Tiga hari telah berlalu sejak perbincangan terakhir antara Jormac dan Fisa. Selama tiga hari itu, Jormac masih menjalani rutinitasnya di kantor seperti biasa, kemudian pulang dan tidur di rumah Fisa.
Meskipun Jormac telah berusaha keras mencari petunjuk atau tanda-tanda yang bisa membantu mereka dalam mengejar organisasi 1000x Nuclear, dia merasa semakin depresi. Setiap hari yang berlalu tanpa hasil membuatnya semakin takut akan kekecewaan Fisa. Itu adalah beban berat yang dia rasakan.
Setiap malam, ketika dia kembali ke rumah Fisa, ekspresi wajah wanita itu semakin serius. Namun, Fisa tidak banyak bicara selama tiga hari ini. Jormac merasa semakin tertekan oleh perasaan tidak pasti dan ketidakmampuannya untuk mengungkapkan sesuatu yang bermanfaat.
Saat Jormac melihat Fisa yang semakin muram, dia merasa kesal pada dirinya sendiri. Meskipun dia telah mencari dengan tekun, dia belum menemukan petunjuk yang signifikan atau bahkan jejak organisasi 1000x Nuclear. Setiap upaya yang dia lakukan seolah sia-sia.
Jormac merasa seperti dia berada di ujung keputusasaan. Dia ingin sekali memenuhi harapan Fisa, tetapi sejauh ini, dia merasa semakin jauh dari tujuan itu. Wajahnya yang lesu mencerminkan ketidakpastian dan tekanan yang sedang dia alami.
Di dalam hati, dia bertanya-tanya apakah dia akan mampu menemukan petunjuk yang mereka butuhkan, atau apakah mereka akan terus berada dalam bayang-bayang organisasi 1000x Nuclear yang semakin mengancam.
Jormac, meskipun sangat ingin berbicara dengan Fisa dan membagikan beban yang dia rasakan, merasa takut untuk melakukannya. Dia merasa seperti Fisa juga pasti sedang berjuang keras seperti dirinya dalam mengejar petunjuk yang tidak pernah muncul.
Entah kenapa, Jormac mulai merasa bahwa mereka berdua berada dalam perjalanan yang sulit dan mungkin hasilnya juga sama-sama buntu. Dia takut akan menambah tekanan pada Fisa jika dia mengeluh atau menunjukkan ketidakpastiannya.
Seiring waktu yang berlalu, Jormac semakin merasa frustrasi oleh situasinya yang semakin rumit. Namun, dia juga mulai merasa semakin dekat dengan Fisa, meskipun komunikasi mereka terbatas. Mereka adalah dua orang yang terjebak dalam situasi yang luar biasa, dan itu mulai mempersatukan mereka, bahkan dalam keheningan yang penuh tekanan.
Namun, situasi yang seperti itu juga dapat berubah begitu saja. Saat Jormac tengah tertidur dengan lelap di rumah Fisa, tiba-tiba dia merasa dikejutkan oleh sentuhan lembut. Dia membuka matanya dengan cepat, hanya untuk menemukan Fisa berdiri di samping tempat tidurnya, menatapnya dengan serius.
Jormac merasa jantungnya berdebar kencang karena kejutan ini. Dia tidak pernah mengharapkan bahwa Fisa akan membangunkannya di tengah malam seperti ini. Dengan cepat, dia mengumpulkan semua nyawanya dan kesadarannya untuk berbicara dengan Fisa.
"Fisa, apa yang terjadi?" tanya Jormac dengan nada khawatir.
Fisa menatapnya dengan tajam, dan wajahnya terlihat serius. "Saatnya kita bicara, Jormac," katanya dengan suara yang rendah. "Aku membutuhkan jawaban dari pertanyaan yang telah mengganggu kita selama ini."
Jormac merasa semakin penasaran, meskipun juga lega bahwa dia akhirnya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Fisa. "Tentu, apa yang ingin kau tanyakan?"
Fisa duduk di samping tempat tidur Jormac dan memandanginya dengan sangat serius. "Apa yang kau ketahui tentang Spirit Energy, Jormac? Dan apa yang sudah kau lakukan selama tiga hari terakhir di kantor?"
Jormac merasa terkejut oleh pertanyaan tersebut. Dia tidak pernah menduga bahwa Fisa akan tahu tentang Spirit Energy atau bahkan perhatian mendalamnya pada pekerjaan di kantor. "Aku... aku mencoba mencari petunjuk atau informasi yang bisa membantu kita, Fisa. Tapi, sejauh ini, aku tidak menemukan apa pun. Aku merasa begitu kecewa karena tidak bisa memberikan hasil yang lebih baik."
