Part 07

🍂🍂🍂🍂

"Be-- belalang?" tanya Deeva bingung dengan yang di maksud oleh Aga barusan.

"Taraaaaaa--, ini dia belalang Aga, Palanya besaaaaar dan kuat buat nerebos benteng Tupu tupu," ucapnya saat mengeluarkan si daging tak bertulang namun sudah tegak menjulang.

Deeva yang serasa di TUNJUK karna memang tepat di depannya langsung kaget dan tercengang.

Ia telan Salivanya cukup kuat saat melihat alat tempur yang katanya itu adalah Belalang.

"Ko keras banget ya, kaya balok," gumamnya polos sambil memegang miliknya yang ia aneh sendiri karna biasanya tak pernah setegang ini.

"Nanti juga lemes kalau udah capek," kekeh Deeva, ada gelenyar dalam dirinya yang wajar terjadi sebagai wanita yang jauh lebih dewasa dari Aga. Hal seperti ini sudah tak lagi tabu baginya yang sejak kuliah memang sudah bebas dalam bergaul. Tapi, bukan berarti ia bisa melakukan apa pun sesuka hatinya meski semua itu hampir terjadi andai saja ia terlambat bertemu dengan bayi gantengnya.

"Yuk lemesin yuk," sahut Aga.

Kapan lagi ada malam pertama yang penuh gelak tawa, karna biasanya semua terasa tegang saat menuju puncak surga dunia.

Deeva yang tersenyum kecil pun mengangguk, ia yang sebenarnya malu menepihkan rasa tersebut karna jika samanya tentu mereka tak akan sampai ke dalam ritual malam panjang sepasang pengantin baru.

Disini, ia harus lebih dominan dan agresif demi kesejahteraan sang Belalang dan Tupu Tupu yang baru mau berkenalan lalu bermain bersama.

Ciuman bibir tak lagi bisa dihindari, mereka mengulangnya dengan perasaan yang tak bisa di utarakan sebab kali ini berbeda dari sebelumnya.

"Deeva galak gigit gigit," protes Aga saat melepas ciumannya lalu meraba si daging kenyal yang serasa jauh lebih tebal dari biasanya.

"Hahaha, makanya, buka mulutnya, Bayiiiiik. Ayo ulang," tawa Deeva yang tak ada romantis romantisnya untuk melakukan malam pertama.

Tak hanya bibir yang bersentuhan, karna kedua tangan mereka pun sudah menyentuh bagian sensitif masing masing. Aga meraBAa salah satu bukit kembar yang cukup besar sedangkan Deeva mengelusSs pelan si batang Belalang yang benar kata pemiliknya yang sudah begitu keras.

Otak wanita itu semakin kacau membayangkan apa rasanya jika miliknya nanti di terobos dengan apa yang sedang di genggamnya saat ini.

"Huft, udah ah!" Aga membuang napas yang selama ini ia tahan saat berciuman.

Tangan yang tadi hanya satu kini sudah dua duanya ada di dada milik Deeva.

"Kok gemes banget sih Aga jadinya," ujarnya lagi saat telapak tangannya itu memegang sesuatu kenyal dan lembut.

"Pelan pelan, Ga." Bukan teraAngSaaang Deeva malah tak kuat menahan tawanya sendiri, apalagi saat melihat ekspresi Aga yang terlihat senang bukan napSuu semata.

Dulu, ia sangat menghindari bagian bagian tersebut, termasuk saat ada meeting atau saat ada pertemuan yang pastinya selalu ada wanita sexy yang entah itu sekertaris, asisten bahkan kliennya sendiri. Aga yang berusaha menghindari itu semua dari pandangannya siapa sangka malam ini justru bisa melihat nya secara langsung tanpa apapun lagi yang menutupinya.

Tak hanya mereMaaS karna naluri kelelakiannya seolah mendorongnya untuk melakukan hal lebih dari yang hanya sentuhan tangan saja.

"Mau coba yang lain?" tawar Deeva yang paham dengan perubahan tingkah pria di depannya saat ini.

"Kalau mau ke menu utama, memang harus ya icip ini itu dulu?" tanya Aga.

"Iya dong, kan biar seru," jawab Deeva yang kembali ber baring serta tak lupa menarik suaminya juga.

Bagai sandwich di atas piring, kini mereka suda tumpang tindih dengan keadaan yang baru polos bagian atasnya.

Layaknya Spider-Man, Aga merayap turun ke bawah menuju area perbukitan yang sungguh menantang baginya yang sudah sangat penasaran apa rasa dari singgahnya ia nanti di sana.

Di ciuminya dengan lembut berkali-kali hingga ia mendengar ada suara lain di telinganya, apa lagi jika bukan desaAaahan istrinya.

Tak ada ekspresi sakit, bahkan Deeva terlihat sangat menikmati membuat Aga melakukannya lagi yang kali ini rasanya sudah tak bisa pelan. Tangan dan Bibirnya begitu aktif menjamAah setiap inci dari kedua gunung kembar yang begitu sangat pas di genggamannya.

"Ini-- ini tuh yaaaang?" tanyanya dengan kedua alis bertautan.

Aga berhenti di area Choco chips kecil yang ada di puncaknya Gunung yang masih ia remAaas.

"Hem, lakukan dengan lidahmu, Ga," suara parau dan berat itu terdengar sangat seksi hingga semakin membawa Aga jauh lebih TerangsaAaang hebat.

Seperti yang di perintah Deeva barusan, lidahnya mulai aktif bermain disana hingga...

.

.

.

Waaah... ternyata tadi dia ngumpet ya??

Terpopuler

Comments

raditha astriani

raditha astriani

ngumpet donk 🤣

2024-04-13

0

Ragil Saputri

Ragil Saputri

ha ha ha cokocip nya main petak umpet dlu
bayi cengeng'nya Deeva yg nemuin😋😋😍😍

2024-01-07

0

Ida faridah

Ida faridah

😂😂😂🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️dibilangnya ngumpet

2024-01-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!