Part 14

🍂🍂🍂🍂🍂

Praaang.

Sebuah gelas kaca jatuh secara tiba-tiba dari tangan Aga yang langsung membuat pria itu lemas. Sedang kan Deeva yang baru keluar dari kamar mandi lekas menghampiri.

"Aga! ya Tuhan, ada apa?" Deeva langsung menarik tangan suaminya agar sedikit menjauh dari serpihan beling yang berserakan di lantai.

"Kamu gak apa apa? apa ada yang terluka, hem?" tanya Deeva panik dan khawatir namun Aga hanya menjawab dengan gelengan kepala dan tatapan kosong.

"Ayo ke sofa dulu, biar ini ku bersihkan." Deeva menuntun Aga yang terlihat kaget menuju sofa depan TV.

"Ibuun--," lirihnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Deeva.

"Ibun kenapa?"

"Gak tahu, inget Ibun, Dee," jawab Aga seperti orang bingung.

Deeva yang merasa Aga mendadak resah lalu menarik tubuh suaminya untuk di dekap. Ia tahu betul jika pria yang ada dalam pelukannya itu tak bisa jauh dari wanita pemilik surganya.

"Ibun gak apa apa, cuma kangen aja mungkin. Mau pulang sekarang?" tawar Deeva, bulan madunya tak akan beres jika perasaan sang suami mendadak kacau seperti ini.

"Boleh?" tanya Aga meski ragu.

"Tentu Bayiii," kekeh Deeva sambil menangkup wajah tampan Deeva.

Kadang ia berpikir, akan sesakit apa hatinya nanti jika bukan ia yang berjodoh dengan Aga karna rasanya tak kuat jika melihat atau mendengar wanita lain yang memanjakan Aga seperti ini.

"Tunggu ya, biar aku bereskan serpihan beling nya dulu."

"Jangan, biar nanti di urus oleh petugas hotel saja," cegah Aga, ia pun takut jika nanti tangan Deva terluka.

"Tak apa, jika bisa di kerjakan sendiri tak perlu menunggu dan mengandalkan orang lain, Ga."

Deeva tetap bangun dan membersihkan semua, saat di rasa semua aman untuk kembali di pijak ia pun bergegas ke ruang ganti untuk memakai pakaian serta membereskan sedikit barang mereka berdua sebelum akhirnya pulang ke ibu kota.

.

.

Lima tahun lalu, Deeva benar-benar melangkah pergi meninggalkan semua yang ingin ia raih, mimpi dan pastinya kisah cinta yang baru saja mulai tumbuh. Dan dihari ini akhirnya ia bisa kembali menginjak kan kakinya di kota yang terdapat banyak sekali kenangan selama 22 tahun.

"Ku pikir, aku tak akan pernah kesini lagi," ucapnya saat turun dari pesawat pribadi milik keluarga suaminya.

"Aku tak akan pernah membiarkanmu pergi lagi, Dee. Cukup sekali kamu mematahkan hatiku," jawab Aga sambil tersenyum namun tatapan matanya jelas ada permohonan.

"Aku tak akan kemana-mana, percaya padaku ya," balas Deeva meyakinkan. Bukan hanya pada Aga tapi juga pada dirinya sendiri, jika tak ada yang harus di carinya lagi jika semua sudah ia dapatkan dari AgaSyah.

Keduanya masuk kedalam mobil mewah yang sudah menunggu di bandara. Meski berkali-kali tersenyum tapi perasaan gundah dan resah itu tetap di rasakan oleh Aga, hingga ia ingin benar-benar cepat sampai di rumah.

Deeva yang paham pun tak banyak meminta padahal ada sebuah tempat yang ingin ia datangi saat ini.

"Ayo, turun, Dee," ajak Aga sambil mengulurkan tangannya.

Deeva hanya tersenyum lalu mengangguk pelan, kedua matanya tak lepas dari bangunan mewah yang kali keduannya ia datangi.

Bohong jika Deeva tak malu dan takut, karna sebagian menantu tentu pernah merasakannya terlebih Deeva tak pernah dekat sebelumnya. Perasaan Canggung itu jelas ada terutama saat mereka sudah masuk dan melewati pintu utama.

Ucapan salam yang di lontarkan pun di balas segera oleh Ibun yang kaget dengan kedatangan anak serta menantunya.

"Aga?? kamu pulang, Nak?" tanya Ibun tak percaya, ia langsung menciumi wajah putra kesayangannya itu untuk melepaskan rasa rindu.

"Aga kangen Ibun," jawabnya jujur bahkan dengan kedua mata yang sudah berkaca kaca.

"Anak nakal, sudah punya istri masih saja manja."

Ibun lalu menoleh ke arah Deeva yang sedang tersenyum padanya, hati wanita itu seolah tercubit saat melihat suami dan ibu mertua nya barusan yang terkesan sangat manis di matanya.

Sama seperti pada anaknya, Ibun memeluk Deeva dengan sangat hangat, perasaan haru menjalar di tubuh Deeva yang lupa akan rasa dekapan seorang Ibu.

"Kalian pasti lelah, istirahat sana," titah Ibun setelah mengurai pelukan.

Deeva yang melirik ke arah sang suami merasa ada yang aneh, tatapan Aga jauh berbeda seperti ada tanya yang ingin ia ucapkan pada wanita bercadar di depannya.

"Bun--," panggil Aga pelan.

"Hem, ada apa, Nak?" tanya Ibun yang tak menaruh curiga apapun pada anak bungsunya tersebut.

.

.

.

"Apa ada yang jahatin hati Ibun saat ini?"

Terpopuler

Comments

Ragil Saputri

Ragil Saputri

BayIbun peka banget ya....ho oh tu si Shintya no yg dh bikin ulah ke Ibun

2024-01-08

1

zea Aljazeera

zea Aljazeera

peka bangets dah si bayibun😍😍😍😍

2023-10-30

1

Putri Nunggal

Putri Nunggal

jangan sampai terjadi sesuatu pada ibun dan aga merasakan telepati simpatiknya

2023-10-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!