BAB 16: Ahli Strategi 1/5

"Dimana Ryosuke Aka berada?" tanya Jormac pada Harley.

Kemudian Harley memandang Jormac serius sebelum menjawab, "Ryosuke Aka kemungkinan besar berada di penjara bawah tanah Tokyo, Jepang."

Jormac terkejut mendengar ini dan berkomentar, "Itu sangat jauh! Bagaimana kita bisa sampai ke sana?"

Fisa cepat merespons, membantah perkataan Jormac, "Tidak ada yang tidak mungkin. Kita akan melakukan perjalanan ke Tokyo besok. Untuk sekarang kita harus mengurus beberapa hal lebih dulu."

Merasa bingung, Jormac bertanya, "Hal seperti apa yang kau maksud?" Lalu Fisa menjawab, "Kita harus mengurus paspor dan melakukan penerbangan secara ilegal."

Mendengar perkataan dari Fisa, Jormac merasa semakin bingung dan melanjutkan pertanyaannya, "Tapi bagaimana kita bisa melakukan penerbangan ilegal? Dan masalah paspor, itu terlalu sulit."

Kemudian Fisa menjawab dengan percaya diri, "Tidak ada yang tidak mungkin, Jormac. Siapa yang ada bersama kita saat ini?"

"Maksudmu Harley?" sambil bertanya lagi, Jormac memandang Harley yang tersenyum jahat, dan dia berkata, "Serahkan padaku!"

Setelah beberapa saat merenung, Jormac akhirnya menepuk pundak Harley dengan penuh keyakinan dan berkata, "Tolong, ya!"

Harley lalu mengungkapkan bahwa dia membutuhkan bantuan Fisa dan Jormac, karena dia tidak dapat melakukan rencananya tanpa bantuan keduanya. Dia menjelaskan bahwa perlengkapannya yang diperlukan berada dalam sebuah koper yang tersimpan di komunitas siber lokal di Staten Island.

Mendengar permintaan dari Harley, Fisa bertanya, "Tapi bagaimana jika seseorang memiliki akses fisik ke kopermu? Atau jika kopermu tiba-tiba rusak?"

Harley menjawab dengan santai, "Aku sudah mengambil semua tindakan keamanan yang mungkin. Hanya aku yang bisa membuka koper itu, dan laptopku memiliki sistem keamanan yang sangat canggih, yang dimana jika koper itu disentuh oleh seseorang, maka sebuah peringatan akan muncul."

Setelah mendengar penjelasan Harley, Fisa, dan Jormac merasa cukup yakin bahwa perlengkapan yang mereka butuhkan masih aman.

Kemudian Fisa pun berbalik untuk bertanya kepada Jormac, "Bagaimana menurutmu, ahli strategi?" Jormac merenung sejenak sebelum menjawab, "Aku rasa kita harus mempercayai Harley dan mengikuti rencananya. Jika ini adalah langkah yang perlu kita ambil untuk membebaskan Ryosuke Aka, maka kita harus berani melangkah maju bersamanya." Dengan kata-kata ini, kini mereka semua setuju untuk mempercayai rencana Harley dalam upaya pembebasan Ryosuke Aka.

Fisa mengatakan kalau dia bersedia pergi bersama Jormac pada Harley, dan dia meminta Harley untuk memberikan deskripsi lebih lanjut tentang koper yang harus mereka ambil. Harley menjelaskan, "Koper itu memiliki ukuran yang besar dan berwarna merah."

Setelah mendengar penjelasan dari Harley, Fisa dengan tegas mengatakan, "Baiklah, aku mengerti."

Kemudian dengan tiba-tiba, dia melemparkan dua flashdisk dari kantongnya ke arah Harley. Meskipun Harley terkejut dengan lemparan mendadak itu, dia berhasil menangkap kedua flashdisk berwarna kuning dan hijau dengan baik.

Melihat kedua flashdisk tersebut, Jormac tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran dan bertanya, "Apa itu?"

Fisa menjawab dengan serius, "Flashdisk kuning aku dapatkan dari kantor tempatmu bekerja. Sedangkan yang berwarna hijau, aku mendapatkannya di kantor polisi palsu tempat kita dipenjara."

Lalu sambil memegang kedua flashdisk itu, Harley dengan tegas menjelaskan bahwa dia tidak dapat melakukan banyak hal sebelum semua peralatannya lengkap. Namun, dia menekankan bahwa meskipun begitu, dia akan berusaha untuk mengungkap isinya saat Jormac dan Fisa pergi.

Mereka harus segera mendapatkan koper merah tersebut agar bisa melanjutkan perjalanannya ke Tokyo.

