BAB 9: Penyesalan

Jormac semakin terganggu oleh serangkaian peristiwa yang tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh Fisa. Setelah semua yang terjadi, ketidakjelasan ini mulai merongrong keyakinan Jormac terhadap Fisa. Pikiran negatif dan keraguan mulai memenuhi pikirannya, membuatnya mempertanyakan apakah Organisasi 1000x Nuclear atau Spirit Energy benar-benar ada, atau apakah Fisa hanya memanfaatkannya seperti yang pernah terjadi di penjara.

Kini mereka berdua duduk diam dalam gubuk kecil di tengah hutan bersama. Jormac merasa terlalu takut untuk berbicara dengan Fisa setelah menyaksikan wanita itu membunuh dengan begitu mudahnya, bahkan mencuri barang-barang dari orang-orang yang telah dia bunuh. Suasana di dalam gubuk itu terasa tegang bagi Jormac.

Fisa mencoba untuk menanyakan kondisi Jormac, "Apakah kau baik-baik saja?" Namun, Jormac hanya diam, masih merasa takut dan tidak berani menatap mata Fisa. Suasana di dalam gubuk tetap tegang, dan kebingungan serta ketidakpercayaan semakin mengganggu pikiran Jormac.

Kemudian tanpa diduga, Fisa menatap Jormac dengan ekspresi yang sama mengerikan seperti sebelumnya, membuat Jormac merasa semakin ketakutan. Saat dia mencoba menatap mata Fisa, rasanya seperti tatapan itu menembus batas pikirannya. Kegelisahan dan ketidakpercayaan semakin memenuhi pikiran Jormac.

Tiba-tiba, Fisa dengan cepat menodongkan pistol ke arah kepala Jormac sambil bergumam, "Keluarlah!"

Jormac, yang masih bingung, bertanya tentang apa yang Fisa katakan, tetapi Fisa menolak untuk memberikan penjelasan. Dia mengancam akan membunuh Jormac sekarang juga, merasa bahwa Jormac tidak berguna.

Jormac merasa benar-benar berada di titik terendah. Pikiran negatif, ketakutan, dan panik menyelimuti dirinya. Dia mulai bertanya-tanya apakah saatnya untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya. Dia merasa bahwa hidupnya tidak pernah membawa kebahagiaan dan bahwa dia sering mengeluh tentang segala hal.

Saat semua pikiran negatif itu merayapinya, tiba-tiba, mulut Jormac tersenyum dan dia tertawa entah dari mana. Itu adalah tawa yang tak terduga, tawa kebebasan atau mungkin tawa gila dari seorang yang merasa sudah kehilangan segalanya. Fisa, yang juga tersenyum tipis, melihat perubahan ini dengan tajam.

"Inilah yang membuatku tidak percaya padamu, Jormac!" kata Fisa dengan nada yang datar, mengungkapkan bahwa dia selama ini meragukan Jormac.

"HAHAHA!!"

Jormac tertawa dengan sangat keras, dan dalam sekejap, ia melemparkan pistol yang ditodongkan ke arahnya dengan kecepatan yang luar biasa. Senjata itu jatuh di lantai dengan keras, menciptakan suara berdenting yang mencolok di dalam gubuk itu.

Fisa mengatakan, "Akhirnya keluar juga."

Jormac, yang masih tertawa, menghadapinya dengan pertanyaan tajam, "Apa yang kau banggakan dari hasil mengancam?"

Fisa tersenyum, "Entah mana dirimu yang asli, tapi alter ego yang satumu itu sangat payah, jadi akan lebih baik jika kau terus seperti ini."

Mereka berdua masih berada dalam situasi yang tegang, tetapi setidaknya Jormac telah berhasil melepaskan diri dari ancaman Fisa.

Kemudian Fisa menjelaskan dengan tenang, "Saat aku mengawasimu di penjara, aku tahu beberapa hal tentangmu. Beberapa kali kau terlihat sedang menahan diri, padahal dalam hatimu, kau ingin meledak-ledak. Siksaan di penjara itu telah membuatmu muak untuk terus menahan diri, itulah mengapa aku muncul untuk menyelamatkanmu, agar kau tidak meledak di sana."

Dia melanjutkan, "Aku ingin melihat sisi lain dari dirimu, dan aku ingin menguasaimu secara sepihak. Oleh karena itu, aku terus membuatmu merasa tertekan, membawanya ke titik terendah, dan memunculkan alter ego atau sisi lainmu."

Fisa mengakhiri penjelasannya dengan berkata, "Semua tugas yang aku perintahkan padamu hanyalah omong kosong. Sebenarnya, aku sudah mengetahui beberapa hal tentang Spirit Energy dan organisasi 1000x Nuclear. Namun, untuk menjalankan aksiku untuk mengetahui lebih jauh, aku membutuhkan rekan yang lebih berguna."

