dan kebanyakan penulis novel memberi cast di ceritanya yaitu idol K-Pop.

"Makasih author, lopyu sekebon"batinnya menjerit kesenangan.

Lafiza bersyukur bisa bertemu haechan di sini walaupun namanya bukan haechan melainkan Justin tapi tak apa-apa yang penting bisa bertemu bias sendiri.

"Hehehe soalnya Justin sangat mirip sama bias aku jadinya aku kira dia itu bias aku"beritahu lafiza yang membuat jeremy menganggukkan kepalanya lalu menuntun istrinya ke dalam ruangannya dan tak lupa pula ia mengambil bekal buatan istrinya tersebut dari tangan justin dengan kasar.

Sementara Justin dia tak di perbolehkan masuk sama Jeremy karena pria itu takut istrinya terpesona sama Justin.

Lafiza melihat bekal di tangan suaminya dan untung saja bekal nya di tangkap Justin tadi, kalo tidak pasti masakannya akan jatuh.

ia merutuki dirinya yang bahkan lupa kalo membawa bekal saat bertemu Justin yang sangat mirip biasanya tadi.

"Suapin"suruh jeremy dan mendudukkan istrinya di pangkuannya dan lafiza sangat terkejut karena duduk di pangkuan jeremy.

"Anjir ni paha empuk banget, mana gue baru pertama kali lagi duduk di pangkuan om om"batinnya.

"Suapin saya"ulang nya saat melihat istrinya yang terdiam dan setelah itu lafiza mengangguk kemudian menyuapi Jeremy dengan suapan yang besar.

Baru saja lafiza akan kembali menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulut suami nya, tetapi pria itu dengan cepat menghentikan tangan gadis itu yang hendak menyuapinya lagi.

"Kenapa om? Gak enak ya masakan aku?"tanya lafiza.

"Ini kenapa?"tanya Jeremy tak menjawab pertanyaannya istrinya dan melihat banyak bekas luka kecil di tangan mungil gadis itu.

"Oh ini, cuma lecet dikit kena pisau pas motong bawang"ucap lafiza dan Jeremy langsung menatap bersalah ke lafiza.

"Maaf, karena masakin saya kamu jadi luka begini"ucap Jeremy lalu mengambil kotak p3k di lacinya dan mengobati tangan istrinya dengan hati-hati.

"Gak papa kok gak sakit juga"ucap lafiza sambil melihat Jeremy yang sangat telaten mengobati tangannya yang luka.

Setelah selesai mengobati tangan istrinya, Jeremy meletakkan p3k tersebut di lacinya kembali kemudian mengecup tangan lafiza yang luka.

Cup

"Astaga kenapa adegan drakor yang pernah gue tonton terjadi di gue!"batin lafiza menjerit kesenangan.

Dari dulu dia sangat ingin sekali adegan di drakor yang pernah di tontonnya terjadi padanya dan akhirnya terkabulkan pada hari ini.

Kalo gini ceritanya lafiza betah di dalam novel, selain dapet bertemu haechan biasnya dia juga mendapatkan suami yang sangat tampan tapi masih tampanan haechan bocil kematiannya.

Terpopuler

Comments

Daniela Whu

Daniela Whu

nanti juga lama" hem hem mau didunia nyata mau pun novel sama yg namax suami istri yg ttp melaksanakan kewajiban x

2023-10-25

0

Sri Dewi Sri

Sri Dewi Sri

ok dobel up tor,hhee😁

2023-10-20

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!