🍂🍂🍂🍂🍂
"Ibun mau pulang sekarang, kenapa?" tanya Aga.
Ia yang baru selesai mandi dan merapihkan diri langsung menghubungi nomer Ibun lagi yang sempat tak di jawabnya beberapa saat lalu.
"Iya, Nak. PanDamu ada kerjaan esok pagi. Gak apa-apa ya kami pulang duluan."
Aga langsung menggelengkan Kepalanya tanda tak setuju namun seolah wanita itu juga ada di depannya saat ini. Sedangkan Deeva yang ada di samping suaminya hanya menjadi pendengar sambil menyandarkan kepala di dada sang suami.
"Aga mau pulang sama Ibun," tolak nya kesal.
"Kan Aga ada Deeva, kalian masih bisa di sana beberapa hari sebelum pulang ya," ucap Ibun mencoba memberi pengertian meski hatinya sedikit mencelos.
"Iya, Bun."
Panggilan terputus setelah keduanya sama sama mengucapkan salam. Ponsel yang tadi di pegannya kini di letakkan asal di atas meja kaca depan TV.
"Mereka sudah pulang?" tanya Deeva.
"Iya, masa Aga di tinggalin," jawabnya dengan nada kesal namun itu sangat menggemaskan di mata Deeva yang langsung memberinya satu ciuman di pipi.
"Apa? mau lagi?"
"Ih, apa sih? orang aku cuma cium aja kok," balas Deeva yang malu dan menggeser duduknya.
Namun, Aga yang cekikikan sendiri langsung menarik lagi wanita halalnya tersebut kemudian menjatuhkan kepalanya di bahu Deeva.
"Nanti aja ya, pinggang Aga rasanya mau copot nih," bisik pria itu sambil tertawa kecil.
"Agaaaaaaaaaaaa!"
.
.
Sarapan pagi yang merangkap makan siang pun di nikmati pasangan baru itu di balkon kamar hotel. Deeva tak mau keluar apalagi harus bertemu dengan orang banyak di tengah keadaannya yang masih tak nyaman berjalan.
"Mau nambah lagi?" tawar Deeva yang akhirnya makanan piring sang suami habis juga.
"Enggak, kenyang. Makasih ya," ucap Aga sambil tersenyum namun kedua matanya berkaca-kaca dan itu berhasil membuat Deeva bertanya tanya ada apa dan kenapa dengan bayi gantengnya.
"Untuk apa lagi, Ga?"
"Deeva mau nemenin Aga makan. Ini pertama kalinya habis setelah Deeva pergi," jawabnya pelan namun berhasil membuat istrinya tercengang.
"Maksud Aga apa?" tanya Deeva, bukan tak paham hanya saja ia ingin memastikan apa yang di tangkap nya barusan tentang pengakuan sang suami.
"Aga--, Aga gak pernah habisin makanan Aga sekali pun ada Ibun yang nemenin. Aga kangen Deeva. Janji ya, jangan pergi lagi," mohon nya sambil meraih tangan wanita halalnya.
Deeva yang merasa sangat bersalah pun hanya bisa mengangguk, ia tersenyum untuk meyakinkan Aga jika hal tersebut tak akan pernah terjadi lagi. Cukup satu kali ia salah melangkah dan membuat keputusan bodoh, sisanya ia akan melanjutkan hidup sesuai dengan apa yang ia inginkan saat ini.
"Deeva gak akan pergi kemana mana, sekarang kan Deeva udah punya rumah. Rumah yang begitu nyaman untuk berlindung dari segala macam keadaan. Aga jangan takut ya, mulai hari kemarin, hari ini, esok, lusa dan selamanya kita akan sama-sama terus," ucap Deeva sambil mengusap pipi suaminya yang memang sangat jelas terlihat khawatir.
Keduanya tersenyum bersama lalu kemudian berpelukan, hal yang baru bisa mereka lakukan setelah Halal. Karna 5 tahun lalu, jangan berpelukan, tangan yang tak sengaja tersentuh saja, Aga sudah ribut jika ia sudah ternoda.
.
.
.
Maaf ya, Dee.. baru bisa membawamu pulang sekarang. Karna banyak yang harus Aga yakinkan jika kamu wanita hebat..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Ragil Saputri
meleyooot hati Adek Abang 😏😏😏 😍😍😍😍
2024-01-08
1
zea Aljazeera
Owh sosweett😍😍😍😕😕
2023-10-29
1
Adzril Alfarizqi
Kan udah ada Deeva yang nemenin
2023-10-18
1