Part 15

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

"Apa ada yang jahatin Ibun saat ini?"

Pertanyaan putra bungsunya itu tentu membuat hati wanita bercandar tersebut terlonjak kaget, ia yang sudah senormal mungkin bersikap tapi masih terasa lain bagi AgaSyah yang baru pulang.

"Gak ada, semua baik baik aja, Nak."

"Tapi perasaan Aga yang gak baik baik aja, Bun," tegasnya sembari curiga jika ada yang di sembunyikan oleh sang pemilik tahta tertinggi dalam hidupnya.

"Kamunya yang terlalu perasa, Kalian pasti lelah kan? ayo istirahat dulu sana. Nanti kita makan malam sama sama saat PanDa sudah pulang," titah Ibun sambil mengusap pipi anak kesayangannya yang kini sudah berstatus suami dari seorang wanita yang ada dekat mereka.

Aga hanya menggangguk, ia tak percaya karna pancaran mata Ibun tak seperti biasa, ada rasa senang yang bercampur sedih. Tapi, Aga tak bisa memaksa untuk Ibun jujur karna bagaimana pun setiap orang punya hak mau bercerita atau tidak atas apa yang di rasakan nya.

"Iya, aku naik dulu," pamitnya yang kembali meraih tangan Deeva, tak hanya sang suami karna wanita itu pun melakukan hal yang sama.

Bohong rasanya jika tak merasa canggung karna tak pernah ada komunikasi apa pun antara dua wanita itu sebelum akhirnya sama-sama sah menjadi menantu Pradipta.

Ceklek

Aga yang membuka pintu namun Deeva yang masuk lebih dulu ke dalam kamar. Jangan tanyakan se takjub apa perasaan wanita itu yang kini berdiri di tengah kamar yang sangat luas dan berisi barang barang mewah. Nuansa putih Abu abu menambah kesan nyaman dan elegan.

"Kalau gak suka, kamu bisa ganti sesukamu, Sayang," bisik Aga sambil melingkar kan tangannya di perut rata sang wanita halal.

"Ini bagus, bahkan aku suka sekali. Tak perlu ada yang di rubah, Ga," jawab Deeva halus.

"Aga cuma pengen Deeva nyaman dan makin betah di kamar," bisiknya lagi yang kali ini suaranya cukup berat karna di barengi dengan tangan yang mulai naik ke atas, kemana lagi jika bukan ke salah satu gundukan daging kenyal yang jadi mainan favoritnya beberapa hari ini.

"Aaargh, Aga! jangan kuat kuat di remAaSsnyA!"

Aga yang terkekeh langsung membalik kan tubuh ramping Deeva yang begitu sangat menggoda.

"Mandi sana, ingat pesan Ibun kan? kita makan malam sama-sama." Deeva menepis pelan tangan sang suami dari area yang menantang miliknya tersebut.

"PanDa masih lama pulangnya, bisalah si belalang menyusup dulu main sama tupu tupu," ujarnya manja sambil menaik turunkan alisnya, belum lagi senyuman yang langsung membuat Deeva rasanya tak bisa untuk menolak..

"Gak!"

"Ayolah, Deeva juga mau kan sebenarnya? nih tupu tupunya pasti udah basah," bisik Aga dengan satu tangan mengusap lembut sarang si belalang untuk tenggelam sebelum akhirnya Gumoh.

"Apaan sih, enggak ah!" sikap dan mulut yang jauh berbeda itu malah membuat Aga gemas hingga ia menggendong Deeva ala bridal Style menuju ranjang. Ia baringkan di tengah dengan Aga yang siap berada di atas.

"Ga, aku mau mau mandi loh," ucap Deeva masih berusaha menolak meski tak sepenuh hati.

"Main dulu sebentar, kepala Belalangnya udah besar banget nih," sahutnya yang bangun lalu membuka Restleting celananya.

Deeva yang melihat dan serasa sedang di tunjuk oleh si daging tak bertulang itu pun hanya bisa menelan salivanya kuat kuat.

.

.

.

Ada Marmut keselek Kedongdong... EmUutt dulu dong...

Yang kangen bapak Marimar udah launching ya di sebelah tapi 🤣🤣.. di tunggu Absennya para pasukan Gajah dan Phyton 🤭🤭

Terpopuler

Comments

Ragil Saputri

Ragil Saputri

TRAVELING BERJAMAAH KITAH😂😂😂😍😍😍

2024-01-08

1

Warini Blitar

Warini Blitar

otak travelingnya ak outhor ni emang luuuar biasa

2023-12-11

1

zea Aljazeera

zea Aljazeera

pake pantun sagalaaa pengen di emoooottt😂😂😂😂

2023-10-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!