🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mendengar begitu tentu membuat Aga menoleh pada PanDa, namun Ibun langsung sedikit menunduk kan kepalanya.
Ia yang berusaha menahan membuang napas kasar pun memilih untuk duduk bersama dengan istrinya. Aga yang berkali-kali melirih Deeva sangat tahu setegang apa wanita itu saat ini.
Makan malam yang biasanya begitu hangat karna saling bertukar cerita, kini hening tanpa suara kecuali dentingan sendok dan garpu di atas piring. Bahkan bagi Deeva, apa yang di makannya sekarang sungguh sulit ia telan.
"Mau nambah, Sayang?" tawar Aga.
"Cukup, Ga. Aku kenyang," tolak Deeva padahal alasan yang sebenarnya agar ia buru buru pergi dari ruang makan yang sedikit mencekam karna tatapan Tante Sintya sungguh membuatnya tak nyaman.
"Kalian bisa kembali ke kamar jika sudah selesai," titah PanDa, dan itu di iyakan oleh Aga.
Dari yang dilihat pria itu, mungkin ada yang akan di bicarakan oleh orang tuanya, mengingat tante Sintya datang tanpa kabar, padahal kemarin ia tak ikut serta di acara pernikahannya.
"Iya, kami ke atas duluan," pamit Aga sambil bangun dari duduk lalu menggandeng Deeva yang menyusulnya bangun bahkan lebih cepat dari dugaan Aga. Dan itu membuatnya langsung tertawa kecil.
Sambil bergandengan tangan, pasangan suami istri naik ke lantai atas, satu persatu mereka menaiki anak tangga hingga sampai di ruang tengah, Deeva sengaja mengajak kesana karna malu rasanya jika harus kembali ke kamar, meski rasanya itu wajar sebagai pengantin baru.
"Aku harap kamu betah disini," ucap Aga saat keduanya sudah duduk di sofa panjang.
"Hem, selagi ada kamu, Ga." Deeva langsung menjatuhkan kepalanya di dada bidang pria tersebut untuk mencari kenyamanan, karna jujur saja hawa di sekitarnya barusan sungguh menyesakkan.
"Ga, tadi itu siapa?" tanya Deeva hati hati karna takut di kira lancang karna sudah bertanya hal demikian.
"Siapa? tante Sintya maksudmu?" tanya balik Aga dan di iyakan oleh Deeva lewat anggukan kepala.
"Sepupunya PanDa. Dia tinggal di luar kota dan hanya sesekali kemari, kenapa?"
"Oh, apa--, dia akan menetap disini? bukannya tadi bicara begitu ya?" tanya Deeva lagi, masih ada rasa was was dalam hatinya.
"Entah, tapi memang suka gitu, paling satu atau dua minggu dan paling lama itu satu bulanan, kamu kenapa? gak nyaman kalau ada Tante Sintya di sini?"
Aga bertanya sambil mengubah posisi duduknya, dari yang tadi bersebelahan sambil merangkul kini menjadi saling berhadapan dengan tak lupa ia menaikkan dagu Deeva Agar kedua mata mereka bisa saling menatap satu sama lain.
"Engga, aku gak masalah, jangan khawatir ya," jawab Deeva sambil berusaha menyinggung kan senyum terbaiknya.
"Kita bisa tinggal di rumahku atau Apartemen jika kamu mau, Sayang."
Namun Deeva tetap menggelengkan kepalanya, ia tak ingin egois karna memikirkan perasaannya sendiri. Deeva tahu, Ibun dan PanDanya hanya punya Aga disini, jika mereka pergi dari rumah kasihan sekali pasangan itu, lagi pula hanya kurang lebih satu bulan Tante Sintya ada di kediaman Pradipta jadi dalam waktu selama itu pula ia akan bertahan dengan cara menghindar atau mengurangi komunikasi jika sedang bersama atau tak sengaja bertemu. Ia yang sudah di anggap tak baik, jangan sampai semakin buruk di mata keluarga suaminya.
.
.
.
"Ga, apa dia tahu masa laluku?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
LAILATUN NI'MAH
mungkin Sintya anaknya mitha
2023-11-10
3
zea Aljazeera
mohon bersabaaarr ini ujian bagi pengantin anyaaarrr😉
2023-10-30
0
dghjkgdggd
klo novel ga ada up, ini emang mak othor nya blm up apa emang apl ntoon akunya yg msalah ya
2023-10-27
0