Terlihat seorang gadis mengendarai mobil dengan kebut-kebutan, urat-urat di lehernya menonjol dengan nafas yang naik turun menahan emosi.
Gadis itu adalah lafiza, ia sekarang sedang dalam perjalanan menuju sekolahan tempat kedua anaknya bersekolah.
Lima hari yang lalu ia menanyakan apa yang terjadi sebenarnya sama kedua anaknya tetapi mereka memilih bungkam dan ia tak memaksakan kedua anaknya untuk memberitahu nya.
Tetapi bukan berarti ia tak tinggal diam setelah melihat keadaan keduanya kemarin, diam-diam ia menyuruh bodyguard untuk mencari tahu semuanya hingga empat hari setelahnya bodyguard tersebut berhasil mendapatkan informasi yang sangat membuat nya emosi.
Ternyata di sekolah anaknya sering menjadi sasaran bullying oleh beberapa guru bahkan murid lain sekalipun karena anaknya yang di anggap anak orang miskin karena selama ini tidak ada yang tahu kalau edrick dan Edgar adalah anak orang kaya karena keduanya sengaja menyembunyikan identitasnya.
Sekarang ia sudah sampai di depan gerbang sekolahan tempat kedua anaknya sekolah, ia menatap sengit sekolahan tersebut lalu membuka kaca mobil.
"Pak buka gerbangnya"suruh lafiza sopan tetapi pak satpam tersebut tidak mau membuka gerbang itu yang membuat nya tersulut emosi.
"Pak bukain kalo gak gue tabrak gerbang abal-abal ini"geram lafiza tetapi satpam tersebut malah menggelengkan kepalanya sambil menatapnya sinis.
"Maen-maen nih aki-aki sama gue"gumam lafiza, lalu ia memundurkan mobilnya kemudian mengegas nya dengan sangat kencang.
Bruk!
Satpam tersebut terkejut melihat itu, gadis itu benar-benar menabrak gerbang sekolah Sampai roboh tetapi mobilnya juga rusak di bagian depan, untung saja lafiza tidak apa-apa.
Lafiza keluar dengan wajah datar dan dinginnya, ia mengabaikan satpam tersebut dan semua murid yang menatapnya terkejut.
Tatapan nya beralih ke arah lapangan di mana ada kedua anaknya yang sedang push up dengan dua guru wanita yang duduk punggung kedua nya.
Lafiza mengepalkan tangannya emosi, ia langsung saja berlari menuju sana kemudian menendang dua guru itu agar menyingkir dari punggung kedua anaknya.
Bruk!
Bruk!
Mereka semua terkejut melihat aksi lafiza yang menendang dua guru killer tersebut apalagi terlihat darah merembes keluar dari hidung keduanya karena terbentur batu.
Lafiza menatap kearah kedua anaknya yang sedang menatapnya terkejut lalu ia beralih melihat kearah dua guru yang wajahnya sudah memerah padam sambil menatapnya marah.
"SIAPA KAMU HAH? BERANI SEKALI MENENDANG KAMI BERDUA!"bentak salah satu guru yang bernama Clara sambil menatap tajam lafiza yang balik menatapnya dengan dingin.
Sementara Edgar dan edrick terkejut melihat ibu tiri mereka yang berada di sini apalagi sampai menendang kedua guru itu.
"LO YANG APA-APAAN SAMPAI HUKUM ANAK GUE BEGITU HAH, ANJING BANGET LO!"bentak lafiza dengan dada naik turun.
guru yang satunya lagi bernama serli maju sambil menatap tajam lafiza yang juga balas menatap nya tak kalah tajam.
"oh jadi kamu ibu dari dua anak berandalan itu? Pantas saja keduanya berandalan ternyata orang tuanya juga sama-sama berandalan cih!"ucap serli kemudian menjambak rambut lafiza.
Bugh!
"Cih! Gue maunya baku hantam bukan saling jambak-jambakan"ucap lafiza berdecih sinis setelah membogem serli hingga tersungkur.
"Sini maju Lo cucu-cucu Sugiono"tantang lafiza kepada Clara yang wajahnya sudah merah sedangkan murid-murid tergelak pelan mendengar ucapan lafiza tak terkecuali edrick dan Edgar.
Penampilan Clara sungguh seperti ****** bukan seperti guru, baju yang ketat sehingga *********** yang sangat besar menonjol bahkan belahan *********** terlihat, sementara rok nya juga sangat ketat dan pendek sehingga ****** ***** nya terlihat begitu juga dengan serli.
Sekarang lafiza dan dua guru Jamet itu sedang baku hantam dengan semua murid mendukung lafiza untuk menang, mereka tak perlu repot-repot mendukung dua guru itu bahkan tak Sudi sama sekali karena mereka juga pernah di perlakukan begitu sama kedua guru itu tapi tak separah Edgar dan edrick.
Lihatlah Sekarang edrick dan Edgar sudah berteriak sambil menyemangati ibu tiri nya dengan semangat bahkan melupakan wajah datar+dingin yang selalu dia tampilkan yang membuat siswi di sana terpesona.
Banyak murid-murid yang memvideokan pertengkaran itu dan di sebarkan di sosmed dan ada juga yang live.
Bugh!
