Jormac kembali bekerja seperti biasa setelah beberapa hari yang sangat tidak biasa. Dia mencoba untuk menjalani rutinitasnya, meskipun sekarang dia memiliki beban yang lebih besar: membantu Fisa mengungkap misteri di balik Organisasi 1000x Nuclear dan membersihkan nama mereka berdua.
Suatu hari, saat dia tengah sibuk bekerja di kantor, atasan langsungnya, Mr. Thompson, memanggilnya ke ruangannya. Jormac merasa segera menjadi cemas ketika dia tahu ini bukan pertemuan biasa. Apakah Mr. Thompson mengetahui sesuatu?
Jormac memasuki ruangan atasan dengan hati-hati. "Anda memanggil saya, Pak?" tanyanya dengan nada ragu.
Mr. Thompson, seorang pria berkepala botak dan berjas rapi, menatap Jormac dengan tajam. "Iya, Jormac," jawabnya dengan serius. "Aku ingin tahu kenapa kau bolos kerja tanpa kabar selama hampir satu minggu. Ini bukan perilaku yang aku harapkan dari seorang karyawan."
Jormac merasa terdiam sejenak. Bagaimana dia harus menjawab pertanyaan ini tanpa memberi tahu Mr. Thompson tentang situasinya yang rumit? Dia merasa bingung dan cemas.
"Maaf, Pak," ucap Jormac akhirnya dengan ragu. "Ada sesuatu yang mendesak yang harus saya hadapi. Tapi sekarang, semuanya sudah baik-baik saja, dan saya siap untuk bekerja seperti biasa."
Mr. Thompson menatap Jormac dengan penuh keraguan. "Aku harap begitu, Jormac. Ini adalah peringatan pertama. Karyawan yang tidak bisa menghadirkan diri tanpa alasan yang jelas akan menghadapi konsekuensi."
Jormac mengangguk dengan cepat. "Saya benar-benar meminta maaf, Pak. Ini tidak akan terulang."
Dalam hati, Jormac berpikir, "Aku harus hati-hati dalam menjaga rahasia ini. Aku tidak boleh membiarkan pekerjaan ini mengganggu tugas yang lebih besar yang aku jalani bersama Fisa."
"Aku mengerti, silahkan kembali bekerja!" Mr. Thompson memberi perintah.
Kemudian Jormac pun menjawab dengan tegas, "Baik!"
Setelah keluar dari ruangan Mr. Thompson, Jormac memutuskan untuk fokus pada dua hal: mengatur data grafik di layar komputernya dan mencari tahu tentang segala keanehan yang terjadi di kantor tempatnya bekerja.
Dia menyadari bahwa dia harus sangat hati-hati dalam menjalankan pekerjaannya tanpa menarik perhatian yang tidak perlu. Itu berarti dia harus menghindari mengeluh dan berusaha untuk bersikap seolah-olah semuanya normal. Itu bukan tugas yang mudah, tetapi dia tahu bahwa ini adalah bagian penting dari rencana mereka.
Setelah beberapa jam bekerja, Jormac merasa semakin nyaman dengan rutinitasnya. Dia dengan teliti mengatur data grafik di layar komputernya, seolah-olah tidak ada yang terjadi di luar sana. Namun, di bawah penampilan tenangnya, dia masih mencari tahu tentang keanehan yang bisa mengarahkan mereka pada petunjuk yang mereka butuhkan.
Dia mulai menyusuri kantor dengan lebih cermat, mencari tanda-tanda bahwa Organisasi 1000x Nuclear telah menyelidiki tempat ini atau meninggalkan jejak-jejak tertentu. Namun, hingga saat ini, tidak ada yang tampak mencurigakan. Semuanya tampak seperti bisnis seperti biasa.
Kehidupan Jormac di kantor memang sangat soliter. Di antara rekan-rekan kerjanya, dia tidak memiliki teman yang bisa dia percayai sepenuhnya. Sejak kejadian di penjara palsu, dia merasa sangat sulit untuk percaya pada siapa pun, bahkan rekan-rekannya sendiri.
Dia memilih untuk menjaga jarak dan menyendiri, sering mengabaikan ajakan berkumpul dari yang lainnya. Pesta kantor, pertemuan sosial, atau bahkan makan siang bersama, semuanya bukan hal yang menarik bagi Jormac. Dia lebih memilih untuk fokus pada pekerjaannya dan menjaga kerahasiaan rencana yang sedang dia rancang dengan Fisa.
