Kekalahan si Iblis

“ugh cock…cock, siapa?, siapa kau sebenarnya?”

Aku melihat iblis itu dengan tatapan merendah, melihatnya terluka parah sampai batuk darah, ku yakin bahwa dia sebentar lagi akan mati.

Aku tersenyum remeh di balik topengku

“kau ingin tau?, hmm karna kau akan mati sepertinya tak apa aku memberi taumu, aku adalah…..”

}……..{

“kau manusia, baumu seperti iblis” ucap iblis itu dengan suara serak berat menyeramkan.

“dan kau iblis rendahan, apa yang kau lakukan di sini hah?” tanya ku padanya.

“makhluk rendahan tak pantas tau”

“loh kenapa? Ayolah…”

“itu karna kau yang telah menghinaku akan mati”

Tiba-tiba iblis itu mengarahkan pukulannya ke arahku dengan cepat, tapi bagiku yang sudah melewati banyak sekali

pertarungan pukulan itu masihlah lambat.

Aku langsung melompat mundur, sehingga pukulannya hanya mengenai tanahnya.

“hei ayolah apakah cuma it-“

Belum selesai ucapanku, sebuah pukulan datang mengarahkan tepat ke arah mukaku, aku langsung menghindarinya dengan memiringkan sedikit kepalaku, pukulan itu nyaris mengenaiku, belum selesai iblis itu mengirimkan pukulannya lagi, kali ini aku tidak menghindar tapi juga membalas pukulanya dengan tangan kananku  dengan sedikit kekuatanku, sehingga pukulan kami bertemu.

“oh… kau lumayan juga bisa menahan pukulanku” puji sang iblis

“oh terimakasih atas pujinya”

“jika begitu, terimalah ini”

Iblis itu menyerang kembali dengan mengarahkan pukulannya lagi ke arahku, aku menangkisnya lagi, lalu dia

menyerang kembali, lagi lagi dan lagi, kami saling bertukar pukulan satu sama lain, saat dia memukul maka aku balik memukul. Sepertinya iblis ini bertipe kekuatan dari melihat tubuh yang besar itu aku tau bahwa dia punya kekutan fisik yang lumayan.

Setiap kami bertukar pukulan menciptakan gelombang angin yang cukup kencang, sehingga hempasan angin menerbangkan banyak serpihan-serpihan.

“keuk…hahaha ini cukup menyenangkan manusia hahaha” teriak iblis itu karna senang

“oh y jika begitu, kerahkan lebih banyak lagi ”

Lalu tiba-tiba iblis itu mengambil ancang-ancang dengan menarik pukulannya kebelakang lalu mengumpulkan energinya di satu kepalan tangan itu, sepertinya dia akan memukul dengan sekuat tenaga kali ini, tak mau kalah aku pun juga melakukan hal sama terhadap  tangan kananku. Lalu

“DUUUAAAARRR….”

Saat kedua pukulan kami bertabrakan menciptakan ledakan yang cukup besar dan membuat kepulan asap yang

besar, sehingga kami terpental cukup jauh ke belakang.

‘hehehe ini cukup seru’ pikirku

Namun tiba-tiba dari kepulan asap itu sebuah serangan energi berbentuk cakaran mengarah padaku, dengan cepat aku mengeluarkan senjata ku yaitu sebuah belati, lalu memotong serangan itu dengan mudah, tak berhenti disitu tiba-tiba ibis itu maju menyerang tapi kali dia menggunakan cakarnya untuk menyerang ke arahku.

Serangan cakarnya cukup kuat, tapi dengan mudahnya aku menangkis nya dengan belatiku, tak berhenti dia mengirimkan serangannya lagi dan lagi, tapi kali ini aku tidak hanya menangkisnya tapi juga membalasnya.

Lalu kami bertarung dengan kesana kemari dengan Gerakan yang sangat cepat, aku pikei bahwa iblis ini hanya kuat saja tapi dia cukup cepat juga.

