BAB 15
Jeon hanya memandangi layar ponsel di tangannya yang sedari tadi berbunyi.
Ini sudah ke enam kalinya ponselnya itu berbunyi, dan dia abaikan.
Jeon
◾Menghembuskan nafas kasar lalu mengangkat telepon
Arron De Luca
📲 Akhirnya kau mengangkat telepon dariku.
Jeon mengedarkan pemandangan di sekitar rumahnya dengan sebuah rokok yang terselip di sela-sela jari tangannya.
Arron De Luca
📲 Apa aku harus ada kepentingan hanya untuk menghubungimu?
Jeon
📲 Bukannya itu yang selalu kau lakukan selama ini?
Arron De Luca
📲 Kau terlalu perasa,
Arron De Luca
📲 Aku masih menantikan keputusanmu, Nak.
Jeon
📲 Ini masih pagi, tapi kau sudah menagih sesuatu yang akan membuat nyawaku melayang dengan cepat.
Arron De Luca
📲 Kau terlalu berlebihan. Kau lupa siapa kita?
Arron De Luca
📲 Peluru Presiden pun tidak akan sanggup menembus kepala kita.
Arron De Luca
📲 Kakek sudah tua, hanya kau pewaris yang kakek punya saat ini.
Jeon
◾Menghisap rokok sebelum mematikannya.
Jeon
📲 Aku tidak tertarik dengan warisan harammu.
Arron De Luca, sang kakek kembali tergelak, sebelum berubah menjadi serius.
Arron De Luca
📲 Jangan lupakan kalau selama ini kau hidup dari warisan haram.
Jeon
◾Tergelak penuh ejekan
Jeon
📲 Kau melupakan sesuatu, Arron.
Jeon
📲 Kekayaan yang sekarang ku bangun adalah hasil jerih payahku.
Jeon
📲 Tidak ada campur tangan De Luca sedikit pun, semenjak kau membuang kami.
Arron De Luca
📲 Kau masih membahas tentang hal itu?
Arron De Luca
📲 Sudah ku katakan itu tradisi keluarga kita.
Arron De Luca
📲 Kau terlalu sombong dan munafik cucuku.
Arron De Luca
📲 Alasanmu sangat lemah, disaat dulu kau menerima kami,---
Jeon
📲 Itu sebelum kau membunuh kepercayaanku.
Jeon
📲 Sebaiknya kau jangan menghubungiku lagi. Aku tidak membutuhkan De Luca dihidupku!
Arron De Luca
📲 Ku ingatkan!
Arron De Luca
📲 Apa yang kau dapatkan sekarang hanya seujung kuku dari kekayaan dan kekuasaan De Luca.
Arron De Luca
📲 Ku jentikan jari, kau akan menjadi gelandangan, Jeon Millano De Luca.
Jeon
📲 Hanya Jeon Millano.
Jeon
📲 Dan simpan saja ancaman recehmu itu.
Jeon
📲 Atau aku yang akan mengantarmu sendiri bertemu dengan Tuhan lebih cepat.
Arron De Luca
📲 Kau memang De Luca sejati.
Arron De Luca
📲 Sayang sekali kau hanya pengganti.
Arron De Luca
📲 Jika saja kau pewaris, kau sudah ku latih menjadi De Luca terhebat.
Jeon mengurungkan niatnya untuk membalas perkataan Arron ketika merasakan sebuah pelukan di punggungnya.
Lalissa
Kau bicara dengan siapa? serius sekali.
Jeon
◾Mematikan sambungan telepon
Jeon
Kau sudah dari tadi disini?
Lalissa
Ya, aku menguping. Siapa tau kau berbicara mesra dengan wanita.
Jeon terkejut dengan pengakuan tanpa canggung dari Lissa. Jeon membalikan tubuhnya dan menatap sedikit cemas pada gadis itu.
Jeon
Lissa, apapun yang kubicarakan di telepon,---
Lalissa
Aku tidak mengerti.
Lalissa
Kau bicara dengan bahasa italy. Jadi aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.
Lalissa
Apa itu seorang wanita?
Lalissa
◾Memicingkan mata penuh selidik
Jeon
◾Mengulum senyum dengan lega
Jeon
Bukan. Hanya kerabatku dari italy.
Jeon
Seorang pria bau tanah.
Jeon
◾Mengusap kepala Lissa lalu tersenyum manis
Lalissa
Benarkah? Coba saja kalau kau macam-macam.
Lalissa
Tidak hanya sepatu yang melayang ke kepalamu, aku---
Lalissa
Tapi sepertinya aku harus belajar bahasa Italy untuk jaga-jaga.
Jeon
◾Tergelak lalu mengacak-acak rambut Lissa
Jeon
Sekarang kau mandilah, bukannya kau ada kuliah pagi?
Lalissa
◾Mengecup dada bidang Jeon
Jeon
Aku mandi dikamar sebelah saja.
Lalissa
Setelah apa yang kita lakukan, kau tidak tergoda untuk mandi bersamaku?
Jeon
Karena mandi akan membuat kita tel*njang.
Lalissa
Bukannya mandi memang harus tel*njang?
Jeon
Kau tidak akan mengerti.
Jeon
Aku pria dewasa yang masih ingin berpikir jernih.
Jeon
Sudahlah jangan di bahas lagi. Tidak mandi berdua, tapi kita tidur berdua.
Jeon
Terimakasih semalam, kau menjadi gadis penurut uncle.
Jeon
◾Mengecup kening Lissa
Lalissa
Aku yakin, sebentar lagi kau akan jadi milikku Mr.Millano.
Lalissa
Dan aku tidak masalah jika harus sabar padamu sedikit lagi.
Jeon
Mandilah, aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan pakaianmu.
Lalissa
◾Mengangguk lalu berjalan menuju kamar mandi
Incoming Massage De Luca..
Arron De Luca
📨 Kau bersama wanita?
Saat Jeon akan menghapus pesan tersebut, ponselnya berbunyi. Panggilan telepon masuk,
Tanpa ragu Jeon mematikan ponselnya, kemudian memfokuskan matanya kembali pada Lissa yang tengah membuka pintu kamar mandi.
Comments
🌸ラヒマ🌸
pengganti? emang yang asli ke mana?
2024-08-28
0
🌸ラヒマ🌸
PD/percaya diri? arogan?
2024-08-28
0
🌸ラヒマ🌸
apa itu perasa
2024-08-28
0