Jormac mendengarkan dengan perasaan campur aduk. Semua yang dia alami selama ini adalah bagian dari rencana Fisa untuk menguji dan memanfaatkan potensinya.

"Kau tahu, Fisa, kau adalah seorang gadis kecil yang egois, tapi aku menghargaimu karena kejujuranmu," kata Jormac.

Dia melanjutkan, "Aku akan jujur denganmu tentang diriku sendiri. Orang tuaku mengajarkan padaku untuk selalu melakukan apa yang aku inginkan dan menyingkirkan segala hal yang menghalangiku. Tapi kemudian, mereka bercerai tanpa alasan yang aku ketahui. Aku menjadi sangat tertekan dan hidup sebagai orang yang jahat dalam waktu yang cukup lama."

Fisa mendengarkan dengan serius saat Jormac mulai menceritakan tentang dirinya dan perjalanan hidupnya.

Jormac menceritakan lebih lanjut, "Namun, suatu hari, aku bertemu dengan seorang gadis yang sifatnya seperti malaikat, namanya Laura Sean. Dia sangat baik padaku, meskipun aku adalah seseorang yang jahat. Aku mencintainya dengan tulus dan memutuskan untuk menjadi orang yang baik. Sayangnya, takdir memisahkan kami. Laura dijodohkan oleh orang tuanya, dan dia setuju. Untuk menghargai keputusannya, aku memutuskan untuk hidup sebagai orang baik dan berharap bisa menemukan malaikat lain selain Laura."

Fisa mendengarkan cerita Jormac dengan cermat, dan wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Jormac melanjutkan ceritanya, "Sebagai seorang pegawai kantoran, awalnya aku merasa bersemangat. Aku berharap bisa menemukan gadis seperti Laura di sini. Tapi seiring berjalannya waktu, pekerjaanku semakin menumpuk, dan aku tak punya waktu untuk mencari kebahagiaan itu. Aku akhirnya menjadi penyendiri di kantor, dan mulai terus mengeluh tentang pekerjaanku."

Dia melanjutkan lagi dengan nada sedikit murung, "Tapi, kenyataannya, aku terus bekerja di sana. Aku sudah kehilangan tujuan hidupku dan merasa terus sendirian. Pekerjaanku adalah satu-satunya hal yang membuatku merasa masih ada. Meskipun aku mengeluh, itu adalah cara bagiku untuk bertahan."

Jormac menyelesaikan ceritanya dengan ekspresi sedih di wajahnya, merenungkan perjalanan hidupnya yang penuh liku.

Fisa mendengar banyak cerita Jormac dan menatapnya tajam. "Jadi, apa kau menyesalinya?" tanyanya dengan serius.

Jormac merenung sejenak sebelum menjawab, "Awalnya tidak, tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai merasa penyesalan. Terutama ketika aku berhenti menjadi orang jahat dan berusaha hidup lebih baik."

Fisa mengangguk, memahami perasaan Jormac. "Orang bisa berubah, Jormac. Dan aku melihat usahamu untuk menjadi lebih baik. Itu adalah langkah pertama menuju pemulihan." Kemudian Fisa mengatakan kalau Jormac memiliki prinsip yang sama dengan dirinya, yaitu menyingkirkan penghalang bagaimana pun caranya.

Jormac mengangguk setuju. "Benar, kita memiliki kesamaan dalam prinsip itu. Tapi bagaimana kita melihat penghalang dan cara kita menyingkirkannya bisa saja berbeda. Aku berusaha untuk melakukannya tanpa membahayakan orang lain."

Fisa tersenyum tipis sambil berkata, "Aku paham itu, Jormac." Lalu dia dengan tegas mengungkapkan bahwa saat ini adalah waktu di mana musuh tidak mengenal ampun. Oleh karena itu, mereka harus tetap waspada dan tegas terhadap musuh yang berpotensi membahayakan mereka.

Mendengar perkataan Fisa, Jormac menyetujuinya dengan tegas, dan dia memutuskan untuk bergabung dengan Fisa dalam menjadi sosok yang tegas dan tidak kenal ampun terhadap musuh-musuh mereka.

"Mungkin aku akan kembali ke diriku yang dulu," pikir Jormac.

Mereka berdua duduk di dalam gubuk kecil di tengah hutan, berbicara tentang masa lalu yang kelam dan usaha untuk membuka lembaran baru dalam hidup mereka yang penuh misteri.

Terpopuler

Comments

Sir Fitz

Sir Fitz

oalah ternyata Fisa ini manipulatif juga orangnya

2023-09-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!