Kemudian Fisa dan Jormac bersiap-siap dengan cermat. Mereka memasang alat komunikasi di telinga mereka, memastikan semuanya siap untuk pergi ke komunitas siber lokal di Staten Island. Harley juga memerlukan alat komunikasi yang sama untuk tetap terhubung dengan mereka dan memberikan konfirmasi saat orang yang memegang koper merah itu adalah Fisa atau Jormac. Semuanya tampak siap untuk misi berikutnya.

Setelah memastikan alat komunikasi berfungsi dengan baik, Fisa, Jormac, dan Harley mengucapkan "Tes, tes" untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Setelah itu, mereka berdua bersiap untuk pergi ke Staten Island.

"Aku mengandalkan kalian," kata Harley dengan harapan sebelum mereka meninggalkannya.

Fisa dan Jormac sengaja berpisah untuk meningkatkan keselamatan mereka, dan mereka terus berkomunikasi melalui alat komunikasi.

"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Fisa.

"Semuanya masih aman dan aku juga belum lelah berlari," jawab Jormac.

Mereka sadar bahwa harus mengandalkan kaki mereka untuk mencapai tujuan di Staten Island, karena tidak memiliki transportasi lain. Meskipun perjalanan terasa jauh, mereka harus bertahan.

Sambil terus berlari, Jormac mengucapkan terima kasih pada Fisa karena merasa hidupnya lebih menyenangkan berkat pertolongan Fisa.

Fisa tersenyum dan menganggap Jormac sebagai orang yang aneh, lalu berkata, "Kita memang pasangan yang unik, ya."

Lalu Jormac pun bertanya pada Fisa apa maksud dari perkataannya yang menganggap mereka sebagai pasangan yang unik. Fisa tersadar bahwa perkataannya keluar tanpa pikir panjang dan berusaha memaksa Jormac untuk melupakan kata-katanya tersebut.

Namun Jormac merasa sulit melupakan kata-kata tersebut, meskipun dia hanya bisa berpura-pura lupa. Tubuhnya mulai merasakan kehangatan yang aneh dan jantungnya berdebar lebih kencang. Dia mencoba mengatributkannya kepada kelelahan, "Mungkin karena aku terlalu banyak berlari," gumamnya.

Fisa menekankan pada Jormac bahwa dia harus benar-benar melupakan percakapan tadi. Kemudian, dia bertanya di mana mereka akan berkumpul nanti.

Jormac mengiyakan dan menjawab, "Kita akan berkumpul di menara tua yang mencolok itu, dan dari sana, kita akan pergi bersama ke komunitas siber lokal di Staten Island."

Fisa membalas dengan singkat, "Aku mengerti."

Mereka berdua mulai bergerak menuju menara tua tersebut. Jormac sedikit unggul dalam jarak karena dia lebih dekat ke menara tua. Tapi tanpa diketahui Jormac, Fisa bergerak diam-diam di belakangnya.

Seorang peretas, ahli strategi, mata-mata, dan ahli beladiri. Fisa telah mendapatkan dua orang yang berperan sebagai peretas dan ahli strategi, yaitu Harley dan Jormac.

Fisa telah memilih Jormac sebagai ahli strategi karena dia percaya bahwa Jormac memiliki kapasitas otak dan pemikiran yang lebih besar darinya. Dia juga menganggap bahwa dengan Jormac yang mampu mengendalikan kepribadiannya, dia akan terus belajar untuk berpikir lebih kritis. Kemampuan untuk berpikir kritis sangat penting bagi seorang ahli strategi, dan Fisa melihat potensi besar dalam diri Jormac untuk mengembangkan kemampuan itu lebih lanjut.

Namun sekarang, Fisa merasakan sebuah firasat buruk mengenai Jormac, yang membuatnya khawatir terhadap Jormac lebih dari pada Harley yang saat ini tinggal sendirian di gubuk kecil itu. Meskipun demikian, Fisa juga masih merasa ada kemungkinan Harley akan berkhianat pada mereka.

Fisa dengan hati-hati memikirkan situasi ini. Dia menyadari bahwa Harley sudah terlalu banyak bicara, sehingga kemungkinannya untuk berkhianat mungkin sangat kecil.

Kemudian Fisa mulai merasa firasat buruknya lebih mengarah pada Jormac yang berada di depannya, meskipun dia tidak bisa memastikan apa yang bisa terjadi. Dengan penuh kewaspadaan, Fisa melanjutkan langkahnya mendekati menara tua, tetap mempertahankan jarak dari Jormac.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!