BAB 7
Jeon
◾Menarik tangan Lissa menuju mobil
Jeon
◾Mengeratkan genggaman
Jeon
Tidak baik mengendarai motor sendiri, biar aku antar.
Jeon
◾Membuka pintu mobil lalu sedikit mendorong tubuh Lissa masuk
Lalissa
DASAR PRIA TUA BRENGSEK!
Lalissa
◾Menendang kaca mobil depan.
Jeon
◾Mencondongkan tubuh pada Lissa dan menatap lekat.
Jeon
Aku minta maaf yang barusan...
Jeon
◾Membelai pipi Lissa menghilangkan jejak airmata.
Jeon
Juga yang ku lakukan dikantor tadi bersama gadis itu.
Jeon
◾Hendak mencium kening Lissa
Lalissa
◾Menahan bibir Jeon dengan tangan lalu mendorongnya.
Lalissa
Jangan sentuh! tidak sudi!
Jeon
Bagus, itu yang uncle tunggu.
Lalissa
◾Mengambil sepatu ditangan Jeon lalu menggetok keningnya menggunakan sepatu.
Jeon
Kenapa kau lebih galak dari Ayah dan Ibumu?!
Lalissa
◾Keluar dari mobil lalu berjalan kearah rumah tanpa alas kaki.
Jeon
◾Menggelengkan kepala sebelum turun dan mengikuti Lissa dari belakang.
Lalissa
Kenapa mengikutiku?
Jeon
Hanya memastikan kau masuk dengan selamat kedalam rumah.
Lalissa
Kau akan mati jika bertemu dengan Daddy!
Jeon
Daddy tersayangmu masih dikantor jam segini.
Lalissa
◾Mendengus lalu memencet bel
Jeon
Ya, aku Mrs. Anderson.
Jisso yang akan membuka mulutnya untuk membalas pertanyaan Jeon, terpotong oleh Lissa yang masuk kedalam rumah tanpa kata.
Jisso
Ada apa lagi dengan anak itu? Semakin hari tingkahnya semakin liar, bahkan tidak menyapaku sama sekali?! Keterlaluan...
Lalissa
◾Menaiki tangga menuju kamar
Jeon
Bagaimana kalau aku yang mewakilinya?
Jisso
◾Menatap Jeon dengan mengernyit.
Jeon
Selamat siang mommy. Bisa tolong ambilkan aku sekantong es?! Kepalaku seperti mau pecah.
Jeon
◾Menyerahkan sepatu Lissa pada Jisso
Jisso
Kau sudah tua, tapi tingkahmu masih saja seenaknya.
Jeon
Tua tidak harus terus serius. Nanti malah terlihat bangkotan seperti suamimu.
Jisso
Jangan sembarangan. Dion masih terlihat sangat segar dan kuat.
Jeon
Benarkah? Berapa ronde dia kuat dalam seminggu?
Jisso
◾Memukul kantung es ke kepala Jeon
Jeon
Ada apa dengan para wanita ini? Sepertinya sangat senang menghantam kepalaku. Lama-Lama aku bisa gegar otak.
Jeon
◾Meraih kantung es ditangan Jisso lalu menempelkan ke bagian belakang kepala.
Jisso
◾Duduk dikursi dihadapan Jeon.
Jisso
Jadi kau habis di aniaya wanitamu?
Jisso
Carilah wanita yang benar, lalu menikah. Mau sampai kapan kau menduda?
Jisso
Usiamu semakin bertambah. Apa kau tidak ingin mempunyai keturunan?
Jeon
Aku sudah punya 2 anak, Lalissa dan Riko.
Jisso
Jika Dion mendengarnya, habislah kau.
Jisso
Seriuslah sedikit. Setidaknya dengan kau menikah, akan ada yang mengurusmu.
Jeon
Tunggu kau bercerai kalau begitu.
Jisso
◾Memukul kepala Jeon
Jisso
Kau selalu saja berbicara sembarangan.
Jisso
◾Mendengus lalu beranjak dari kursi untuk mengambil makanan
Jisso
Bagaimana dengan pekerjaan Lissa? Jujur saja aku masih tidak suka dengan profesinya.
Jisso
Dion terlalu membebaskannya.
Jeon
Yang terpenting Lissa masih memperhatikan pendidikannya.
Jeon
Anggap saja jika pekerjaannya sekarang hanya sekedar hobinya saja.
Jisso
Dion juga berpikir begitu...
Jeon
Apa mungkin aku dan Dion berjodoh karena pemikiran kita selalu sama?
Comments
🌸ラヒマ🌸
brp umur jisso ?
2024-08-28
0
Hanifah Anggraini
buat Lisa punya lelaki lain thor
2023-10-04
16