🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Apa Aga dan Deeva akan ikut pulang hari ini, Mas?" tanya Ibun Aisyah pada suami berondong nya.
"Entah, Aga rasanya gak bilang apa apa masalah itu. Biarkan saja, dia kan serba lama, mungkin malam pertamanya pun belum selesai," jawab PanDa Sagara yang membuat istrinya langsung diam tak bicara lagi hingga sang suami melayangkan pertanyaan lagi.
"Kenapa, Sayang?"
"Mas, memang Aga--, Aga udah bisa? kok aku gak percaya anakku itu sudah menikah dan--," ucap Ibun Aisyah dengan desAhaAn cemas.
"Dan bikin anak?" kekeh PanDa Sagara yang paham dengan apa yang di maksud istrinya tersebut.
Ibun yang mengangguk pelan menenggelamkan wajahnya di dada pria terbaiknya itu, rasa sedih dan seolah menolak kenyataan jika bayinya kini sudah besar membuat perasaan Ibun sungguh sangat sedih.
"Tak apa, Sayang. Jangan pernah merasa cemburu saat Deeva bersama Aga ya. Anak laki-laki itu tetap milikmu sampai kapan pun tapi kamu juga harus ingat, meski begitu kamu tak lagi punya hak penuh atas Aga. Doamu memang paling mustajab tapi jika istrinya Ridha," pesan PanDa Sagara.
Ibun yang tahu akan hal itu mengangguk paham, tapi di hari pertama ini rasanya ia takut jika nanti ia bukan orang pertama lagi yang di cari putranya saat pulang dari mana pun, lalu bagaimana jika sang menantu tak suka jika suaminya itu bermanja manja?
Helaan napas berat pun adalah satu-satunya cara wanita tersebut menepihkan segala rasa yang sedikit menyesak kan dada.
.
.
Drrrt... drrrt.. drrrt..
Getar ponsel milik Aga di Atas nakas membuat dua manusia yang sedang bercanda di atas ranjang pun menoleh ke arah yang sama.
Keduanya saling pandang sebelum si benda pipih itu di raih oleh pria yang sedang anteng sedari tadi tak perduli jika matahari kini sudah menggantung tinggi.
"Loh, kok mati?" kata Aga saat tiba-tiba getaran itu berhenti.
"Siapa?" tanya Deeva.
"Ibun," jawab si Bayi yang di minta sang istri untuk balik menelepon. Tapi, dua kali memcoba menghubungi kembali nyatanya tak di angkat.
"Mandi yuk, Ga. Aku laper, mungkin Ibun mau ajak sarapan juga," ucap Deeva sambil bangun dari baringnya.
Ia yang baru mau di tahan langsung memberi tatapan tajam agar tangan sang suami jangan sampai mencekalnya untuk turun dari ranjang pengantin mereka, dimana satu malam kemarin menjadi saksi bagaimana si Belalang Tupu Tupu bermain dengan sangat akur hingga lelah bersama setelah gumoh, ckck.
"Deeva makin gede makin galak ya," protesnya kesal sembari merengut.
Sedang kan Deeva sengaja mengabaikan karna jika ia tersenyum, pastilah pria itu ada di atasnya lagi. Ia yang turun dan berjalan lebih dulu tentu di ikuti oleh Aga yang layaknya seekor anak ayam pada induknya.
"Kamu mau mandi dimana? di bathtub atau shower?" tanya Deeva, ia akan memilih yang tidak di pilih suaminya.
"Apa ya? apa aja deh, dua duanya juga sama," jawab Aga yang santai meski kedua matanya tetap terarah pada setiap inci tubuh polos istrinya.
"Aga berendem aja ya, aku mau mandi pakai Shower," timpal Deeva yang kali ini langsung membuat kedua alis suaminya bertautan.
"Kok pisah? gak mau ah, mau berendam berdua," tolak pria itu nanun Deeva tetap menggelengkan kepala.
.
.
.
Jangan ya Bayiiiii... nanti Belalang kamu yang ada TENGGELAM lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Putri Nunggal
ibun mah terlalu menyepelekan bayi besar nya bahkan tuh bayi lagih nen dan minta diulang main belalang tupu tupu nya
2023-10-22
3
Adzril Alfarizqi
Belalangnya udah nyaman di sangkar Tupu tupu maunya anteng di dalam
2023-10-18
1
Adzril Alfarizqi
Jangan ragukan bayi gedemu Ibun udah masuk perangkap Tupu tupu
2023-10-18
1