Sebuah Pertarungan

"hei kapan nih kita mulainya....? " ucapku

"hmp" balas Eva ketus

'ni cewe ya ampun.. '

saat ini kita berada di tempat latihan sparing yang ada di Akademi Hero, tempat ini cukup luas untuk sebuah arena sparing kalo semisal di kira-kira seukuran hampir lapangan stadion, cukup luas, dengan atap yang tembus pandang sehingga cahaya matahari masih bisa masuk, membuat tempat ini hemat listrik.

lalu kenapa kita malah berakhir memilih tempat ini untuk duel? sebenarnya ini adalah pilihan yang diberikan oleh Mili temanya Eva, karna sekarang adalah waktu yang biasanya tempat ini tak dipakai dan membuatnya sepi jadinya ini adalah tempat yang bagus untuk duel. sebenarnya mau dimana sih ga masalah asalkan saja tempatnya sepi.

"aku siap, mulailah kapan pun dirimu siap" terang Eva yang sekarang sudah berhadapan denganku.

"Mmm iya iya" balas ku singkat.

setelah nya aku mengeluarkan senjataku dari ruang penyimpanan, dan yang aku keluarkan ada sebuah tombak api, kalo ditanya kenapa aku memilih ini? jawabannya sederhana itu karna aku hanya merasa kalo Eva akan cocok berhadapan dengan tombak.

"kemampuanmu.. " ucap Eva

"hmm? kenapa dengan kemampuanku? " bingung ku.

"kemampuanmu apakah bisa mengeluarkan benda dan senjata? "

'wow ternyata dia memikirkan itu, tapi setelah dipikir kembali memang di dunia ini orang paling hanya bisa punya 1 kemampuan.' pikirku

"iya memang kemampuanku adalah bisa mengeluarkan benda dari ruangan hampa, dan benda yang aku keluarkan selalu memiliki efek dan kekuatan sendiri, tapi... aku tak tau apa yang aku keluarkan jika menggunakan kemampuan ini" kelasku

'penjelasanku sepertinya cukup'

"kalau begitu mari kita mulai.. Mili beri aba-aba" ucap Eva

"oke~" jawab Mili, dari pinggir arena, "kalian siap..... MULAI... "

sesaat setelah nya Eva langsung meluncurkan serangan yang ke arah diriku, dia membuat tombak es yang banyak lalu meluncurkan ya ke arahku berada, itu mudah dihindari, aku tinggal berlaku ke arah samping memutari Eva sebagai porosnya, tapi serangan yang diberikan Eva tak berhenti disitu. dia terus melancarkan serangan tombak esnya bertubi-tubi ke arah.

Sekarang aku mengubah rencana dengan berlari kearah Eva untuk memperpendek jarak antara aku dan dirinya, sambil menghindari serangannya yang menuju ke arahku.

Eva seperti menyadari hal tersebut dia mengambil langkah mundur karna diriku sudah cukup dekat dengannya Eva menghentikan serangan esnya dan menyerang dengan mencoba membuat serangan es tipe area ke arahku sehingga cakupan serangnya ke arahku cukup besar dan hampir mengenai diriku sebelum menghindar,

untuk sesaat kami diam, tapi... Eva sudah mulai melancarkan serangan lagi yaitu dia mengumpulkan energi esnya lalu melemparnya ke tanah sehingga pijakan arena tertutupi oleh es sehingga membuatnya licin dan sulit bergerak karna hal ini, Eva menyadari bahwa aku lebih mengandalkan fisik ku untuk bergerak jadi dia mengubah lantainya menjadi es agar aku sulit untuk bergerak, sedangkan dia sekarang sedang melayang menggunakan kemampuannya yang satunya lagi yaitu kemapuan "gravitasi" yang dimilikinya, dan aku tahu kalo dia memilikinya

"kau kira kau bisa mencegahku? " ejek ku.

setelah aku mengatakannya aku mengaktifkan kekuatan dari tombak apiku, ku aktifkan sehingga membuat pusaran energi api di mata tombaknya, lalu serasa sudah cukup aku mengarahkan mata tombak ku kearah bawah berencana membuat pusaran api yang panas untuk mencairkan es nya,

"SSWWUUUSSSHH"

rencanaku berhasil dan membuat es nya meleleh dan menguap karna panas api tombak ku, ok sip

