BAB 12
Sudah hampir satu jam Jeon memperhatikan Lissa yang sedang melakukan sesi pemotretan. Dia memperhatikan gadis itu dengan lekat.
Jeon sangat bangga pada Lissa yang sangat profesional, tidak terpengaruh oleh masalah pribadi yang sedang dia alami.
Jeon
◾Menghembuskan nafas pelan
Alasan terinjak kaki adalah alasan ter-naif. Jeon sangat mengetahui sifat Lissa.
Sekeras dan searogannya seorang Lalissa gadis itu tidak pernah bertindak gegabah tanpa sebab yang berarti.
Jeon menyapukan lidahnya pada sekitar bibir. Mencoba mengingat sesuatu, Randi adalah salah satu mainan Lissa..
Jeon
Apa Randi melakukan pelecehan?
Jeon
Sepertinya tadi aku mendengar Lissa mend*sah.
Jeon
◾Menggeleng pelan lalu berjalan menghampiri Lissa
Jeon
◾Mengusap lembut puncak kepala Lissa
Lalissa
Lumayan. Aku haus.
Jeon menjentikkan jarinya untuk memanggil seorang asisten staff.
Seperti mengerti, Staff segera memberikan air mineral dingin. Jeon membukakan tutup botolnya sebelum memberikannya pada Lissa.
Lissa pun meminum airnya dengan tegukan kasar. Jeon tersenyum kecil, lalu dia mendudukkan dirinya di sebelah Lissa.
Lalissa
Apa kau percaya dengan rumor yang mengatakan jika aku menghantam hidung si keparat Randk hanya karena kakiku terinjak?
Jeon
Kau akan menghajarnya?
Lalissa
Aku sedang tidak mood membuat ulah.
Jeon
Kalau kau mau, aku akan mewakilkannya.
Lalissa
Tidak usah. Kau memecat Tifani saja sudah membuat namamu buruk.
Lalissa
Jangan menambah lagi hanya karenaku.
Jeon
Apa kau sedang menstruasi?
Jeon
Tapi kenapa kau menjadi sensitif seperti ini?
Jeon
◾Tersenyum simpul lalu mengacak-ngacak rambut Lissa
Jeon tau perlakuannya pada Lissa saat ini semakin mengencangkan rumor tentang mereka berdua, tapi Jeeon tidak pernah peduli.
Lissa dan Jeon menoleh ke arah sumber suara.
Jeon
◾Berdiri dan menyapa Jerry
Lalissa
◾Berdiri menyambut tangan Jerry dengan ramah.
Jeon
Tuan Jerry ini adalah CEO Digistar.
Lalissa
Oh maaf, saya tidak tau.
Jerry
Tidak apa. Bagaimana pemotretannya, lancar?
Jerry
Aku tidak meragukannya karena kau model yang sangat profesional.
Jerry
Terimakasih telah bersedia bekerja sama dengan perusahaan kami.
Lalissa
Seharusnya saya yang berterimakasih karena anda mempercayakan saya sebagai BA perusahaan anda.
Jerry
Kau sangat pantas, Nona Anderson.
Merasa terabaikan, Jeon berdehem. Jerry pun mengalihkan perhatiannya dari Lissa pada Jeon.
Mereka berbincang sebentar, sebelum Jerry kembali beralih pada Lissa.
Jerry
Apa kau punya waktu?
Jerry
Aku ingin mengajakmu makan malam, bagaimana?
Jeon
Sayang sekali Jerr, kau belum beruntung. Malam ini Lissa ada syuting.
Jeon
◾Melingkarkan tangan di pinggang Lissa
Lalissa
◾Menaikkan alis heran
Jerry
Oh begitu? Baiklah tidak apa. Kuharap nanti kita bisa makan malam bersama.
Jerry
Apa aku boleh minta kartu namamu?
Lalissa
◾Mengambil kartu nama didalam tas dan memberiakannya pada Jerry.
Jerry
Kalau begitu aku permisi. Aku harus kembali ke kantor.
Jeon dan Lissa mengangguk sama-sama mengiyakan.
Lalissa
Aku merasa tidak mempunyai jadwal setelah ini.
Lalissa
Lalu kenapa kau tadi mengatakan aku ada jadwal syuting?
Jeon
Karena aku ingin mengajakmu nonton.
Lalissa
◾Setengah melompat kegirangan
Jeon
◾Tersenyum mengiyakan
Lalissa
◾Mengangguk lalu melingkarkan tangan dilengan Jeon.
Mereka berdua berjalan cukup mesra, dengan saling merangkul sampai menarik perhatian orang-orang di sekitar.
Comments
+86
abis mesra, tinggal pergi lis. biar dia kesetanan 😏
2023-10-11
8
Maharani
up lagi dong thor
2023-10-10
0
Lutfi Zamri
yang banyak up nya thor..
2023-10-10
0