BAB 6
Jeon
◾Mengerang kesakitan saat sebuah benda menghantam kepala.
Jeon
◾Memberhentikan kegiatannya lalu mengusap kepala bagian belakang.
Umpatannya terpotong saat mendapati sebuah sepatu heels merah tergeletak tidak jauh darinya.
Tiffani
Siapa yang melempar itu, ya Tuhan.
Jeon
◾Memutar kepala kebelakang.
Lalissa
◾Wajah merah padam penuh emosi.
Jeon
◾Buru-buru memakai celana lalu mengambil heels milik Lissa.
Jeon
Maaf Tiffani. Aku harus mengatakan ini.
Tanpa menghiraukan reaksi Tiffani, Jeon berlari keluar mengejar Lissa.
Jeon tersenyum kecil saat melihat gadis itu berjalan menggunakan satu heels dengan langkah yang lebar.
Terlihat kesusahan tapi tidak terlihat canggung.
Jeon
Benar-benar jiwa seorang model.
Jeon
◾Menyamakan langkah Lissa
Lalissa
◾Mendelik tajam pada Jeon
Jeon
Kau marah dengan uncle?
Lalissa
Dasar tua bangka tidak tau diri!
Jeon
Lalissa, uncle seorang single. Jadi---
Lalissa
Oh begitu?! Terus kenapa kau disini? Kenapa tidak di teruskan?!
Jeon
Junior uncle melemas karena di kagetkan sebuah heels.
Lalissa
Dasar tua bangka lemah hasrat!
Jeon
Makanya uncle tau diri dengan tidak bersamamu.
Jeon
Kau masih muda, kau kuat, uncle sudah tua. Tertimpuk sedikit saja, junior uncle langsung lemas.
Lalissa
BERHENTI MENGATAKAN UNCLE-UNCLE KEPARAT! PERSETAN!
Lissa berhenti tepat di depan Jeon. Mereka berdua menjadi pusat perhatian karena raungan Lissa yang memakinya.
Tapi bukan itu yang Jeon pedulikan sekarang. Mata gadis itu berkaca-kaca.
Lalissa
Kau selalu saja meremehkan perasaanku.
Lalissa
◾Berkedip lalu airmata jatuh, dan berbalik berjalan cepat dengann terpincang.
Jeon bergeming di tempat. Bertahun-tahun dirinya di kejar-kejar oleh gadis kecil itu. Tapi Lissa tidak pernah menangis dengan berbagai macam penolakannya darinya.
Jeon memperhatikan Lissa dari belakang. Baru beberapa langkah Lissa berhenti. Membuka sepatunya yang tinggal sebelah.
Lalissa
APA KALIAN LIHAT-LIHAT?!
Lissa melempar sepatunya tepat di hadapan segerombolan gadis, yang merupakan anak trainee di manejemen artis milik Jeon.
Sontak saja mereka terkejut dan menghindar dari lemparan sepatu Lissa.
Tanpa memperdulikan attitude buruknya, Lissa melanjutkan langkahnya dengan kaki telanjang.
Tidak menghiraukan tatapan-tatapan tidak suka dari sekitarnya karena sikap arogannya.
Jeon
Maaf, Lissa sedang sensitif. Jangan mengambil hati sikapnya okay?!
Para gadis itu hanya mengangguk pelan dengan tanpa berkedip menatap kagum pada Jeon.
Jeon
◾Mengambil sepatu Lissa lalu berlari mengejarnya.
Jeon
◾Menyamakan langkah Lissa
Jeon
Aku tidak pernah bermaksud demikin, Lissa. Aku merasa kalau aku tidak cukup pantas untukmu.
Lalissa
Aku sedang tidak ingin mendengar apa-apa darimu!
Comments
Molly
Astaga 🤣🤣🤣🤣
2023-10-27
3
🐥mami kookie97🐰
🤣😭😭
2023-10-16
4