Rumah lafiza

Jeremy uring-uringan karena Sampai sekarang lafiza belum memaafkannya dan selalu menjawab singkat saat di ajak bicara dengannya.

"Sayang hari ini kamu masak apa?"tanya Jeremy memeluk lafiza dari belakang yang membuat sang empu terkejut.

"Masak makanan"jawab lafiza ketus yang membuat jeremy menghela nafasnya pelan, ia menduselkan wajahnya di leher sang istri sehingga gadis itu Agak geli dan berusaha menjauhkan wajah jeremy dari lehernya.

"Jauh-jauh sana"usir lafiza sambil terus melanjutkan acara masaknya, Jeremy menggelengkan kepalanya sambil bergumam tak jelas.

Lafiza mengehela nafasnya pelan kemudian kembali memasak tanpa terganggu dengan Jeremy yang terus memeluknya, biarkan saja pria itu memeluk nya dan nantinya ia akan lelah juga karena membungkuk sambil memeluknya yang lebih pendek dari jeremy yang sangat tinggi.

"Jeremy Jangan ganggu mantu mami masak"tegur Soya datang sambil menatap anaknya tajam karena terus-terusan menganggu menantunya masak.

"Iya mi"ucap jeremy patuh karena melihat tatapan tajam maminya yang di layangkan untuknya.

"Kembali ke meja makan, tunggu di sana"titah Soya dan Jeremy langsung saja pergi ke sana tetapi sebelum itu ia mengecup kedua pipi lafiza.

"Kamu lagi masak apa mantu?"tanya Soya berdiri di belakang lafiza.

"Masak ayam kecap mi kesukaan si kembar dan juga ada sayur-sayuran dan juga sambal tahu dan tempe"ucap lafiza dan soya menganggukkan kepalanya.

"Sini mami bantu"ucap Soya.

"Gak usah mi soalnya sebentar lagi selesai, mendingan mami duduk aja di sini"ucap lafiza menunjuk kursi yang berada di sampingnya.

Soya patuh dan langsung duduk di kursi tersebut sambil terus menatap lafiza yang sibuk memasak, Soya sangat bersyukur karena mertuanya yaitu kakek Jeremy memilih pasangan yang tepat untuk anaknya.

Melihat kasih sayang lafiza kepada kedua cucunya membuat Soya langsung suka kepada lafiza

Sekarang lafiza sudah selesai masak dan tinggal memanggil yang lainnya untuk makan, tak membutuhkan waktu lama mereka semua datang ke meja makan dan langsung menyantap makanan yang di buat Lafiza.

Walaupun lafiza baru-baru ini bisa masak tetapi masakannya sangat enak.

Edgar menatap kesal edrick yang meminta di suapi sama lafiza.

"Kenapa wajah kamu begitu hm?"tanya Jeremy kepada Edgar saat melihat wajah anaknya yang terlihat masam dan Jeremy langsung mengikuti arah pandang anaknya kemudian mengerti.

"Sini Daddy suapin, mau gak?"tanya Jeremy yang membuat Edgar langsung menatap daddynya kemudian mengangguk.

Ini bukan pertama kalinya Jeremy menyuapi Edgar dan terkahir kali Jeremy menyuapi Edgar dan edrick saat keduanya kelas 6 sd dan seterusnya gak pernah.

Tetapi sekarang ia di suapi lagi saat ia sudah dewasa, ah Edgar sangat senang apalagi mempunyai keluarga yang harmonis dan dia akan bertekad untuk menjaga keluarganya dan menyayangi mereka.

Soya dan Abraham tersenyum tipis melihat pemandangan tersebut begitu juga yang lain kecuali Lucas dan Aditya yang hanya menatap datar pemandangan tersebut.

Di sini Liza tak ada dan entah kemana janda tersebut pergi dan mungkin dia pergi menginap di rumah temannya dan tidak ada yang mencari nya.

Selesai makan lafiza membersihkan meja makan di bantu Bella padahal lafiza sudah melarangnya tetapi wanita beranak satu tersebut tetap kekeh membantu lafiza.

"Mom"panggil Edgar dan lafiza langsung menolehkan kepalanya ke arah kedua anak kembarnya.

"Kita berdua berangkat sekolah dulu"ucap Edgar kemudian memeluk dan mencium kedua pipi mommynya sekilas begitu juga dengan edrick.

"Pamit Tante mau sekolah"ucap edrick kepada Bella.

"Iya nak, yang rajin belajarnya ya"ucap Bella tersenyum lembut dan keduanya mengangguk.

"Hati-hati di jalan, jangan ngebut bawa motornya ya"peringat lafiza mencium kening keduanya.

Edrick dan Edgar mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi ke sekolah menggunakan motor.

"Keduanya lucu ya walaupun wajahnya datar"ucap Bella dan lafiza menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.

