Penyesalan caesar

Mereka semua syok melihat video tersebut dan lafiza mulai mengerti kenapa Caesar membenci nya, kenapa alurnya jadi begini, perasaan ini tak ada didalam novel dan pastinya yang sekarang ada di pikiran lafiza adalah cerita yang tak berjalan sesuai alur.

Tiba-tiba kepalanya menjadi sangat pusing karena benturan di kepalanya.

Bruk

Sontak semuanya mengalihkan pandangannya pada sebuah suara orang yang terjatuh karena tempat yang hening sehingga mereka mendengarnya dan mereka terkejut melihat lafiza yang sudah pingsan dengan lantai yang terdapat banyak darah.

Caesar langsung berlari menuju lafiza dan menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit tetapi Fabiola tiba-tiba datang merebut lafiza dari gendongannya.

"GAK USAH LO SENTUH ADEK GUE!"bentak fabiola pergi ke rumah sakit sambil menggendong lafiza ala bridal style dan ternyata wanita itu sangat kuat karena dia terlihat sangat enteng saat menggendong lafiza.

Sebenarnya yang memutar video itu adalah fabiola, ia hanya berpura-pura ke toilet hanya untuk mempersiapkan video itu untuk di putar.

Dulu dia ingin memutar video tersebut saat pernikahan Ulani dengan Erlangga karena setiap tahunnya ada acara reuni sekolah lafiza gak mau datang tapi sekarang untung saja lafiza datang sehingga ia bisa lebih cepat membongkar semuanya.

Sementara Caesar syok mendengar ucapan fabiola dan dia memukul kepalanya sendiri merutuki dirinya yang sangat bodoh dan lebih mempercayai orang lain Dari pada adiknya sendiri dan yah memang benar kalo penyesalan selalu datang di akhir.

Galang dan Elwin selalu memperingatkan nya untuk tidak membenci lafiza tetapi ia sama sekali nggk pernah mendengar ucapan kedua sahabatnya.

Caesar meninju dinding Hingga tangannya berdarah dan langsung pergi dari situ untuk menyusul lafiza, masa bodo nanti ia tak di perbolehkan masuk yang penting dia harus melihat keadaan adiknya.

.....

Lafiza menatap hamparan bunga yang bermekaran, sangat indah sehingga dia tetap ingin di sini, dia menatap banyaknya bunga yang bermacam-macam dan itu membuatnya betah di sini.

ia duduk di rumput sambil menyandarkan kepalanya di batang pohon sambil mengupil karena ia merasakan kalo hidungnya gatel dan sepertinya hidungnya minta di korek sama jari lentiknya untuk menghasilkan bongkahan emas.

Lafiza mengusap hidungnya yang terasa gatal dan Cairan di dalam hidungnya seperti akan keluar.

Shurtt ngokkk

Lafiza tersenyum saat ingusnya kembali masuk ke sarangnya, bukannya ia tak mau membuang ingusnya tetapi masalahnya tempat ini sangat bagus dan bersih yang ada nanti ingusnya kesenengan karena dia membuangnya di tempat bagus.

"Nih gue lagi di mana lagi ah, masa gue di surga"gumam nya melihat ke atas dan dia bisa melihat buah apel yang sangat lebat dan itu membuat nya senang bukan main karena kebetulan dia laper.

Tanpa pikir panjang lafiza langsung memanjat pohon tersebut dan memetik satu karena buah apel tersebut sangat besar, bahkan lafiza memegangnya menggunakan kedua tangannya kemudian turun.

"Bisa kenyang satu jam ini mah"ucapnya dan langsung memakan buah apel tersebut dan lafiza syok merasakan rasanya yang sangat lezat.

"ASTAGA KENAPA BUAHNYA DI MAKAN WOII!"seru seorang gadis yang sangat mirip dengan lafiza dan ia menggunakan pakaian seperti penyihir.

"Lah, Lo kenapa mirip sama gue woi!"ucap lafiza menatap lamat gadis di depannya yang sangat cantik walaupun warna lipstik nya hitam.

"Jangan-jangan Lo lafiza asli lagi?"tanya nya memicingkan matanya dan gadis itu menganggukkan kepalanya kemudian menggelengkan kepalanya.

"Heh, Lo ngapain sih ngangguk-ngangguk terus geleng-geleng, gue gak bisa bahasa isyarat"ucap lafiza.

"Maksud gue itu, nama gue lafiza tapi bukan juga lafiza yang Lo maksud"ucap gadis itu yang membuat lafiza tambah bingung.

"Sebenarnya tubuh yang Lo tempati sekarang adalah tubuh asli Lo"ucap penyihir itu yang membuat lafiza bingung.

"Jadi ceritanya tuh dulu saat Lo masih bayi gue gak sengaja seret jiwa Lo ke tubuh bayi yang bernama halona dan saat itu jiwa Lo gak bisa di pindahin lagi ketubuh asli Lo dan jiwa halona yang asli gue pindahin ke tubuh Lo biar kalian gak mati, tapi sekarang kalian berdua sudah kembali ke tubuh masing-masing"ucap penyihir yang membuat lafiza mengerti, dia senang dan juga sedih karena tak bisa melihat keluarganya saat di dunia nyata dan sekarang dia adalah tokoh fiksi dong.

"Ini bukan dunia novel! Ini dunia asli tapi berada di dimensi lain"ucap penyihir saat membaca pikiran lafiza dan lafiza menganggukkan kepalanya mengerti dan bersyukur karena ini bukan dunia novel yang di mana mereka semua adalah tokoh fiksi.

