🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ma--maksud Anda apa?" tanya Deeva kaget.
Wajar memang, karna ini adalah hari pertama ia datang sebagai menantu yang jujur saja tak tahu apa pun tentang kekuarga Pradipta.
"Sok polos!" Sindi wanita itu lagi lalu pergi begitu saja dengan tatapan menjijikan seolah Deeva ini adalah sampah.
Perasaan yang mendadak kalut dengan tubuh lemas membuat Deeva akhirnya memilih untuk kembali ke kamar sang suami, untung saja pria itu belum selesai mandi jadi ia tak perlu tahu jika istrinya tadi sempat keluar kamar.
"Huft, kenapa aku bodoh sekali, aku terlalu terbuai dengan sikap manis Aga sampai aku lupa siapa aku dan siapa dirinya," gumamnya pelan saat sudah menghempaskan bokONGnyA itu di sofa depan TV.
Jika sudah begini, tentu ia sendiri yang akan pusing karna bagaimana pun keluarga Pradipta bukan keluarga biasa. Bisa saja asal usulnya nanti terbongkar lalu menjadi sorotan yang akhirnya membuat mertuanya malu. Dan Deeva tak ingin itu terjadi.
"Sayang-,kok ngelamun?" tanya Aga yang entah dari kapan sudah duduk di samping istrinya itu, tapi jika di lihat ia yang masih memakai handuk sebatas pinggang tentu rasanya baru datang, bukan?
"Kok lama mandinya?" bukan menjawab, Deeva malah balik bertanya.
"Mules, aku pake baju sebentar ya, tunggu sini." satu kecupan di berikan oleh Aga sebelum akhirnya ia bangun dan berlalu menuju ruang ganti.
Hanya senyum kecil yang di berikan Deeva sebagai balasan, bahkan ia belum menjawab atau sekedar menganggukan kepala
Sanggup kah aku mempermalukan nya? Aga terlalu baik jika harus menanggung aibku. bathin Deeva yang buru buru menghapus cairan bening di ujung matanya sebelum jatuh.
.
.
Keluar dari kamar setelah sama sama sudah rapih, kini pasangan suami istri baru itu turun ke lantai bawah dan langsung menuju meja makan karna sebelumnya pelayan sudah memberitahu kan jika Tuan Sagara sudah pulang dan mereka menunggu di ruang makan.
'"Aga, aku benar benar malu sekali," ucap Deeva saat sampai di tangga paling akhir rumah mewah mertuanya.
"Malu kenapa, jangan sampai minta pakai helm ya," kekeh pria itu sambil menggoda dan Deeva hanya tersenyum karna bukan itu alasan yang sebenarnya.
Derap kaki yang terus melangkah pelan kini akhirnya sampai juga, disana ada Ibun PanDa dan juga wanita yang tadi bertemu dengan Deeva di lantai atas.
Deeva yang reflek mengeratkan genggaman tangan membuat Aga langsung menoleh sambil mengernyitkan dahi.
"Ada apa?" tanya Aga, ia bahkan menatap bingung istrinya ketika ekpresi Deeva jauh lebih tegang dari sebelumnya.
"Gak akan ada yang apa apain kamu," ucap Aga mencoba menenangkan meski nyatanya itu tak berpengaruh sama sekali.
"Aga, Deeva, ada apa?" tanya Ibun saat anak dan menantunya tak meneruskan langkah mereka.
"Hem, iya, Bun."
Aga tersenyum sambil mengangguk kan kepala pelan sebagai tanda semua akan baik baik saja, dan tak perlu ada yang di khawatirkan. Deeva yang mencoba percaya pun membalas dengan senyum kecil karna dadanya benar benar benar sangat sesak kali ini.
Mereka pun kembali berjalan beriringan, Aga membiarkan Deeva semakin mengeratkan gengamannya karna yang ia pahami wanita itu hanya belum terbiasa saja.
"Tante Sintya kapan dateng?" tanya Aga sekedar basa basi sambil menarik kursi untuk Deeva duduk lebih dulu.
.
.
.
Kenapa? apa kamu akan keberatan jika Tante akan tinggal disini?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Ragil Saputri
uuuh beri teh sianida aja tu si Tante geloo
2024-01-08
0
LAILATUN NI'MAH
siapa Sinta?? apakah anaknya Mita🤔🤔
2023-11-10
3
zea Aljazeera
eits tapi gk seruuuu kalo gk ada si sinting itu👻 kesan nya terlalu manis terusss takut diabet😅😭
2023-10-30
0