BAB 19
Theo
Kau memanggilku om, sementara Jeon yang notabenenya lebih tua dariku kau panggil dengan namanya.
Lissa tidak menghiraukan ucapan Theo. Matanya fokus pada Jeon yang bersikap santai seperti biasa.
Lissa sedang meneliti wajah Jeon, untuk melihat terselip sedikit saja rasa cemburu dari pria itu karena memergokinya berciuman dengan pria lain setelah Jeon melarangnya.
Lalissa
◾Menghembuskam nafas kesal
Tidak terlihat secuil pun rasa cemburu pria itu padanya. Menyebalkan!
Lalissa
Sedang apa pria tua seperti kalian berada di tempat seperti ini tanpa pasangan?
Jeon tergelak, sembari mendudukan dirinya di kursi sebrang Lissa, begitu pun dengan Theo yang duduk di sebrang Jerry.
Theo
Kata-katamu sangat menyinggung, Lalissa.
Lalissa
Aku hanya bicara apa adanya.
Jerry
Kalian akan duduk disini?
Jerry
◾Terlihat tidak suka
Jeon
Kenapa? Kalian merasa terganggu dengan kehadiran kami di sini?
Jeon
Kalau kalian ingin melanjutkan ciuman kalian, lanjutkan saja.
Jeon
Anggap saja kami berdua tidak ada.
Lalissa
◾Menatap Jeon tajam
Jeon
◾Mengedipkan sebelah mata
Dan akhirnya mereka berempat pun makan malam bersama dalam satu meja.
Menurut pengakuan Theo, Jeon tiba-tiba mengajaknya candle Light dinner. Dasar dua pria tua gila.
Walaupun mereka satu meja. Jeon benar-benar tidak mengganggu Lissa dan Jerry dengan mengabaikan keduanya.
Jeon fokus mengobrol dengan Theo namun dengan suara dan tawa yang kencang.
Dan itu lebih dari mengganggu Lissa dan Jerry. Bahkan untuk mengobrol pun tidak bisa.
Suara mereka berdua kalah oleh suara Jeon dan Theo.
Jika untuk mengobrol berdua kenapa mereka tidak memilih meja yang terpisah saja?
Lalissa
Kalian benar-benar menyebalkan!
Lissa melempar pisau di tangannya ke atas piring dengan kasar setelah Jerry pergi.
Jeon dan Theo langsung terdiam. Jeon menoleh pada Lissa yang tengah cemberut.
Lalissa
Kalian berdua seperti dua orang kampung yang baru tiba di kota.
Lalissa
Kalian memang tidak menggangguku dan Jerry, tapi suara dan tawa kalian sangat mengganggu pendengaran kami.
Jeon
◾Menghapus jejak makan dibibir
Jeon
Jadi, Jerry adalah pencium yang hebat?
Lalissa
◾Menaikkan satu alisnya lalu tersenyum miring
Lalissa
Tentu saja. Jerry adalah pencium terhebat yang pernah kurasakan dari pria mana pun.
Lalissa
Of course. Teman om adalah pencium paling buruk!
Lalissa
Mungkin pengaruh umurnya!
Theo
Je, kau yang di katai, aku yang terhina.
Jeon
Benarkah? Baiklah, akan ku tunjukan bagaimana ciuman dari Millano yang sesungguhnya.
Tanpa aba-aba, Jeon langsung menarik tangan Lissa cukup kasar untuk keluar dari restoran.
Pria itu tidak menghiraukan Lissa yang meronta atau raungan protes dari Theo yang meninggalkannya begitu saja.
Lalissa
Kau mau ajak aku kemana?
Lissa berhenti berontak, wajahnya berubah menjadi sumringah.
Dia menoleh ke belakang pada Theo yang tengah mengumpat, dan pada Jerry yang terlihat bingung.
Lissa melambaikan tangannya pada Theo dengan senyum lebar di bibirnya, dan hal tersebut membuat Theo semakin geram.
Mau nanya, feel setiap chapter ini dapet ga sih? wkwkwk
Comments
nona kim
ceritanya menarik fulgar bahasanya aku suka☺️😁
2024-07-02
0
🐥mami kookie97🐰
hot om² ☺️
2023-10-28
1
UhAhShit💩
dpt bngt Thor , kelakuan Om2 bnr2 ga ngotak 😂
2023-10-12
0