Jormac dan Fisa bersiap-siap untuk beraksi dalam misi penyelidikan mereka. Mereka menyiapkan peralatan yang diperlukan, termasuk komunikasi dua arah, senjata kecil, dan pakaian yang cocok untuk menyamar.
Fisa bersiap untuk menyelidiki kantor polisi palsu, sedangkan Jormac akan fokus pada kantor tempatnya bekerja. Mereka saling bertatap sejenak, memahami pentingnya tugas yang akan mereka jalani, meskipun penuh risiko.
"Ingat, kita harus waspada dan hati-hati," kata Fisa dengan serius.
Jormac mengangguk, "Aku mengerti. Kita akan menyelidiki semuanya dengan seksama."
Setelah terakhir kali memeriksa peralatan mereka, Jormac dan Fisa berpisah dan memulai misi penyelidikan masing-masing.
Jormac menjalani hari kerjanya di kantor seperti biasa, namun kekhawatirannya mulai tumbuh ketika ia dipanggil oleh Mr. Thompson tanpa alasan yang jelas. Di balik lapisan keras yang telah Jormac bangun dalam dirinya, ia mampu memahami bahwa situasi ini bisa menjadi masalah serius.
Ketika ia berada di dalam ruangan Mr. Thompson, suasana terasa tegang. Pria itu tidak membuang waktu dan langsung mengajukan pertanyaan yang sangat penting, "Sejauh mana pengetahuanmu tentang organisasi 1000x Nuclear, dan mengapa mereka membiarkanmu bebas dari penjara?"
Jormac, dengan nada tawa kecil yang meremehkan, bertanya balik pada Mr. Thompson, "Apakah Anda juga terlibat dalam organisasi 1000x Nuclear? Dan sejauh apa pengetahuan Anda tentang Spirit Energy?"
Pertanyaan tersebut membuat Mr. Thompson merasa terkejut dan siaga. Ia segera bergerak menuju laci lemari, mencoba untuk mengambil sesuatu. Namun, sebelum ia bisa melakukan apapun, Jormac, yang sudah menduga reaksi ini, dengan cepat menendang kepala Mr. Thompson.
"Saya tidak menyangka bahwa Anda akan melibatkan begitu banyak orang yang tidak bersalah dalam organisasi 1000x Nuclear tanpa sepengetahuan mereka," ucap Jormac sambil menunjukkan bahwa ia tak akan diam terhadap rencana jahat tersebut.
Mr. Thompson berusaha bangkit kembali setelah ditendang oleh Jormac, tetapi sebelum ia bisa melakukan apapun, Jormac membuka laci lemari dan mengambil sebuah pistol yang ada di dalamnya. Dengan mantap, Jormac menodongkan pistol itu ke arah Mr. Thompson.
Melihat bawahannya melakukan tindakan yang tak terduga ini, Mr. Thompson merasa marah dan mengancam Jormac. Dia berjanji akan segera mengeluarkannya dari pekerjaannya, melaporkannya ke polisi, dan menjebloskannya ke penjara.
Namun, Jormac justru tertawa dengan keras mendengar ancaman tersebut. Ia berkata dengan nada mencemooh, "Anda tahu, Mr. Thompson, saya bukan bawahan Anda lagi. Saya akan mengundurkan diri dari kantor busuk ini." Kemudian, Jormac seolah-olah mencabut kembali perkataannya, "Ups, tidak jadi. Mungkin lebih baik untuk menghancurkannya ketimbang mengundurkan diri."
Saat itu, Mr. Thompson menyadari bahwa ia berada dalam posisi yang sangat rentan, dihadapkan pada seorang Jormac yang telah berubah menjadi seseorang yang sangat berbeda dan berbahaya.
Jormac, dengan dingin dan tanpa belas kasihan, menembakkan pistol itu ke arah kepala Mr. Thompson. Suara tembakan yang disertai peredam suara membuatnya hampir tak terdengar. Mr. Thompson tumbang di tempat, dan ruangan itu seketika dipenuhi oleh atmosfer yang penuh ketegangan.
Setelah membunuh atasannya sendiri, Jormac merasa terpuaskan atas kebosanannya selama ini. Dia merencanakan untuk melanjutkan tindakannya dengan membunuh semua orang yang ada di dalam kantor. Semua peluru yang dia butuhkan sudah ada dalam laci lemari yang telah dia buka sebelumnya, dan dia mengambil semua cadangan peluru tersebut.
Kantor yang tadinya penuh dengan rutinitas sehari-hari kini menjadi tempat pembantaian yang mengerikan. Jormac bergerak dengan tenang dan tanpa belas kasihan, memburu satu per satu orang yang berada di dalam kantor tersebut, sementara pistolnya terus melepaskan peluru-peluru mematikan dengan suara hampir tak terdengar.