Fisa mengangguk dengan pemahaman, tetapi wajahnya tetap serius. "Aku juga telah melakukan penyelidikan sendiri tentang Spirit Energy, Jormac, tapi sayangnya hasilnya buntu. Padahal ini adalah salah satu kunci untuk mengungkap misteri di balik Organisasi 1000x Nuclear."
Jormac merasa terkejut karena Fisa dapat memakluminya begitu saja. "Mungkin karena kita memiliki hasil yang sama," begitulah yang ada di pikiran Jormac.
TOK! TOK! BRAK!
Saat mereka berdua masih berbicara satu sama lain, ada ketukan pintu yang tak terduga dan suara pintu yang dibuka dengan paksa, tentu saja hal itu mengguncang ketenangan mereka. Mereka berdua saling pandang dengan wajah yang penuh kebingungan dan ketegangan ketika Fisa menggerutu, "Sial! Kenapa harus sekarang?"
Jormac yang merasa panik dan bingung hanya bisa terdiam, saat Fisa memerintahkan agar dia berjalan di belakangnya dengan hati-hati, dia pun mengikutinya. Mereka mengendap-endap menuju pintu masuk, memeriksa keadaan dengan hati-hati.
Ketika pintu rumah mereka dibuka dengan paksa, suara yang keras membuat Jormac semakin gelisah. Mereka melihat tiga orang yang bersenjata, dan pistol tersembunyi di kantong celana mereka menjadi ancaman nyata.
"Orang-orang sialan itu!" keluh Fisa dengan geram.
Jormac merasa semakin bingung dan takut. Dia ingin tahu apa yang Fisa maksud dengan "orang-orang itu," tetapi belum sempat mendapat jawaban, Fisa melaju maju dan menyerang ketiga orang itu dengan gerakan tubuh yang sangat lentur. Fisa seperti menari di atas lantai dengan gerakan akrobatik yang memukau.
Saat ketiga orang itu berusaha menembak Fisa, peluru-peluru itu melesat ke segala arah, tapi tidak ada yang mengenai Fisa. Dia bergerak begitu cepat sehingga peluru-peluru itu gagal mengenainya.
Kemudian, Fisa dengan gesit menendang perut dan kepala ketiga orang itu secara bergantian. Mereka tumbang dengan cepat di bawah serangan akrobatik Fisa yang mematikan.
"Hebat sekali," Jormac, yang bersembunyi di belakang, merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia saksikan. Itu pertama kalinya dia melihat seseorang yang benar-benar bisa menghindari peluru seperti dalam banyak adegan film aksi yang pernah dia tonton. Keahlian dan kecepatan Fisa begitu luar biasa, membuatnya terpukau dan merasa berada di tengah-tengah situasi yang semakin tidak masuk akal.
Fisa memerintahkan Jormac untuk mengemas barang-barangnya dengan cepat. Dia mengatakan bahwa rumahnya sudah tidak aman lagi, dan dia akan memberikan semua informasi yang dia tahu kepada Jormac. Fisa mengungkapkan bahwa selama ini, dia masih belum mempercayai Jormac dan menganggapnya sebagai orang yang tidak mengerti apa-apa. Dia meminta maaf pada Jormac atas pandangan negatifnya dan berjanji akan menjelaskan semua yang dia ketahui.
Jormac, mendengar permintaan maaf dari Fisa, merasa tidak pantas untuk menerimanya. Dia merasa bahwa dia adalah bagian dari semua ini dan harus berjuang bersama dengan Fisa. Dia hanya berkata pada Fisa bahwa mereka harus cepat mengemas barang-barang mereka sebelum ketiga orang itu bangun.
"Ya, itu bisa kulakukan nanti," Fisa menatap ketiga orang yang tergeletak di lantai dengan tatapan yang dingin, yang belum pernah dia keluarkan sebelumnya. Raut wajahnya terlihat sangat serius, dan Jormac merasa gemetar melihatnya.
"Ketiga orang ini, mereka merupakan ancaman besar. Lagipula kita tidak bisa mengorek informasi dari mereka, jadi lebih baik kita menyingkirkan mereka," kata Fisa tanpa ekspresi penyesalan.
Jormac, merasa bingung dan syok dengan tindakan Fisa, bertanya, "Apa maksudmu?"
Mengabaikan pertanyaan dari Jormac, Fisa bergerak dengan cepat dan mengambil pistol yang tergeletak di lantai.
DOR! DOR! DOR!
Suara tembakan pistol terdengar tiga kali di telinga Jormac, dan ketiga peluru itu menembus kepala dari ketiga orang itu. Jormac merasa terkejut dan terguncang oleh tindakan tegas Fisa, yang tampaknya telah mengambil keputusan untuk menghentikan ancaman ini dengan cara yang drastis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Sir Fitz
dibunuh tanpa ragu dong
2023-09-23
1