pagi hari
aku kali ini sedang berada di dalam gedung Asosiasi Hero untuk melakukan pendaftaran menjadi Hero, tapi sebelum ikut serta dalam ujiannya aku diminta untuk mengisi data diri. seperti nama tanggal lahir, dan lain sebagainya setelah selesai aku mengisi data diri, kartu ujianku diperbarui beberapa hal oleh petugas, setelahnya aku diminta untuk pergi ke sebuah ruangan.
aku kedalam ruangan luas seperti ruangan kelas, dan tempat duduk yang bertingkat, aku lalu masuk dan mencari tempat duduk yang menurutku nyaman.
diruangan ini cukup banyak yang hadir, mungkin hampir 50 orang, mungkin karna banyak yang telah menunggu hari ujian ini jadinya disini cukup ramai, kalo tidak salah ujian pertama adalah ujian tertulis, saat aku melihat sekeliling ada beberapa yang sedang membaca mungkin mereka sedang belajar untuk ujian tertulisnya.
setelah cukup lama menunggu akhirnya datang seseorang yang terlihat seperti pengawas ujian, dia berjalan ke tengan.
"baik semuanya selamat pagi dan selamat datang di ujian menjadi Hero, tanpa berlama-lama lagi mari kita mulai ujiannya," ucap pengawas itu lantang, "pertama di meja depan kalian ada sebuah benda seperti pulpen, jika sudah melihatnya lalu ambillah"
aku melihat meja di depanku dan ternyata benar ada semacam pulpen di atasnya, aku mengambilnya lalu seketika sebuah layar muncul diatas meja tersebut dalam posisi miring menghadap ku,
'cukup keren' puji ku
"sebuah layar akan muncul, lalu di layar sudah tertulis soal-soal yang harus kalian jawab di ujian tertulis kali ini, " jelas Sang Pengawas.
sangat modern juga ya...
"lalu jika kalian sudah menyelesaikan soal nya kalian cukup meletakan kembali pulpen di tempat kalian mengambilnya tadi, waktu kalian dalam ujian ini adalah 30 menit" jelas lagi si Pengawas.
hah 30 menit? tidak salahkah, kita harus menjawab 100 soal dalam 30 menit? belum lagi saat aku melihat ke bawah nya banyak soal yang bercampur antara soal menghitung dan menalar, dan itu berjumlah 100 soal.
disekitar ku sudah banyak yang mengeluh.
"apa-apaan 100 soal dalam 30 menit, ini ujian Hero jika tidak lulus maka tidak lulus sial" ucap orang sekitar.
"aku sudah tau ini tapi mengetahui ini lagi memang menjengkelkan, apa lagi ini ujian ke 3ku" ucap yang lain
dan banyak yang lainya.
"cukup, dalam ujian kalian harus tetap tenang, jika begitu layar di belakang ku akan menunjukan waktu ujian berjalan, dan jika ada yang belum menyelesaikan soal maka layar ujian di depan kalian akan otomatis tertutup"
ini memang menjengkelkan untuk menjawab 100 soal dalam 30 menit, ya walaupun semua soalnya adalah ABC an sih..
"jika kalian sudah siap maka ujian tertulis bisa dimulai"
setelah Pengawas mengatakan itu ujian tertulis pun dimulai, suasana menjadi tegang dan sepi sepertinya masing masing dari mereka fokus dalam ujian nya masing-masing, kalau begitu aku juga harus fokus.
............
"semuanya waktu habis ujian telah selesai"
waktu habis, untung saja aku menyelesaikan ujiannya sebelum waktu habis, ya walaupun banyak jawaban yang aku karang sih...
fiuh.... melihat sekitar sepertinya banyak orang yang jengkel karna ujian ini. tapi apa peduli ku.
"setelah kalian selesai silakan kalian bisa keluar ruangan lalu pergi ke pintu sebelah kanan saya... dan melanjutkan ujian selanjutnya yaitu ujian praktek. " jelas Sang Pengawas.
kami para peserta pun mendengarkan lalu pergi ke pintu yang telah ditunjuk oleh sang pengawas ujian sebelumnya, ini berlawanan arah dengan pintu masuk yang tadi.
setelah kami masuk pintu, ternyata kami masuk kedalam sebuah lorong yang hanya menunjukan satu jalan ke depan, tak banyak berfikir kebanyakan tetap lanjut pergi, karna merasa banyak yang pergi yang lainya pun ikut pergi juga, kami hanya berjalan setelah beberapa saat terlihat sebuah cahaya di depan sepertinya itu pintu keluar, setelah berjalan akhirnya kami sampai di ujung lorong, yang ternyata adalah sebuah ruangan besar yang didalamnya ada banyak tempat seperti kota kecil yang hancur, lalu ada tempat seperti hutan, dan tempat ber air seperti sungai dan danau, tempat apa ini sebenarnya?
oh iya setelah diperhatikan lagi orang-orang banyak yang membawa tas dan koper, setelah melihat sekeliling lagi ternyata semua orang yang mengikuti ujian membawa tas atau koper dengan mereka, apa yang mereka bawa?