"Terakhir kali aku ketemu edrick dan Edgar dua bulan lalu, mereka sangat kurus seperti kurang gizi begitu juga dengan Jeremy, tetapi setelah menikah sama kamu badan mereka jadi lebih berisi"ucap Bella.

"Beruntung banget Jeremy bisa dapetin istri seperti kamu"lanjut Bella.

"Kamu bisa aja, kita sama-sama beruntung kok"ucap lafiza dan Bella tersenyum manis ke arah lafiza kemudian keduanya melanjutkan bersih-bersih nya padahal ada maid.

Tetapi karena lafiza gabut makanya ia mau bersih-bersih dan itu cukup menyenangkan selagi tidak ada yang menyuruhnya.

Dia paling tidak suka di suruh karena itu membuat nya kesal dan ia lebih suka bersih-bersih karena kemauannya sendiri.

"Sayang kok kamu belum siap-siap sih, kan sekarang kita mau kerumah keluarga kamu"ucap Jeremy sambil memakai kemejanya.

Lafiza terdiam sejenak kemudian menepuk jidatnya sendiri, astaga kenapa dia lupa kalo hari ini mau ke sana.

Kemarin malam ia mendapatkan pesan dari mama pemilik tubuh untuk menyuruhnya datang ke sana dan lafiza langsung menyetujui.

"Jangan di tepuk, tuh kan jidat kamu merah"ucap Jeremy mengusap lembut jidat istrinya.

"Sana gih kamu siap-siap biar aku aja yang bersihin"ucap Bella.

"Gak papa nih?"tanya lafiza menatap tak enak kepada Bella dan wanita itu menganggukkan kepalanya.

"Makasih ya"ucap lafiza dan berlari ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap.

"Kalian berdua sangat romantis, istri kamu juga sangat lucu"ucap Bella menatap Jeremy yang menyutujui ucapan Bella, istrinya memang sangat lucu.

"Kamu harus jaga dia baik-baik, sepertinya istri kamu banyak yang suka"ucap Bella menggoda Jeremy.

"Walaupun mereka menyukai istriku tetapi dia tetap punya saya terus yang lain bisa apa"ucap jeremy, dia tak akan membiarkan orang lain merebut istrinya yang berhasil meluluhkan hatinya.

"Bagus"ucap Bella

"Aku mau lanjut bersih-bersih dulu"lanjutnya.

"Kan ada maid kenapa kamu bersih-bersih?"tanya Jeremy, apakah semua maid di sini tidak mau bersih-bersih sehingga keluarga dari majikannya yang membersihkan rumah ini pikirnya.

"Gak papa lagian mereka juga butuh istirahat, lagipula aku udah terbiasa bersih-bersih di rumah"ucap Bella dan Jeremy menganggukkan kepalanya.

"Kalo capek istirahat ya"ucap Jeremy kepada Bella yang menganggukkan kepalanya.

"Ayo mas aku udah siap"ucap lafiza tiba-tiba datang kemudian menatap bella.

"Aku sama mas Jeremy pergi dulu ya"pamit lafiza.

"Hati-hati di jalan kalian berdua, Jeremy kamu kalo nyetir pelan-pelan aja"peringat bella dan Jeremy langsung mengacungkan jari jempolnya.

Di dalam mobil lafiza memilin jari tangan nya gugup, ia sangat gugup ketemu keluarga pemilik tubuh dan takut nantinya dia salah bicara atau apalah yang membuat mereka curiga kalo ia bukanlah lafiza asli.

"Kamu kenapa sayang?"tanya jeremy.

"Eh aku gak papa kok"ucap lafiza kemudian menatap keluar jendela mobil, sementara Jeremy mengusap tangan istrinya lembut dan mengecup nya sekilas.

Sekarang keduanya sudah sampai di mansion yang sangat besar dan itu membuat lafiza berdecak kesal, di rumah jeremy saja ia sering sekali ke sasar dan sekarang rumah keluarga lafiza sama besarnya dengan rumah Jeremy.

Benar-benar di novel ini isinya orang-orang kaya semua.

Jeremy menekan bell dua kali dan tak lama kemudian terdengar teriakan dari dalam.

"SEBENTAR"teriaknya dan sepertinya itu suara perempuan.

Ceklek

Lafiza melongo melihat seorang perempuan yang membukakan pintu tersebut terlihat sangat cantik.

"Lo Irene red Velvet?"tanya lafiza menatap wajah perempuan itu yang menggelengkan kepalanya kemudian perempuan tersebut menoyor kepala lafiza pelan.

"Setelah menikah Lo jadi lupa sama kakak sendiri, terus siapa Irene read Velvet? Gue gak kenal"ucap perempuan tersebut yang membuat lafiza sekali lagi sadar kalo ini itu dunia novel.

Terpopuler

Comments

Raine

Raine

wkwkwk awas ntar liat bokap sama nyokap dikira bias yg mana lagi ,, lanjut thor

2023-10-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!