“HAHAHAHAHA MATILAH KAU MANUSIA HAHAHA”

Setelah beberapa serangan tiba-tiba Iblis ini menyerang ku dengan tertawa dan membabi buta, sialan tawanya itu membuat diriku jengkel saja, karna aku sudah jengkel aku lalu menendangnya dengan cepat dan kuat sehingga membuatnya kaget, dan tendangan ku mengenai tepat depan kepalanya membuatnya terlempar, tapi dia lalu langsung bisa mengimbangkan badannya sehingga di5 tidak jatuh.

“DASAR SIALAN KAU”

Iblis itu berteriak marah karna mukanya kena tendangan ku. Lalu setelah itu dia membuka mulutnya mengumpulkan energi disatu titik ddi depan mulutnya lalu saat setelah energinya cukup dia langsung mengarahkannya kepadaku lalu jadilah serangan yang kuat dan cepat mengarah kepadaku. Aku tidak tinggal diam saja, aku lalu mengangkat tangan kananku lalu langsung mengarahkannya ke depan kerah serangan itu lalu dengan

lirih mengucapkan.

“dark  earth fire shield”

Lalu seketika diriku dikelilingi oleh tanah berwarna hitam dan api hitam berbentuk setengah bola yang melindungi diriku dari serangan tadi, saat serang iblis itu pudar, tanah di sekitarku tergali kar bekas serangan tadi, tapi hanya tanah yang aku pijak  yang masuk kedalam bola tadi yang tidak tergali.

saat serangan itu selesai aku melihat iblis itu, melihat ekspresinya sepertinya dia tak percaya bahwa serangannya tidak bisa membuatnya terluka.

“manusia aku mengakui bahwa kau memang kuat, hebat kau bisa menahan serangan kuatku “

“ begitukah? Ya aku memang hebat, karna kau sudah menyerangku bukankah tidak baik jika ak-“

“telolet…telolet… telo tebleng…”

Suara ponsel itu membuat suasana pertarungan agak canggung

“ suara apa itu? Dari mana asalnya?” iblis itu kebingungan

“sebentar dulu itu suara panggilan dari ponselku, kita gencatan senjata sebentar dulu, 1 menit berikan aku waktu 1 menit oke” tawarku pada iblis itu.

Melihat iblis itu menyilangkan tangannya sepertinya dia menerimanya.

‘Kenapa harus sekarang siiih’batinku

Saat aku melihat siapa yang menelfonku aku kaget bukan kepalang, di ponselku tertulis “IBU” yang memanggilku. Hedeh ibu…kenapa harus sekarang sih, tidak ingin membuat ibuku khawatir aku langsung mengangkat panggilan itu.

“ Halo Ibu?”

“Kael kau sedang dimana nak?” tanya ibu terdengar khawatir

“oh aku sekarang ini sedang jalan-jalan kok bu, karna tadi selesai lebih awal jadinya sekarang aku sedang jalan-jalan bu” jelasku

“kamu tidak dekat dengan tempat kejadian serangan monster kan nak? Ibu lihat di TV kejadian itu dekat dengan tempat kerjamu”

“te te tenang aja ibu anakmu aman kok, jauh……. dari tempat kejadiannya” keringat tiba membanjiri ku

“syukurlah kalo begitu ibu khawatir, ibu sekarang juga sedang menonton siaran langsung dan melihat pria bertopeng yang tadi bertarung tiba-tiba sedang mengobrol lewat ponsel”

“eh?” jangan jangan

Aku langsung melihat keatas dan benar saja ada helicopter yang mengelilingi tempat kejadian, dan sepertinya

mereka sadang live, ‘waduh bahaya ini’ pikirku

“nak? Nak?”

“eh iya bu ada apa? Maaf Ibu aku sekarang sedang sama temanku “ aku berbohong

“oh kalo begitu ibu tutup teleponnya ya?”

“i-iya bu, dah bu…”

“selamat senang-senang y”

Klik

Telepon dari ibu berakhir tapi keringat masih bercucuran, aduh tiba-tiba aku merinding, sialnya..