Keadaan menjadi semakin gelap dan mencekam di kantor itu, dengan Jormac yang terus melakukan aksinya yang mengerikan. Semua yang ada di dalam kantor itu menjadi saksi bisu atas kegilaan dan kekerasan yang dilakukan oleh Jormac.
Jormac, yang telah berubah menjadi pribadi yang sangat jahat dan kejam, merasa bahwa dirinya sedang berada di ambang kebangkitan yang mengerikan. Dia yang dulunya pernah menjadi orang jahat, sekarang telah melampaui batas-batas kejahatannya yang sebelumnya.
Saat menyadari transformasinya, Jormac tertawa dengan keras seolah-olah merasakan kepuasan atas perubahan drastis dalam dirinya. Kepuasan yang mengerikan, sebagai hasil dari penumpukan ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan yang telah lama terpendam dalam dirinya.
Setelah puas dengan tindakan kejamnya, Jormac memutuskan untuk menyelidiki kantornya sendiri. Dia memiliki akses bebas ke berbagai data dan informasi yang ada di kantor tersebut, dan dia tidak akan terhalang oleh siapa pun. Dalam pencariannya untuk mengungkap kebenaran di balik organisasi 1000x Nuclear dan Spirit Energy, dia siap melakukan apa pun yang diperlukan, bahkan jika itu berarti terjun lebih dalam ke dunia kegelapan yang baru dia temukan.
Namun, ditengah Jormac yang asyik dalam penyelidikannya tiba-tiba mengalami serangan sakit kepala yang sangat parah. Dia berteriak kesakitan, seolah-olah otaknya sedang dirobek oleh sesuatu dari dalam yang tak terlihat. Rasa sakit yang luar biasa itu membuatnya kesakitan dan merintih dalam ketidaknyamanan.
Tak lama kemudian, Jormac tak kuasa lagi dan jatuh pingsan di tengah kantornya yang sunyi, menghentikan sementara semua rencananya untuk menyelidiki lebih jauh.
Di alam mimpi, Jormac menemui dirinya yang lain, yang Fisa sebutkan sebagai dirinya yang "payah." Kedua diri itu saling berbicara, penuh pertanyaan dan keraguan. Mereka bertanya-tanya, manakah di antara mereka yang asli, tetapi tidak ada yang tahu pasti.
Di satu sisi, ada diri Jormac yang naif dan terus merasa kebosanan, mencari makna dalam kebaikan dan kejujuran. Di sisi lain, ada diri Jormac yang telah merasakan kepuasan dalam perbuatan jahat, berbuat banyak dosa, dan mengejar keinginan tanpa pandang bulu.
Dalam alam mimpi yang penuh pertanyaan, masing-masing dari diri Jormac terus bertanya siapa yang asli di antara mereka. Namun, lagi-lagi, hanya keraguan yang muncul di dalam diri mereka, tidak ada yang dapat memberikan jawaban pasti.
Sesaat setelah keraguan itu, tubuh mereka tiba-tiba menyatu satu sama lain, seolah-olah diri Jormac yang baik adalah sumbu positif, dan diri Jormac yang jahat adalah sumbu negatif. Keduanya menyatu dengan harmonis, menciptakan diri Jormac yang baru, yang netral. Ini adalah momen penyatuan antara dua sisi Jormac yang terbagi, menciptakan keselarasan dan keseimbangan di dalam dirinya.
Jormac merasa seperti sedang terlahir kembali dalam wujud aslinya yang netral. Dia adalah orang yang kejam dan gila, namun masih memiliki sedikit kebaikan di dalamnya. Dengan perasaan yang sangat nyaman, dia merasa seolah-olah kepalanya beristirahat di atas bantal yang sangat empuk.
Ketika dia membuka mata, dia menyadari bahwa dia berada di dalam gubuk di tengah hutan lagi bersama Fisa. Perasaannya sangat berbeda dari sebelumnya, lebih seimbang dan fokus.
Fisa yang ternyata berada sangat dekat dengannya bertanya dengan nada khawatir, "Bagaimana perasaanmu, Jormac?"
Jormac tersenyum tipis. "Aku merasa lebih baik sekarang, Fisa. Aku telah menemukan keseimbangan di dalam diriku."
Walaupun Jormac merasa terkejut karena Fisa memberikan pahanya sendiri sebagai bantal, dia tidak ingin memikirkannya lebih lanjut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Sir Fitz
yah padahal keren beut kalo Jormac bisa bantai" lagi, tapi apa boleh buat karna alter egonya udh nyatu
2023-09-24
3