Inilah sebabnya mengapa saat dia bolos kerja selama satu Minggu, hanya atasannya, Mr. Thompson, yang menyadarinya. Bagi rekan-rekannya yang lain, Jormac adalah sosok yang selalu sendiri dan tidak terlalu bersosialisasi. Tidak ada yang mempertanyakan keberadaannya selama satu Minggu tersebut.
Meskipun isolasi ini bisa terasa kesepian, Jormac tahu bahwa itu adalah harga yang harus dia bayar untuk melindungi dirinya sendiri.
Fisa, sejak awal, memang selalu berbicara dengan sangat minim. Ketika dia menyuruh Jormac untuk menyelidiki kantor tempat Jormac bekerja, dia tidak memberikan petunjuk atau informasi lebih lanjut apa yang harus dicari. Itu membuat Jormac merasa sangat kesulitan.
Jormac mencoba bertanya kepada Fisa, tetapi jawaban dari wanita itu selalu sangat singkat dan misterius. Semua ini menambahkan pada rasa bingung Jormac. Bahkan sampai saat ini, dia masih tidak sepenuhnya memahami apa yang Fisa pikirkan atau apa motif di balik tindakan-tindakan Fisa.
Keputusan Fisa untuk memaksanya tinggal di rumahnya juga adalah misteri bagi Jormac. Dia tidak tahu apa yang Fisa harapkan darinya, dan ancamannya untuk mengembalikannya ke kantor polisi palsu jika dia melanggar peraturan juga selalu menggantung di atas kepalanya.
Semua ini membuat Jormac merasa seperti dia sedang berjalan di atas tali tipis, tanpa jaring pengaman. Namun, dalam hatinya, dia tahu bahwa dia tidak punya banyak pilihan selain mematuhi perintah Fisa.
Jormac, yang merasa waktu semakin mendekati akhir hari, memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan terakhirnya sebelum pulang ke rumah Fisa. Dia merasa frustrasi karena tidak menemukan petunjuk apa pun sepanjang hari ini, dan misteri di sekitar tugas yang diberikan oleh Fisa semakin membuatnya penasaran.
Saat dia membuka situs pencarian di komputernya, dia kaget melihat tulisan "Spirit Energy" tertulis di sana. Jormac merasa bingung karena dia tahu dia tidak pernah mengetik atau mencari hal semacam itu di situs pencariannya. Ini adalah pertama kalinya dia melihat sesuatu yang begitu aneh dan tidak sesuai dengan apa yang dia kerjakan.
Pikiran Jormac mulai berputar, mencoba mengaitkan hal ini dengan semua informasi yang telah dia pelajari dari Fisa. Apakah ini merupakan petunjuk tersembunyi yang diberikan oleh Fisa? Atau apakah ada yang mencoba menghubungi atau mengintimidasi Jormac melalui komputernya? Semua pertanyaan itu muncul begitu saja, dan Jormac merasa semakin terjerumus dalam misteri yang semakin rumit.
Jormac mulai merenung tentang kehidupannya yang selalu sendiri saat bekerja di kantor. Dia tahu bahwa dia tidak memiliki teman sejawat atau rekan kerja yang dekat. Dia selalu memilih untuk menyendiri, menghindari ajakan berkumpul dari yang lainnya. Bahkan saat dia bolos kerja selama satu minggu, hanya atasan yang menyadarinya.
Gedung kantor yang besar dan terpencil itu memberinya kebebasan untuk bekerja tanpa gangguan, tetapi juga membuatnya terasa seperti orang yang tidak diperhatikan. Pikiran ini membuatnya semakin waspada. Jika dia tidak ada di kantor, siapa pun yang mungkin bergabung dengan organisasi 1000x Nuclear bisa bertindak leluasa tanpa dicurigai oleh rekan-rekannya yang lain.
Ini membuat Jormac semakin yakin bahwa ada sesuatu yang aneh dan berbahaya di balik seluruh situasi ini. Dan informasi "Spirit Energy" yang muncul di komputernya hanyalah satu petunjuk kecil dalam puzzle yang semakin rumit ini.
Setelah menemukan petunjuk yang aneh tentang "Spirit Energy" di komputernya itu, Jormac memutuskan untuk mengakhiri pekerjaannya di kantor dan pulang. Dia merasa bahwa ini adalah informasi penting yang perlu dilaporkan kepada Fisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Sir Fitz
jadi makin kesian ama Jormac, udah kena fitnah, penyendiri pulak
2023-09-23
1