"sekarang giliranku.. bersiaplah" ucapku

aku lalu mengeluarkan bola api seukuran bola sepak lalu menyerang ke arah Eva, Eva menghindar dengan melayang, sehingga bola apinya hanya melewatinya begitu saja.

sepertinya Eva tak bisa menggunakan dua kemampuan secara bersamaan jadinya dia hanya melayang terbang cepat di udara.

karna jengkel dengan Eva yang hanya terbang saja, aku inisiatif berlari ke arahnya lalu melompat ke atas kearahnya dengan cepat sampai Eva tak sadar bahwa aku sudah di atasnya dan bersia menyerangnya ke bawah , tapi Eva menyadarinya lalu membuat perisai es di detik-detik terakhir sebelum mengenai tubuh nya, alhasil tubuh Eva terlempar ke bawah tapi sebelum mencapai lantai dia mengaktifkan kembali kemampuan gravitasi nya sehingga ia bisa selamat dari jatuhnya.

Eva memanfaatkan kemampuan yang dengan sangat baik, peralihan antara kedua kekuatannya juga cepat sehingga dia seperti menggunakan 2 kemampuan secara bersamaan.

"hei kau tak mampu gunakan 2 kemampuanmu secara bersamaan? " tanya ku.

"aku tak bisa fokus jika harus menggunakan nya bersamaan" jawabnya

"oohh"

sepertinya Eva kurang mahir menggunakan kemampuan gravitasi nya, padahal jika dia bisa memanfaatkannya dengan baik itu akan sangat menguntungkan.

"baiklah ayo mulai lagi.. " ucap Eva

aku mengangguk dan bersiap dengan apa yang dia lancarkan ya walaupun itu percuma saja sih.... eh?

Tiba-tiba aku merasakan tubuhku ditekan ke bawah seperti ada yang mendorong ku paksa, gravitasi itu kemampuan Eva ia mengacungkan tangan kanannya ke depan dan, tak berhenti dangan itu badanku tiba-tiba melayang ke atas membuat keseimbangan ku terganggu. tak berhenti tiba-tiba aku langsung dihempaskan ke bawah olehnya dengan cepat dan keras.

tubuhku terbanting ke bawah dengan keras naik lalu turun seperti itu beberapa kali, tapi bagiku itu tidak apa-apa, lalu setelah beberapa kali Eva berhenti. tubuhku menghadap bawah dan lantainya pecah retak, di membanting sangat keras. walau tak masalah tapi itu membuatku jengkel.

karna sudah berasa cukup tiduran aku lalu bangun berdiri,

"aduh duh... bajuku jadi rusak nih... "

kataku sambil menepuk-nepuk bajuku yang kotor, lalu melihat Eva wajahnya terkejut sepertinya dia kaget karna aku baik-baik saja.

"loh bagaimana? kok bisa kamu ga apa-apa? " bingung itulah yang terlihat dari wajah Eva dan yang lainya.

wajar saja sih, melihat lantai sampai hancur saja bisa dibilang itu bukanlah hal kecil bagi orang lain, tapi bagiku itu hal biasa.

"menurut mu kenapa? entahlah mungkin karna aku sangat kuat, " ucapku sambil mengangkat kedua bahu dengan santai.

"kalau begitu aku akan serius.. " ucap Eva dingin

ups dia marah kayanya

aura biru keputihan Menyelimuti Eva, dia lalu mengangkat kedua tangannya ke arahku telapak tangannya terbuka, aku menyiapkan kuda-kuda bersiap akan kemungkinan yang lain, sepertinya dia akan menggunakan seluruh kekuatannya di serangan ini, sebenarnya saat dia sedang menyiapkan serangannya aku ingin menyerangnya dulu, tapi aku juga ingin melihat apa yang akan ia keluarkan. lalu....

"Terima ini"

"SSRRSS"

"FREEZE EE"

serangan es yang dilancarkan oleh Eva besar serangan itu seperti sebuah gunung kecil yang terbang ke arahku, apalagi sifat dingin yang diberikan oleh serangannya serasa menusuk sampai tulang tapi....

"WUUUSSSHHHHH"

aku membalas serangan Eva dengan serangan tombak apiku menyebabkan kedua serangan bertabrakan satu sama lainya, jadi serangan siapa yang akan lebih kuat...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!