“hei manusia..kapan mau lanjut nih?”

Sial aku lupa tentangnya, kukira dia akan menyerangku saat aku sedang menelpon, cukup baik juga dia.

“baik lah mari kita lanjutkan dasar iblis sialan”

“ini lah yang kutunggu, kau membuatku jengkel tadi”

“maaf maaf mari ki-“

“telolet…telolet… telotebleng…” nada dering sialan

“siapkan dirimu aku ak-“

“STOOOP… SEBENTAR SEBENTAR “ teriakku memotong kalimatnya

“APA LAGI BREN***K” iblis itu teriak marah

“bentar dulu aku mendapat panggilan lagi” jelasku sambal menunjukan layer ponselku

“oh ayolah lagi?”

“iya hanya sebentar ok?”

Iblis itu kembali melipat tangannya lalu diam, dia sepertinya sangat jengkel terhadapku.

Sial yang meneleponku dan kembali aku terkejut bahwa itu ternyata adiku, ada apa denganya tiba-tiba menelponku?Salah makan kah dia?

“Halo ?” tanya ku

“Halo kak bodoh, dimana kau sekarang?” tanya nya

“aku sedang jalan-jalan, kenapa?”bingungku

“kau tidak sedang di tempat terjadinya serangan monster tak dikenalkan?”

Ya ampun ni Anak sama Ibu sama aja

“heh kalo kau tau tadi ibu juga meneleponku dan menanyakan hal sama, tenang aja aku jauh kok dari tempat kejadiannya, dan sekarang aku sedang jalan-jalan, kau focus saja dengan ujianmu dan raihlah peringkat pertama” jelasku membuat alasan

“heh tanpa kau memintanya aku akan pasti akan meraih tempat pertama juga”

Tiba-tiba

“HAI KAU MANUSIA SIAlAN, APAKAH Kau AKAN TERUS MENUNDA PERTARUNGAN INI?!!”

“DIAM KAU SIALAN, KAU TIDAK MELIHAT HAH AKU SEDANG APA BERSABARLAH SEDIKIT”

Aku membalasnya dan mengacungkan jari tengah k uke arahnya.

“kak? Kau sedang bicara dengan siapa?”

Aduh.. sial aku lupa mematikan mic nya Kella pasti mendengarnya kan, ini bahaya.

“hai kak? Kau masih disanakan? Jawab aku kak ha-“

“kalo begitu ya sudah ya Kell aku ada urusan aku tutup teleponnya daah” potongku tak ingin memperpanjangnya

“ eh kak tung-“

Klik

Akhirnya selesai, haaah biarlah cepat atau lambat juga akan tau, sekarang lebih baik aku focus kepada Iblis

sialan itu.

“akhirnya selesai, ayo aku sudah menunggu lama manusia”

“ya kau benar aku juga sudah Lelah, mari kita selesaikan dengan cepat”

Setelah mengatakan itu aku langsung cepat mengirimkan seranganku kearah kepala iblis itu, dia kaget tiba-tiba ada pukulan yang mengarah kea rah mukanya, tapi telat pukulanku lebih dulu mengenai mukanya. Iblis itu terlempar jauh dan darah keluar dari hidung dan matanya, benar sekarang ini aku tidak menahan diriku lagi.

“KAU, KAU MANUSIA SIALAN”

Sesaat kemudian iblis itu menjadi marah dan masuk kedalam mode marahnya yang membuat sekujur tubuhnya menyala karna energi nya terlihat sangat mengerikan dalam mode arah ini membuat kekuatannya bertambah menjadi dua kali lipat.

“MATI KAUUU”

Iblis itu langsung melancarkan serangan cakarnya ke arahku, sepertinya dia sudah benar-benar marah.

