BAB 13
Lalissa
Katanya mau nonton?
Lalissa
◾Menatap Jeon merengut
Jeon
Bukankah sekarang kita akan menonton? Kau ingin nonton apa hmm...?
Lalissa
Bukan itu maksudku!
Lalissa
Aku pikir kita akan nonton di bioskop seperti pasangan kencan pada umumnya.
Jeon
Kita memang bukan pasangan kencan, Lalissa sayang.
Lalissa
Kau memang pria tua menyebalkan!
Lalissa
◾Melipat kedua tangan didada sambil cemberut
Jeon
◾Terkekeh sambil menyapukan ibu jari di bibir Lissa
Jeon
Bukannya kita sekarang ada di bioskop mini?
Jeon
Apa bedanya di rumah atau di mall? Apalagi kita hanya berdua disini.
Jeon
Tidak terganggu oleh pasangan remaja yang bercumbu di bioskop.
Lalissa
Aku juga ingin sekali-kali kencan di luar denganmu.
Lalissa
Menghabiskan waktu bersama selain di rumahmu atau penthouse-ku.
Jeon
◾Tersenyum kecil lalu mengusap puncak kepala Lissa
Jeon
Kau ingin nonton apa?
Lalissa
◾Menghembuskam nafas pasrah
Jeon menjentikkan jarinya, memberikan isyarat pada pelayannya untuk memutarkan film yang Lissa inginkan.
Mereka menonton dalam diam, sama-sama fokus menonton hingga tidak lama kemudian film pun berakhir.
Lalissa
◾Membenamkan wajah di dada Jeon dan menangis
Jeon
Kau sudah ratusan kali menonton film ini, tapi kau selalu berakhir dengan menangis.
Jeon
◾Menangkap wajah Lissa lalu menghapus airmatanya
Lalissa
Itu karena aku tidak suka akhir dari kisah filmnya.
Lalissa
Aku benci sesuatu yang berbau sad ending.
Jeon
Kalau begitu kenapa kau tetap menontonnya?
Lalissa
Aku menyukai jalan ceritanya.
Lalissa
Bagaimana pun Titanic adalah salah satu film romantis terbaik sepanjang masa.
Lalissa
Dua orang yang saling mencintai tanpa mempedulikan kasta.
Lalissa
Seorang pria yang rela mengorbankan nyawanya untuk wanita yang dia cintai.
Lalissa
Bukankah itu kisah cinta yang luar biasa?
Jeon
Ya, cukup mengingatkanku pada kisah seseorang.
Jeon
◾Mengecup puncak kepala Lissa
Lalissa
Kau tau? Jika aku menonton Titanic, saat jack yang rela mati kedinginan demi Rose,
Lalissa
Yang ada di bayanganku adalah ketika Daddy rela tertembak demi Mommy.
Jeon
Jadi itu yang ada di pikiranmu selama ini?
Jeon
Sampai kau masih menangis meskipun sudah berulang kali menonton?
Lalissa
Bayangan Daddy tidak selamat seperti Jack membuat bulu kudukku merinding.
Jeon
Tapi Daddymu selamat, bahkan bisa mencintapkanmu lahir ke dunia pada akhirnya.
Lissa tertawa kecil sembari mencubit perut Jeon dengan sebal. Jeon juga ikut tertawa dengan mengacak-ngacak rambut Lissa dengan gemas.
Lalissa
Aku juga berterimakasih padamu.
Lalissa
Berkat kau datang tepat waktu, Daddy bisa selamat.
Lalissa
Salah satu alasan yang membuat aku semakin jatuh cinta padamu....
Lalissa
◾Mencium pipi Jeon sekilas
Jeon
Sebenarnya tanpa aku datang waktu itu, Ayahmu pasti selamat.
Jeon
Dia terlalu mencintai ibumu.
Jeon
Jadi tidak mungkin dia menyerah hanya Karena sebuah peluru.
Lalissa
Mungkin kau benar. Bagi Mommy, Daddy adalah pahlawannya.
Lalissa
Tapi bagiku kaulah pahlawanku.
Lalissa
◾Memeluk Jeon dan menyandarkan kepala dipundaknya
Jeon
◾Mengusap rambut Lissa lalu mencium keningnya
Lalissa
Jeon, apa kau tau impian terbesarku?
Jeon
Menjadi wanita karier yang hebat?
Lalissa
◾Menggeleng dan mengangkat kepala dari bahu Jeon lalu menatapnya lekat.
Lalissa
Memiliki akhir bahagia bersamamu.
Jeon terdiam. Dia tidak menimpali, karena terlalu bingung untuk menanggapi pengakuan Lissa yang terasa sangat tulus di dengar.
Tanpa kata, Jeon menarik dengan sedikit mengangkat tubuh Lissa agar duduk di pangkuannnya.
Untuk beberapa saat Jeon dan Lissa saling menatap.
Kemudian Lissa melingkarkan kedua tangannya di belakang leher Jeon, dan kedua kaki di pinggangnya, memeluk dengan erat, menyandarkan wajahnya di bahu Jeon.
Jeon melingkarkan tangannya di bawah bokong Lissa, kemudian beranjak, berjalan dengan memangku Lissa menuju kamar.
Comments
fafa
mmmm lagi lagi bersambung kak saat2 lg mesra mesranya... up lagi
2023-10-10
3