"Terus sekarang gue di mana?"tanya lafiza.

"Di ruang dimensi gue"jawab penyihir.

"Oh, gue mau kembali dong, males gue di sini lama-lama"ucap lafiza karena dia merindukan kasur kesayangannya padahal tadi ia berniat mau berada di sini saja.

"Ntaran aja elah, slow-slow lah di sini"ucap penyihir tersebut dan lafiza terdiam sejenak kemudian menganggukkan kepalanya.

.....

"BIARIN GUE MASUK ANJING!"bentak Caesar kepada Fabiola yang menahannya agar tidak masuk ke ruangan lafiza.

"BAJINGAN LO! ADEK GUE LAGI KRITIS DAN ITU SEMUA GARA-GARA LO, KALO AJA LO DAN JERRY GAK DORONG LAFIZA PASTI SEKARANG KEADAAN NYA BAIK-BAIK AJA!"bentak fabiola, mendengar ucapan dokter mengenai keadaan adiknya membuat Fabiola sangat khawatir dan cemas bahkan dia hampir mau membunuh Caesar dan juga Jerry Karena mereka berdua yang bikin kondisi adiknya begini.

Lafiza harus segera mendapatkan donor darah yang lumayan susah di cari apalagi Fabiola maupun Caesar golongan darah mereka tak sama seperti lafiza dan hanya pipinya saja yang sama dengan golongan darah lafiza.

.....

Sedangkan di salah satu ruang inap terlihat seorang pria dengan keadaan nya yang mulai membaik dan lebam-lebam di wajahnya mulai memudar.

Setelah dua hari di rawat di rumah sakit Jerry merasa badannya sudah pulih dan sekarang waktunya dia pulang, melirik sahabatnya yang duduk di sofa yang berada di ruangan tempatnya di rawat kemudian berdehem pelan.

"Apa?"tanya Agil--sahabatnya.

"Gak ada"jawabnya, sejak kejadian itu Agil terlihat dingin padanya walaupun selalu menjaganya di rumah sakit tetapi Agil sangat jarang mengajaknya ngomong.

"Lo kenapa cuekin gue terus?"tanya Jerry yang ingin mendapatkan penjelasan karena tak suka di diami begini sama sahabatnya.

Agil menghela nafasnya pelan dan berjalan menuju Jerry.

"Dari dulu gue selalu peringatin Lo buat gak benci atau selalu julid sama lafiza tapi Lo gak pernah dengerin omongan gue, Lo tau gak gara-gara Lo dorong lafiza, dia sampe masuk rumah sakit dan koma"ucap Agil.

Deg

Jerry terkejut mendengar itu, dia tak menyangka kalo kejadiannya akan separah ini.

"Y-a itu salah dia sendiri kenapa mukul gue"ucap Jerry yang membuat Agil kesal karena jerry selalu mengutamakan gengsinya.

Sebenarnya lafiza dan Jerry adalah mantan kekasih dan saat itu lafiza tiba-tiba memutuskan hubungan nya dengan Jerry entah karena apa tanpa penjelasan sehingga Jerry selalu sinis kepada gadis itu dan mengganggu hidup lafiza layaknya musuh padahal sebenarnya Jerry masih sangat mencintai lafiza apalagi lafiza adalah cinta pertamanya.

"Lo mau tau kenapa lafiza tiba-tiba putusin Lo?"tanya Agil dan Jerry menganggukkan kepalanya.

"Itu karena kedua orang tua Lo yang selalu ngancem lafiza dan ngelarang dia buat pacaran sama Lo"ucap Agil sambil mengupas buah apel.

"Dari mana Lo tau?"tanya Jerry terkejut mendengar itu sekaligus tak percaya karena dulu kedua orang tuanya terlihat sangat menyukai lafiza dan memanjakan lafiza lebih dari dirinya sendiri saat dia membawa lafiza ke rumah nya untuk bertemu kedua orang tuanya.

"Gue gak sengaja denger kedua orang tua Lo ngomongin lafiza pas gue sendirian di rumah lo dan dia cuma berpura-pura saja menyukai lafiza"ucapnya memutar rekaman yang dia ambil beberapa tahun yang lalu dan itu membuat Jerry syok.

"Kenapa Lo gak beritahu gue dari dulu?"tanya Jerry menatap Agil tajam.

"Sengaja, supaya Lo gunain otak pinter Lo tapi ternyata selama ini Lo bodoh"ucap Agil yang membuat Jerry kesal.

"Otak kedua orang tua Lo juga udah di cuci sama Soya"lanjut Agil.

"Kenapa Lo jadi nyalahin Soya? Apa hubungannya sama dia?"tanya Jerry menatap tajam Agil.

"Soya benci sama lafiza dan apapun yang berhubungan sama lafiza akan dia rebut"ucap Agil membuka aplikasi video di ponselnya.

"Awas aja Lo sampe nyesel setelah melihat video ini"ucap Agil dan memutar video yang di putarkan saat acara reuni dua hari lalu yang membuat Jerry syok melihat video itu.

Deg

Terpopuler

Comments

Yuni Anto

Yuni Anto

semangat terus y authoor n jg sehat slalu buat authoorny biar bs buat cerita yg makin tambah seru

2023-10-31

0

Yuni Anto

Yuni Anto

makasih authoor dah up.. n cerita mkin seru

2023-10-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!