"MOM"spontan keduanya saat melihat perut lafiza di tendang dengan keras yang membuat gadis itu tersungkur.
Mereka berdua mau membantu lafiza tetapi gadis itu dengan cepat menggelengkan kepalanya dan segera bangkit, lafiza tersenyum tipis saat mendengar keduanya menyebut nya 'mom' ah senang nya dia.
"LIHAT NIH BALASAN DARI GUE BUAT CUCU-CUCU SUGIONO KAMPRET!"teriak lafiza berlari ke arah keduanya.
Bruk!
Krek!
Dugh!
Clara dan serli terjatuh setelah mendapatkan tendangan maut lafiza di wajah keduanya dan mematahkan tangan keduanya dengan sangat gampang.
Semua murid tertawa bahkan yang mempunyai wajah datar dan dingin pun ikutan tertawa melihat gigi kedua guru itu copot.
"HAHAHA GIGI LO OMPONG"Teriak lafiza tertawa kencang sambil memegang perutnya yang kram akibat tertawa.
Wajah keduanya memerah sambil menatap benci ke arah lafiza yang telah mempermalukannya.
Mereka tak tinggal diam dan akan membalas perbuatan lafiza suatu hari nanti, lihat saja itu.
Keduanya berbalik untuk pergi dari sini karna kepalang malu tetapi dengan cepat lafiza berlari ke arah keduanya dan...
Byur!
Keduanya terjatuh ke selokan yang berada tepat di samping tong sampah, ini balasan untuk keduanya bahkan itu belum cukup dengan apa yang keduanya lakukan kepada anaknya.
Kedua guru itu pingsan karena saat jatuh ke selokan kepala nya terbentur, lafiza hanya menatap datar guru itu, lalu ia melihat semua murid yang menonton nya bertengkar dengan dua guru Jamet itu, tidak ada yang mau menolong keduanya pikirnya.
Lafiza berjalan ke arah kedua anaknya, dia merapikan penampilan keduanya dan menepuk-nepuk debu yang menempel di baju keduanya.
Lafiza berjalan ke arah mobilnya dan menyuruh keduanya untuk tetap diam di situ, dia mengambil dua hodie dan menyuruh keduanya untuk memakainya.
"Ganti baju, gue baru inget kalo baju kalian berdua banyak kuman nya gara-gara kedua cucu Sugiono itu"ucap lafiza dan keduanya mengangguk.
Setelah Keduanya mengganti baju, lafiza menyuruh keduanya untuk mengantarkan nya ke kantin.
"Kenapa Lo ada di sini??"tanya Edgar setelah duduk di kursi begitu juga dengan edrick dan lafiza.
"gak sopan anjir, Panggil gue mommy, bukannya Lo berdua manggil gue dengan sebutan mom saat gue kena pukulan dari cucu Sugiono itu?"tanya lafiza menaikkan sebelah alisnya.
"Coba panggil gue mommy gue mau denger soalnya, kan Lo berdua cuma panggil gue mom doang "ucap lafiza tetapi keduanya hanya diam.
"Ayo gue mau denger "paksa lafiza yang sangat greget kepada keduanya.
Edrick dan Edgar saling bertatapan kemudian menganggukkan kepalanya, sepertinya mulai sekarang keduanya akan menerima lafiza sebagai ibu sambung mereka.
"Mommy!"
Lafiza terdiam mendengar ucapan keduanya tapi dua detik kemudian ia berteriak kencang sambil memeluk kedua anaknya.
"HUAA ANAK DURHAKA GUE MAU PANGGIL GUE MOMMY! SENENG BANGET ASTAGA" heboh lafiza, untung saja kantin sepi.
Keduanya membalas pelukan lafiza, sangat nyaman pikir keduanya, ini pertama kalinya mereka saling berpelukan.
Lafiza menyuapi kedua anaknya ambil bercanda tawa, lafiza tersenyum senang karyna tak ada lagi wajah datar dan dingin yang selalu di tampilkan keduanya.
Satu persatu murid masuk ke dalam kantin, semua mata tertuju pada ibu dan kedua anak itu, mereka menatap kagum lafiza yang sangat keren saat melawan kedua guru killer itu tadi dan terpesona melihat wajah lafiza yang sangat cantik.
"T-tante"panggil seorang siswi yang cantik dengan gugup sambil berdiri di samping meja yang lafiza tempati.
"Iya? Ada apa?"tanya lafiza sambil menatap siswi tersebut yang tampak salting saat ia menatap nya.
"Ini buat Tante"ucap siswi itu dan langsung berlari ke arah temannya setelah meletakkan sebuah kotak berwarna hitam di meja lafiza.
Lafiza terkejut melihat itu, ia langsung membuka kotak berwarna hitam itu, ia menatap berbinar isi di dalam kotak tersebut.
"Ini salah satu kesukaan gue njir"ucap lafiza melihat berbagai macam coklat di dalamnya.
Lafiza berbalik dan menatap siswi itu yang tampak gugup, lalu ia tersenyum manis.
"MAKASIH COKLATNYA GUE SUKA!"
Siswi tersebut tersenyum malu-malu meong mendengar ucapan lafiza, ah dia sangat ngefans sama lafiza karna gadis itu terlihat sangat keren dan pemberani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments