BAB 2: Kehidupan di Penjara

Jormac Seil segera menyadari bahwa hidupnya telah berubah menjadi mimpi buruk sejak ia pertama kali dibawa ke penjara ini. Di mata tahanan lain, dia bukanlah seorang pegawai kantoran yang tidak bersalah; dia adalah pesuruh, seorang yang diduga memiliki informasi berharga. Jormac dipandang sebagai sosok yang dapat memberikan pelarian dari kebosanan dan monotoni penjara.

Setiap hari, tahanan lain mendekatinya dengan permintaan dan tekanan untuk mengungkapkan rahasia apa pun yang mungkin dia miliki.

"Jormac, kau pasti tahu sesuatu. Bicaralah!" desak seorang tahanan besar dengan tatapan kasar.

Jormac, dengan pandangan yang lelah, menolak dengan tegas. "Aku tidak tahu apa-apa. Aku di sini tanpa alasan yang jelas, sama seperti kalian."

Mereka mengejek dan merendahkannya, memaksa Jormac untuk menjalani kehidupan yang penuh siksaan fisik dan mental.

Salah satu penjaga yang kurang ramah mendekatinya dan mencibir, "Bagaimana rasanya, pesuruh? Terbiasa merasa kuat, sekarang merasa lemah?"

Tentu saja, Jormac merasa marah dan merendahkan diri. Tetapi dia tidak ingin memberikan mereka kepuasan melihatnya patah semangat.

"Kalian salah besar jika kalian pikir aku punya apa yang kalian cari," kata Jormac dengan suara lirih, tetapi matanya tetap dipenuhi tekad.

Namun, setiap hari semakin membuatnya terpuruk. Dia merasa terjebak dalam penjara ini, tanpa harapan dan tanpa jalan keluar.

Seiring waktu berlalu, Jormac mulai merasa semakin terisolasi. Tidak ada yang mau berbicara dengannya kecuali untuk mengejek atau mendesak. Bahkan sesama tahanan tidak lagi melihatnya sebagai sesama, melainkan sebagai pion dalam permainan mereka.

Dia berharap suatu hari akan ada keadilan, bahwa seseorang akan datang dan mengungkap kebenaran. Itulah yang menjaganya tetap bertahan, tetap mempertahankan keyakinannya bahwa dia tidak memiliki pengetahuan yang dicari oleh tahanan dan penjaga. Meskipun itu membuat hidupnya semakin sulit, dia mempertahankan keberanian dan keteguhan.

Namun, kehidupan di penjara terus berlanjut, dengan Jormac menjadi target lelucon dan ejekan setiap hari. Dia harus mengatasi perasaan sendirian dan frustrasi yang terus membangun.

Tetapi, di balik semua penderitaan ini, Jormac menyimpan harapan yang meredup. Dia percaya bahwa suatu hari kebenaran akan terungkap dan dia akan dibebaskan dari penjara ini. Dan pada suatu malam yang gelap, takdir akan membawanya kepada seseorang yang akan mengubah nasibnya selamanya.

Setiap aspek kehidupan di penjara adalah sumber keputusasaan bagi Jormac, dan makanan yang dia terima adalah salah satunya. Setiap hari, mereka disajikan dengan hidangan yang tampak seperti campuran tidak sehat yang terbuat dari bahan-bahan murahan. Makanan ini bukan hanya tidak bergizi, tetapi juga terasa sangat jijik.

Jormac menatap piring yang berisi makanan itu dengan ekspresi ekonomis. "Ini makanan yang mereka berikan kepada kami?" gumamnya dengan nada yang penuh kekecewaan.

Dia mencoba untuk memakannya beberapa kali, tetapi selalu merasa jijik setelah mengunyah beberapa suapan. Sayangnya, dia tidak memiliki pilihan lain. Hidupnya telah berubah drastis, dan makanan yang buruk ini hanyalah salah satu dari banyak kompromi yang harus dia lakukan.

Dalam keadaan yang semakin memburuk, makanan yang tidak layak ini hanyalah simbol dari betapa tidak adilnya kehidupannya di penjara. Namun, meskipun semakin putus asa, Jormac mempertahankan harapannya bahwa suatu hari dia akan menemukan cara untuk keluar dari situasi ini dan membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

Hari demi hari berlalu, dan Jormac terus dipaksa untuk bekerja di dalam penjara ini. Tugasnya tidak hanya membosankan, tetapi juga melelahkan. Dia sering diperintahkan untuk membersihkan sel-sel tahanan, memindahkan barang-barang berat, atau bahkan melakukan pekerjaan yang sangat kasar.

Pada saat-saat seperti ini, Jormac merenung tentang kehidupan sebelumnya di kantornya yang tampak begitu monoton. Sebelumnya, dia sering mengeluh tentang pekerjaannya yang berat, tetapi sekarang, dia merasa seolah-olah dia telah ditempatkan dalam situasi yang jauh lebih buruk. Dia merindukan hari-hari ketika pekerjaan kantoran tampaknya menjadi masalah terbesarnya.

Kerja lembur di kantor adalah keluhan yang terlupakan, digantikan oleh kerja paksa di penjara. Jormac sekarang merasa bahwa dia akan memberikan apa saja untuk kembali ke waktu itu, ketika masalahnya hanya sebatas tumpukan pekerjaan kantoran dan rapat-rapat yang membosankan.

Ketika dia merenung tentang perubahan drastis dalam hidupnya, Jormac semakin menyadari nilai dari kebebasan. Meskipun pekerjaan kantornya mungkin tidak sesempurna yang dia inginkan, dia sekarang mengerti bahwa itu adalah bentuk kebebasan yang dia tidak bisa terima begitu saja.

Lalu di tengah malam yang sunyi, ketika para tahanan lain tertidur lelap di sel-sel mereka, Jormac merasa terjaga. Kesehatan mentalnya telah terganggu oleh ketidakpastian dan kondisi mengerikan di penjara ini. Suara-suara dari luar selnya terus berdengung di telinganya, menghantui pikirannya yang terus aktif.

Tiba-tiba, di tengah keheningan malam, Jormac mendengar suara ketukan yang samar-samar. Ketukan itu terjadi satu kali, lalu diikuti oleh lima ketukan yang lebih keras. Jormac mengerutkan kening, mencoba mengingat di mana dia pernah mendengar sesuatu yang serupa. Kemudian terbersit dalam ingatannya - itu adalah kode ketukan yang pernah dia lihat dalam sebuah film detektif.

Dalam film itu, kode tersebut digunakan untuk mengirim pesan rahasia. Lima ketukan pertama mewakili huruf E, dan Jormac berasumsi bahwa kode ini adalah cara seseorang mencoba berkomunikasi dengannya. Apakah ini pertanda? Apakah ada seseorang di antara tahanan yang berusaha berbicara dengannya?

Tanpa ragu, Jormac memutuskan untuk membalas ketukan itu. Dia mengetuk dinding selnya sebanyak lima kali, lalu diikuti oleh empat ketukan. Ini adalah cara dia mengungkapkan "Yes," bahwa dia sedang dalam situasi darurat. Jormac tidak tahu siapa yang berada di balik kode ini atau apa yang mungkin terjadi selanjutnya, tetapi satu hal yang pasti, ini adalah titik balik dalam perjalanannya di penjara ini.

Dalam keheningan malam yang gelap, harapannya menyala kembali. Mungkin, hanya mungkin, dia tidak akan sendirian dalam perjuangannya lagi.

Suasana di dalam sel Jormac kini terasa lebih bersemangat. Setelah sebelumnya berhasil memahami kode ketukan sebagai cara berkomunikasi, Jormac kembali mendengar ketukan yang kini berbeda. Kali ini, ada tiga ketukan pertama, diikuti oleh empat ketukan berikutnya. Jormac merenung sejenak dan menyadari bahwa ini adalah kode untuk huruf O. Namun, dia masih bingung tentang apa yang mungkin dimaksudkan oleh pesan ini.

Tetapi yang jelas, ada seseorang di luar sana yang berusaha untuk berinteraksi dengannya, dan itu sendiri memberikan semangat baru pada Jormac. Setiap ketukan di dinding selnya adalah tanda harapan, tanda bahwa dia tidak sendirian dalam situasi yang mengerikan ini.

Meskipun tidak tahu bagaimana harus membalas pesan ini, Jormac memutuskan untuk tetap menggunakan kode yang dia gunakan sebelumnya. Dia mengetuk dinding selnya dengan lima ketukan, kemudian empat ketukan, mengirim pesan bahwa dia masih dalam keadaan darurat dan memerlukan bantuan.

Dengan harapan yang terus menyala, Jormac menunggu dengan tegang untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Siapa yang berada di balik pesan-pesan rahasia ini, dan apa yang dia rencanakan untuknya?

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

jormac.. spirit energy

2023-10-01

1

Sir Fitz

Sir Fitz

makin kesian karena disika di penjara🤣

2023-09-23

1

Ftomic

Ftomic

wah makin seru coy walaupun masih gatau kenapa si Jormac diculik

2023-09-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!