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaku dari belakang, aku melihat kebelakang lalu ku lihat seorang pria gendut berkata sipit dan besar dan tinggi lebih dariku menepuk pundaku.
"hei kawan, apakah namamu Kael? " tanya orang gendut itu.
'si gendut ini siapa lagi.. ? ' bingung ku
"mm ya itu namaku, kau siapa ya? " tanyaku balik.
"ternyata benar kau Kael, hehe lama tak bertemu kawan... hahaha" tawa nya pelan dan wajahnya terlihat senang.
"Mmm tunggu dulu, kau siapa? " tanyaku
orang gendut itu terlihat terkejut, "Hai kawan apakah kau benar-benar tak mengingatku? ini aku si Godam temen saat SMP mu, aku sahabatmu" jelasnya.
"hm Godam?? " aku bingung
tapi setelah coba mengingat lagi masa SMP ku ribuan tahun lalu sepertinya aku melihat sebuah gambaran orang gendut... semakin aku mengingatnya akhirnya aku tau.
"hah?!... kau Godam? " aku terkejut lalu melihat temanku dari atas ke bawah, "kau Godam?, kenapa kau sekarang malah tambah sebesar ini? "
aku kaget karna teman lamaku ini dulu memang gendut tapi tak setinggi dan sebesar sekarang, ini membuatku bingung.
"hehehe akhirnya ingat juga, tak kusangka kau juga ikutan ujian menjadi Hero, bukan kah kau..." kata Godam tak selesai
aku tau dia tidak ingin menyelesaikan kalimatnya karna takut menyinggung ku, "kau juga kan, tak apa sekarang aku sudah punya kemampuan, "
"yang benar, aku senang sahabatku sudah punya kemampuan, selamat ya... "
setelah ku ingat-ingat lagi Godam adalah teman yang ku anggap seperti saudara, bertemu saat dirinya dibully dan dihajar, lalu aku membelanya dan malah ikut kena hajar, sejak saat itu kami menjadi dekat, tapi sayang karan aku tak punya kemampuan Godam terpaksa di sekolahkan oleh keluarganya di sekolah Hero, sedangkan aku tidak bisa dan hanya sekolah di SMA biasa saja yang bukan sekolah khusus Hero, lalu kami kehilangan kontak
"oh ya Kael, kau tak bawa kostum Hero mu? " tanah Godam.
"hm? kostumku? aku tak punya kostum" jawabku santai.
"apa? apa kau tak tau kalau kita diharuskan untuk membawa kostum Hero kita sendiri untuk ujian"
"lah emang iya, aku tak tau soal itu"
"hadehh kawanku, bagai mana kau tak tahu hal umum begitu.. "
"hal umum? "
"benar, hal umum, sudah menjadi hal yang paling dasar dan umum jika seorang Hero harus mempunyai Kostum Hero mereka masing-masing, dan sudah menjadi peraturan tak tertulis jika ingin mengikuti ujian Hero harus membawa kostum hero kita masing-masing, kau bagaimana sih? " jelas Godam.
"oleh karna itu banyak yang membawa tas dan koper dengan mereka karna mereka sedang membawa kostum mereka masing-masing" sekarang aku tahu.
"iya betul"
aku baru tahu hal ini malahan.
"semua peserta ujian silakan perhatikan"
terdengar suara seseorang dari sebuah layar lebar di atas kami, dan terlihat wajah seseorang, sepertinya dia adalah pengawas ujian kali ini.
"dengarkan aku adalah pengawas ujian kedua kalian, disini adalah ujian praktek dan kalian harus.... "
aku akhirnya masuk ujian berikutnya.... tapi..... aku tidak punya kostum... bagaimana ya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
ahdai el
woke
2024-01-26
0
Vemas Ardian
gunakan kostum yang kael miliki saar didunia lain thorrrr
2024-01-26
1