Mudah bagiku, aku lalu mengambil belati hitam yang kupakai sedari tadi dari penyimpanan dimensiku, lalu melancarkan serangan balik dengan membuat tebasan vertical kearahnya, lalu serangannya berhenti dan dia mendapatkan luka yang cukup dalam, tapi dia masih sadar dan bertahan. Setelah di tebas olehku iblis itu megambil langkah mundur, lalu jatuh dengan memegangi luka yang kuberikan.

“dasar manusia” iblis itu tak

terima

“oh ayolah”

“aku tak terima ini aku Gordon, tidak terima ini ak-“

Belum selesai kalimatnya aku langsung berpindah dengan cepat dan menangkap kepala nya lalu langsung

membantingnya ke tanah, membuat tanah retak, tak selesai disitu saja aku lalu menendang perut sampingnya dengan kaki kananku, dan lalu dia langsung terlempar jauh dari, aku sudah sedikit menahan diri dengan tendangan ku, aku akan membaut sekarat dulu iblis itu lalu meraup informasi kenapa dia bisa bisa kesini dan apa alasannya

Sekarang ini iblis itu terkapar tak berdaya, dia sekarat walaupun aku hanya memberikan sedikit serangan tapi setiap serangnya menghasilkan kerusakan yang lumayan. Aku lalu berjalan mendekati iblis itu dan berdiri disampingnya.

“Ugh…cock… cock siapa? Siapa sebenarnya dirimu?” tanya nya

“siapa aku? Ya mungkin tak apa karna kau akan mati juga di tanganku” aku tersenyum remeh ke arahnya

“ tapi sebelum aku memberi taumu, aku ingin bertanya beberapa hal padamu, kau kenapa kau bisa di sini?” tanya ku memastikan

“kekekeke sampai kau membunuhku pun aku tidak akan memberi tau mu, kau manusia berbau iblis, kau mirip seperti kami, bau yang kau miliki bahkan lebih menyengat dari kami, kau, kau itu hanya makhluk rendahan, aku tidak akan menjawabnya, kekekek”

Dasar iblis sialan, mendengar gongonganya membuatku kesal, aku kira dia cukup baik, tapi ternya aku salah dia sama saja dengan kebanyakan iblis yang lainnya. Jika begitu tidak usah buang waktu lebih baik ku hancurkan kepalanya saja.

Aku mengangkat kaki kananku lalu menginjak kepalanya, suara tulang yang hancur darah yang mengalir itu mengingatkanku tentang saat aku ada di dunia lain, sial aku tidak ingin mengingat hal mengerikan itu.

“HAI KAU BERHENTI DISANA!!!” suara yang tak asing memanggilku, dan saat aku berbalik ternyata

“oh”

Gadis berambut putih yang membuatku kesal saat itu sekarang berdiri di hadapanku Bersama beberapa pahlawan disampingnya, untungnya aku sekarang memakai topeng sehingga mereka tidak akan mengetahui siapa diriku.

“kau siapa kau? Apa kau pahlawan” tanya gadis berambut putih itu pada ku dengan sekujur tubuhnya bersinar,

sepertinya dia bersiap untuk menyerang ku.

“aku? Hmm siapa aku y? mm” hadeh aku Lelah

“jawab!!” hadeh ni cewe serem bet dah

“ah aku cape dah….”

“ hei tunggu…’

Setelah mengatakan itu aku tengelam kedalam bayangan lalu pergi.

}………{

“hadeh sampai juga di rumah”

Aku Lelah aku masuk kedalam rumah ku buka pinta dan ku ucap

“aku pulang oh… ayah?”

Aku sedikit terkejut karna ada ayah didalam, dia sudah pulang? Dan di sebelah nya juga ada ibu. Mereka sedang

duduk bersebelahan di tempat makan, hadenh perasaanku dah tidak enak.

“nak mari bicara” ajak ayah

Hadeh masalah ini…

Terpopuler

Comments

Ya Fi

Ya Fi

"pikir"

2024-02-10

1

Vemas Ardian

Vemas Ardian

thor kok up ny lama bngt

2023-10-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!