BAB 23
Jeon dan Lissa sedang berjalan bersama menyusuri pantai saling bergandengan tangan, dengan sebuah es krim di tangan Lissa.
Hari mulai gelap, setelah nonton di bioskop, Jeon mengajak Lissa berjalan-jalan ke pantai.
Lalissa
◾Menyodorkan es krim ke mulut Jeon
Jeon
◾Menggigit kecil es krim
Jeon
Sebentar lagi. Kau akan suka tempat yang kupilih.
Lalissa
Padahal di pinggir pantai banyak bar kecil, sepertinya akan asik jika kita menghabiskan malam di sana.
Jeon
Aku tidak ingin mabuk seperti orang jalanan.
Jeon
◾Tersenyum lalu meraih pinggang Lissa untuk kembali berjalan
Hingga tiba-tiba Lissa menjatuhkan es krimnya saat melihat tempat makan malam mereka berdua yang di siapkan Jeon.
Jeon
Bagaimana? kau suka tempat yang ku siapkan?
Lalissa
◾Menoleh dengan senyum menggoda
Lalissa
Apa ini kejutan dari seorang pria untuk kekasihnya?
Jeon
◾Tersenyum sembari mengacak-ngacak puncak kepala Lissa.
Lissa memeluk pinggang Jeon dengan kedua tangannya. Jeon merangkul bahu Lissa dan menuntunnya ke tempat romantis itu.
Kini, mereka berdua makan malam bersama dengan diiringi alunan biola yang mengalun merdu dan indah.
Lalissa
Apa kau melakukan semua ini hanya sebagai permintaan maafmu?
Jeon
Aku hanya memenuhi semua yang kau inginkan.
Lalissa
Berarti kau tidak tulus...
Lissa menoleh pada Jeon, yang ternyata pria itu tengah menatapnya dengan lekat.
Lalissa
Aku yang terlalu percaya diri kalau begitu.
Lalissa
◾Tersenyum kecut membuang muka menatap langit
Lalissa
Dengan kau bersikap romantis seperti ini, aku sempat berpikir jika kau mulai membuka diri untukku.
Lalissa
Menganggapku sebagai seorang wanita bukan lagi seorang gadis kecil, keponakan sang paman.
Lalissa
Tapi ternyata aku salah.
Lalissa
◾Menarik napas dengan mata berkaca-kaca
Lissa tidak tau kenapa tiba-tiba dirinya menjadi sensitif. Seharusnya ia bahagia, Jeon benar-benar menjadi pria-nya malam ini, meskipun besok pagi semua kembali kesemula.
Jeon
◾Mengangkat tubuh Lissa lalu merebahkan diatas tubuh.
Lissa tidak menolak. Dia tidak punya tenaga untuk meronta. Dia sedang lemah.
Lalissa
◾Terisak didada Jeon
Mungkin ini pertama kalinya Lissa menangis. Menangisi hatinya yang selalu di ombang-ambing perasaan cintanya pada Jeon.
Ini bukan salah Jeon, tapi salahnya. Bertahun-tahun mengejar cinta pria itu, sekarang Lissa merasakan titik terendah dengan kesabarannya saat merasakan perlakuan manis dan respons dari Jeon.
Jeon
◾Mengangkat dagu Lissa agar menatapnya
Lalissa
Aku tau kau menyayangiku sebagai anak.
Lalissa
◾Merebahkan diri didada Jeon kembali
Jeon
Sebagai seorang pria dan wanita.
Jeon
◾Menghapus airmata Lissa dengan ibu jari.
Lalissa
Kau... Kau tidak sedang ingin menyenangkanku kan?
Jeon
Aku bukan pria seperti itu.
Jeon
Aku menyayangimu sebagai seorang wanita.
Jeon
Aku sudah tidak bisa mengelak lagi darimu, Lalissa.
Lalissa
◾Terdiam kehilangan kata-kata
Jeon
◾Tersenyum lalu menangkup kedua pipi Lissa dan mendaratkan ciuman lembut pada bibirnya.
Lalissa
◾Memejamkan mata dengan airmata kembali mengalir.
Jeon
Aku harus kuatkan mental menghadapi Daddymu.
Mereka berdua tertawa pelan setelah melepaskan ciumannya.
Malam ini adalah malam terbahagia bagi Lissa.
Jeon
◾Membelai punggung Lissa yang terbaring diatas tubuhnya.
Dia tidak tahu, entah keputusannya benar atau salah dengan berterus terang pada Lissa mengenai perasaannya.
Dia terbawa suasana dengan melihat gadis itu menangis, menangisi perasaannya yang selalu coba Jeon abaikan.
Jeon tersenyum kecil mengingat dirinya, yang pada akhirnya luluh dalam pesona gadis kecil yang tidak pernah berhenti mengganggu hidupnya dengan menggoda hasrat lelakinya.
Entah sejak kapan, yang jelas hidupnya sudah sangat terbiasa dengan Lissa.
Jeon terkekeh menertawakkan kekonyolan dirinya, Kemudian tawanya memudar saat ingatannya kembali pada jati dirinya.
Jeon
◾Menghela napas dalam
Dia hanya berharap perasaan yang mereka berdua miliki tidak membahayakan Lissa.
Jeon merasakan ponselnya bergetar, entah untuk yang keberapa kalinya, dia merogohnya untuk melihat siapa yang terus menghubunginya.
17 panggilan tidak terjawab
Olaffia
📨 bagaimana? Besok bisa bertemu? Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu sebelum pulang.
Jeon
📨 Aku tidak bisa. Aku sibuk. Hati-hati saja.
Comments
fafa
wow wow romantis
2023-10-12
2